EFEK VITAMIN B DALAM MENGURANGI NYERI
Nyeri merupakan pengalaman individu yang melibatkan sensasi sensori dan emosional yang tidan menyenangkan. Nyeri dapat dibagi 2. Pertama, nyeri nosiseptf yang terjadi akibat aktifasi nosi reseptor A-d dan C sebagai respon terhadap rangsangan noxius ( termal,mekanik,kimia). Kedua, neyri neuropatik merupakan nyeri yang timbul akibat kerusakan/perubahan patologis pada system saraf perifer atau sentral. Pada kasus reumatik nyeri yang ditimbulkan adalah mixed pain, yaitu kombinasi antara nyeri nosiseptif dan neuropatik.
Sebenarnya bagaimana patofisiologi dari nyeri neuropatik. Biasanya dimulai dengan membangkitkan impul (ectopik) abnormal pada lesi saraf perifer,yang didasrkan pada reseptor biokimia dan gangguan karakteristik serta densitas kanal Na,K dan Ca- ionik.
Vitamin B yang dikenal untuk mengobati penyakit tertentu, rupanya dapat berfungsi sebagai analgesik. Pembuktian pada binatang percobaan, vitamin B terbukti dapat meningkatkan efek antinosiseptif dari diclofenac, meningkatkan efek antineuropatik gabapentin, meningkatkan kontrol penghambatan nyeri pada saraf pusat, melemahkaan allodyna, suatu tanda hiperalgesia, pada neuropatik diabetik dan traumatik.
Biasanya nyeri neuropatik disebabkan lesi primer, disfungsi atau gangguan sementara pada sistem saraf pusat atau perifer. Dengan adanya penelitian pada Vit.B yang memiliki profil analgesia, maka efek ini dapat dikombinasikan dengan NSAID( Nonsteroidal Anti- Inflammatory Drug). Seperti yang dikemukan oleh Prof. Wilfred bahwa pemberian Vit.B yang diberikan secara kombinasi dapat meningkatkan efikasi diclofenac dan akhirnya memberi efek yang memuaskan pada pasien dengan rasa nyeri.
Sunday, January 28, 2007
Saturday, January 27, 2007
MENILAI OUT COME PASIEN BERDASARKAN MODIFIKASI REVISE TRAUMA SCORE PADA PASIEN DEWASA CEDERA CRANIOSEREBRAL SEDANG DAN BERAT.
Cedera kepala merupakan masalah yang serius yang perlu ditangani dengan segera, karena akan berdampak pada pasien baik saat ini maupun akan datang. Di Amerika Serikat diperkirakan sekitar 1,6 juta orang pertahunnya mengalami cedera kepala, dari keseluruhannya 60.000 orang meninggal dan 70.000 – 90.000 orang mengalami cacat permanent. Kita patut bersyukur bahwa masih ada di Indonesia peneliti – peneliti yang handal dalam mengembangkan ilmu sesuai dengan kondisi yang sedang dihadapi saat ini.
Sebenarnya pasien cedera kepala dapat diperkiraan keluaran (out come) dalam waktu 3 x 24jam. Menurut penelitian bahwa 2/3 kematian cedera kranioserebral terjadi dalam 3 hari pertama.
Eka.M,dkk(Modifikasi revise trauma score pada pasien dewasa cedera kranioserebral sedang dan berat,2006).membuat sebuah pedoman praktis untuk memprediksi resiko kematian pasien 3 hari pertama pada pasien dewasa cedera kepala derajat sedang dan berat, dengan harapan dapat diterapkan di Indonesia karena mudah, cepat dan murah.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan system scoring trauma kranioserebral didapatkan hasil bahwa pasien yang mendapat nilai nol memiliki probabilitas kematian lebih rendah dalam 3 hari, sedangkan pasien dengan nilai scoring maksimal nilai 7 probabilitasnya lebih tinggi.
Scoring trauma kranioserebral
respon motorik
bila motorik mendapat nilai < 5, maka nilai score trauma kranioserebral 4.
bila motorik mendapat nilai >5, maka nilai score trauma kranioserebral 0.
frekwensi nafas
bila frek pernafasan >26, maka nilai score trauma kranioserebral 2.
bila frek pernafasan <26, maka nilai score trauma kranioserebral 0.
membuka mata
nilai < 3, maka nilai score trauma kranioserebral 1.
nilai > 3, maka nilai score trauma kranioserebral 0.
jumlah skoring maksimal 7, minimal 0
sumber :Neurona vol.23 no.2 januari 2006.
Cedera kepala merupakan masalah yang serius yang perlu ditangani dengan segera, karena akan berdampak pada pasien baik saat ini maupun akan datang. Di Amerika Serikat diperkirakan sekitar 1,6 juta orang pertahunnya mengalami cedera kepala, dari keseluruhannya 60.000 orang meninggal dan 70.000 – 90.000 orang mengalami cacat permanent. Kita patut bersyukur bahwa masih ada di Indonesia peneliti – peneliti yang handal dalam mengembangkan ilmu sesuai dengan kondisi yang sedang dihadapi saat ini.
Sebenarnya pasien cedera kepala dapat diperkiraan keluaran (out come) dalam waktu 3 x 24jam. Menurut penelitian bahwa 2/3 kematian cedera kranioserebral terjadi dalam 3 hari pertama.
Eka.M,dkk(Modifikasi revise trauma score pada pasien dewasa cedera kranioserebral sedang dan berat,2006).membuat sebuah pedoman praktis untuk memprediksi resiko kematian pasien 3 hari pertama pada pasien dewasa cedera kepala derajat sedang dan berat, dengan harapan dapat diterapkan di Indonesia karena mudah, cepat dan murah.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan system scoring trauma kranioserebral didapatkan hasil bahwa pasien yang mendapat nilai nol memiliki probabilitas kematian lebih rendah dalam 3 hari, sedangkan pasien dengan nilai scoring maksimal nilai 7 probabilitasnya lebih tinggi.
Scoring trauma kranioserebral
respon motorik
bila motorik mendapat nilai < 5, maka nilai score trauma kranioserebral 4.
bila motorik mendapat nilai >5, maka nilai score trauma kranioserebral 0.
frekwensi nafas
bila frek pernafasan >26, maka nilai score trauma kranioserebral 2.
bila frek pernafasan <26, maka nilai score trauma kranioserebral 0.
membuka mata
nilai < 3, maka nilai score trauma kranioserebral 1.
nilai > 3, maka nilai score trauma kranioserebral 0.
jumlah skoring maksimal 7, minimal 0
sumber :Neurona vol.23 no.2 januari 2006.
MENGURANGI REPON TUBUH TERHADAP STRESS
Dalam artikel terdahulu kita telah melihat bagaimana tubuh berespon terhadapa stress. Stress dibutuhkan oleh tubuh sebagai bentuk perlawanan terhadap suatu keadaan yang merugikan pada diri seseorang. Secara umum penatalaksanaan stress tergolong ke dalam promosi kesehatan yaitu mengurangi dampak stress pada kesehatan fisik maupun mental.
Yang termasuk penatalaksanaan stress secara umum :
1. Olahraga
olahraga teratur dapat meningkatkan tonus otot, mengontrol berat badan,mengurangi ketegangan dan meningkatkan relaksasi, mengurangi penyakit cardio vaskuler dan meningkatkan fungsinya. Mc Cubin & Mc Cubin (1993), telah menjelaskan bahwa olahraga akan meningkatkan pelepasan opiad endogen yang menciptakan perasaan senang dan gembira.
2. Humor
siapa yang tidak suka humor……..Hitler pun menyukai humor, sayangnya kita tidak pernah melihat bagaimana muka Hitler ketika tertawa, mungkin akan terlihat seperti pelawak Indonesia yang suka meniru kumisnya yang seutil tersebut. Hipotesis fisiologis menyatakan bahwa tertawa akan melepaskan endorphin kedalam sirkulasi dan perasaan stress pun akan hilang. Hal ini di dukung oleh Robinson (1990), Dahl & O’Neal (1993).,yang menyatakan bahwa kemampuan untuk menerapkan hal – hal yang lucu dan tertawa melenyapkan stress.
3. Nutrisi dan Diet
Bila kita berolahraga atau melakukan aktifitas sehari –hari, otomatis membutuhkan energi akan kita dapat melakukan hal tersebut,eneri kita dapatkan dari makanan yang kita makan……mungkin anak SD pun tahu tentang hal ini. Tapi ada yang tidak diketahui oleh Anak SD. Bahwa diet yang buruk dapat memperburuk respon terhadap stress yang berakibat individu akan mudah tersinggung,hiperaktif dan gelisah. Bagi yang menyukai kopi (Kafein) dan tinggi lemak semua hal tersebut akan menyebabkan gangguan fungsi metabolic.
4. Istirahat
Tubuh butuh istirahat, ketika seseorang tertidur semua sel – sel yang rusak akan diperbaiki dan diganti, akibatnya ketika bangun pagi tubuh akan terlihat lebih segar dan bersemangat. Seseorang yang mengalami stress sangat dianjurkan untuk meluangkan waktunya untuk tidur dan istirahat karena akan membantu seseorang menjadi lebih rileks secara mental.
5. Tehnik relaksasi
sudah banyak tenik relaksasi yang dibahas oleh para pakar untuk mengurangi stress. Stress akan menyebabkan ketegangan pada otot – otot, dengan melakukan relaksasi ketegangan diharapkan akan berkurang. Biasanya tehnik relaksasi membutuhkan waktu karena harus dipelajari terlebih dahulu.
Parameter fisioligis yang dapat diukur ketika seseorang telah terampil melakukan tehnik relaksasi:
a. menurunkan tekanan darah
b. menurunkan nadi
c. distritmia mejadi berkurang
d. mengurangi kebutuhan akan O2 dan Kosumsi O2
e. menurunkan ketegangan otot
f. menurunkan laju metabolik
g. kelihatan lebih rileks dan bugar
h. kosentrasi menjadi meningkat
i. memperbaiki kemampuan mengatasi stressor.
6. Spiritual
praktik berdoa, meditasi atau baca – bacaan keagamaan sudah terbukti dapat menggurangi stress. Aktifitas spiritual pun memberi efek positif bagi individu ( Dahl& O’Neal,1993). Young (1993), telah melakukan penelitian pada usia lansia bahwa praktik spiritual akan meningkatkan produktifitas dan kemampuan beradaptasi individu pada saat sakit kronis.
Jadi tidak ada salahnya kalau kita meluangkan waktu ditengah kesibukkan kita untuk menyebut nama- Nya dan sujud dihadapanya. Kepada siapa lagi kita memohon bantuan kalau bukan kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi.
Semua ini terlihat mudah untuk dikerjakan tapi sangat sulit untuk dilaksanakan. Semua ini tergantung kepada kita. Ini ada sedikit nasehat dari orang tua saya ketika kita sedang bergembira dan tertawa. Disebutkan ada 3 katagori orang tertawa, tertawa terbahak – bahak disebut iblis, tertawa – tawa meringkih adalah kuda dan tersenyum adalah ketawanya Nabi Muhammad SAW............moga kita menjadi orang yang berbahagia dan tersenyum layaknya Nabi Muhammad.SAW.
Dalam artikel terdahulu kita telah melihat bagaimana tubuh berespon terhadapa stress. Stress dibutuhkan oleh tubuh sebagai bentuk perlawanan terhadap suatu keadaan yang merugikan pada diri seseorang. Secara umum penatalaksanaan stress tergolong ke dalam promosi kesehatan yaitu mengurangi dampak stress pada kesehatan fisik maupun mental.
Yang termasuk penatalaksanaan stress secara umum :
1. Olahraga
olahraga teratur dapat meningkatkan tonus otot, mengontrol berat badan,mengurangi ketegangan dan meningkatkan relaksasi, mengurangi penyakit cardio vaskuler dan meningkatkan fungsinya. Mc Cubin & Mc Cubin (1993), telah menjelaskan bahwa olahraga akan meningkatkan pelepasan opiad endogen yang menciptakan perasaan senang dan gembira.
2. Humor
siapa yang tidak suka humor……..Hitler pun menyukai humor, sayangnya kita tidak pernah melihat bagaimana muka Hitler ketika tertawa, mungkin akan terlihat seperti pelawak Indonesia yang suka meniru kumisnya yang seutil tersebut. Hipotesis fisiologis menyatakan bahwa tertawa akan melepaskan endorphin kedalam sirkulasi dan perasaan stress pun akan hilang. Hal ini di dukung oleh Robinson (1990), Dahl & O’Neal (1993).,yang menyatakan bahwa kemampuan untuk menerapkan hal – hal yang lucu dan tertawa melenyapkan stress.
3. Nutrisi dan Diet
Bila kita berolahraga atau melakukan aktifitas sehari –hari, otomatis membutuhkan energi akan kita dapat melakukan hal tersebut,eneri kita dapatkan dari makanan yang kita makan……mungkin anak SD pun tahu tentang hal ini. Tapi ada yang tidak diketahui oleh Anak SD. Bahwa diet yang buruk dapat memperburuk respon terhadap stress yang berakibat individu akan mudah tersinggung,hiperaktif dan gelisah. Bagi yang menyukai kopi (Kafein) dan tinggi lemak semua hal tersebut akan menyebabkan gangguan fungsi metabolic.
4. Istirahat
Tubuh butuh istirahat, ketika seseorang tertidur semua sel – sel yang rusak akan diperbaiki dan diganti, akibatnya ketika bangun pagi tubuh akan terlihat lebih segar dan bersemangat. Seseorang yang mengalami stress sangat dianjurkan untuk meluangkan waktunya untuk tidur dan istirahat karena akan membantu seseorang menjadi lebih rileks secara mental.
5. Tehnik relaksasi
sudah banyak tenik relaksasi yang dibahas oleh para pakar untuk mengurangi stress. Stress akan menyebabkan ketegangan pada otot – otot, dengan melakukan relaksasi ketegangan diharapkan akan berkurang. Biasanya tehnik relaksasi membutuhkan waktu karena harus dipelajari terlebih dahulu.
Parameter fisioligis yang dapat diukur ketika seseorang telah terampil melakukan tehnik relaksasi:
a. menurunkan tekanan darah
b. menurunkan nadi
c. distritmia mejadi berkurang
d. mengurangi kebutuhan akan O2 dan Kosumsi O2
e. menurunkan ketegangan otot
f. menurunkan laju metabolik
g. kelihatan lebih rileks dan bugar
h. kosentrasi menjadi meningkat
i. memperbaiki kemampuan mengatasi stressor.
6. Spiritual
praktik berdoa, meditasi atau baca – bacaan keagamaan sudah terbukti dapat menggurangi stress. Aktifitas spiritual pun memberi efek positif bagi individu ( Dahl& O’Neal,1993). Young (1993), telah melakukan penelitian pada usia lansia bahwa praktik spiritual akan meningkatkan produktifitas dan kemampuan beradaptasi individu pada saat sakit kronis.
Jadi tidak ada salahnya kalau kita meluangkan waktu ditengah kesibukkan kita untuk menyebut nama- Nya dan sujud dihadapanya. Kepada siapa lagi kita memohon bantuan kalau bukan kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi.
Semua ini terlihat mudah untuk dikerjakan tapi sangat sulit untuk dilaksanakan. Semua ini tergantung kepada kita. Ini ada sedikit nasehat dari orang tua saya ketika kita sedang bergembira dan tertawa. Disebutkan ada 3 katagori orang tertawa, tertawa terbahak – bahak disebut iblis, tertawa – tawa meringkih adalah kuda dan tersenyum adalah ketawanya Nabi Muhammad SAW............moga kita menjadi orang yang berbahagia dan tersenyum layaknya Nabi Muhammad.SAW.
Friday, January 26, 2007
KENAPA RAMBUT BISA MENJADI PUTIH.
Kalau anda pernah menonton film Dalmatians,film yang bercerita tentang anjing bertutul yang berjumlah 100 ekor. Pasti anda memperhatikan bandit perempuan tersebut, dimana rambutnya ada yang berwarna yang posisi nya sangat “strategis”.
Sebenarnya apa yang menyebabkan rambut menjadi putih. Warna rambut selalu berhubungan dengan melanin. Melanin adalah pigmen pewarna yang diproduksi oleh sel melanosit yang ada di akar rambut. Melanosit inilah yang menentukan apakah rambut seseorang berwarna cokelat, pirang, ataukah hitam. Sebenarnya, ini tak beda dengan warna kulit. Kulit manusia yang berwarna putih, hitam, atau sawo matang bergantung pada melaninnya.
Dengan berjalannya waktu, uban akan tumbuh di kepala orang-orang berusia 50-an ke atas, karena di usia itu aktivitas dan kapasitas sel-sel tubuh menurun. Gejala ini disebut degenerasi sel-sel tubuh atau dikenal proses Aging (penuaan). Ketika itu terjadi, aktivitas sel melanosis juga ikut menurun dan secara bertahap akan pensiun total, produksi melanin terhambat, lalu berhenti diproduksi sama sekali. Efeknya, rambut yang semula berwarna gelap berubah menjadi putih.
Beberapa factor yang menyebabkan uban dini:
1.pengaruh genetic
2.autoimmune disorder
3.penyakit infeksi : herpes, vitiligo
4.penggunaan zat – zat kimia : obat pelurus rambut, keriting rambut,dll
5.stress
6.kekurangan vitamin B12 : anemia megaloblatik, biasanya terjadi uban pada anak – anak, akibat operasi pada lambung dan usus sehingga menganggu penyerapan vitamin tersebut.
Beberapa hal yang mesti diketahui oleh kita sebagai orang tua bahwa penggunaan obat – obat pewarna rambut pada usia dini ( anak – anak ) akan menyebabkan kanker pada usia dewasa. Bagi orang tua yang ingin rambut anaknya berwarna lain daripada yang lain, alangkah bijaksananya kalau kita menggunakan zat warna yang terbuat dari tumbuh – tumbuhan.
Beberapa cara untuk mengurangi uban pada usia dini :
1.jauhi stress yang berlebihan, orang yang sering berpikir keras membutuhkan pasokan makanan atau sumber energi lebih besar. Bila ini diabaikan, daya tahan tubuh akan menurun. Ujung-ujungnya proses degenerasi sel, di antaranya timbulnya uban, dapat terjadi.
2.selalu siapkan menu seimbang atau pola makan sehat, bila anda tidak mengetahui bagaimana pola menu sehat, anda dapat berkonsultasi dengan para ahli gizi yang sekarang telah ada di setiap rumah sakit dan klinik.
3.berhati – hatilah menggunakan zat pewarna rambut, jangan menggunakan bila kulit kepala sedang terinfeksi atau mengalami luka,karena zat kimia dari rambut akan masuk kedalam darah yang dapat meracuni anda. Alangkah naifnya kita kalau kita ingin dikatakan trendi tapi berakibat buruk bagi kesehatan.
4.jagalah selalu kebersihan kulit kepala, kulit kepala yang kotor dan jarang dibersihkan memudahkan hinggapnya jamur dan bakteri yang berakibat rusaknya sel rambut.
Tidak ada salahnya kalau kita sekarang kembali kealam atau istilah kerennya back to nature, karena yang diberikan oleh Sang Pencipta pasti lebih sempurna dari pada ciptaan manusia itu sendiri.
Kalau anda pernah menonton film Dalmatians,film yang bercerita tentang anjing bertutul yang berjumlah 100 ekor. Pasti anda memperhatikan bandit perempuan tersebut, dimana rambutnya ada yang berwarna yang posisi nya sangat “strategis”.
Sebenarnya apa yang menyebabkan rambut menjadi putih. Warna rambut selalu berhubungan dengan melanin. Melanin adalah pigmen pewarna yang diproduksi oleh sel melanosit yang ada di akar rambut. Melanosit inilah yang menentukan apakah rambut seseorang berwarna cokelat, pirang, ataukah hitam. Sebenarnya, ini tak beda dengan warna kulit. Kulit manusia yang berwarna putih, hitam, atau sawo matang bergantung pada melaninnya.
Dengan berjalannya waktu, uban akan tumbuh di kepala orang-orang berusia 50-an ke atas, karena di usia itu aktivitas dan kapasitas sel-sel tubuh menurun. Gejala ini disebut degenerasi sel-sel tubuh atau dikenal proses Aging (penuaan). Ketika itu terjadi, aktivitas sel melanosis juga ikut menurun dan secara bertahap akan pensiun total, produksi melanin terhambat, lalu berhenti diproduksi sama sekali. Efeknya, rambut yang semula berwarna gelap berubah menjadi putih.
Beberapa factor yang menyebabkan uban dini:
1.pengaruh genetic
2.autoimmune disorder
3.penyakit infeksi : herpes, vitiligo
4.penggunaan zat – zat kimia : obat pelurus rambut, keriting rambut,dll
5.stress
6.kekurangan vitamin B12 : anemia megaloblatik, biasanya terjadi uban pada anak – anak, akibat operasi pada lambung dan usus sehingga menganggu penyerapan vitamin tersebut.
Beberapa hal yang mesti diketahui oleh kita sebagai orang tua bahwa penggunaan obat – obat pewarna rambut pada usia dini ( anak – anak ) akan menyebabkan kanker pada usia dewasa. Bagi orang tua yang ingin rambut anaknya berwarna lain daripada yang lain, alangkah bijaksananya kalau kita menggunakan zat warna yang terbuat dari tumbuh – tumbuhan.
Beberapa cara untuk mengurangi uban pada usia dini :
1.jauhi stress yang berlebihan, orang yang sering berpikir keras membutuhkan pasokan makanan atau sumber energi lebih besar. Bila ini diabaikan, daya tahan tubuh akan menurun. Ujung-ujungnya proses degenerasi sel, di antaranya timbulnya uban, dapat terjadi.
2.selalu siapkan menu seimbang atau pola makan sehat, bila anda tidak mengetahui bagaimana pola menu sehat, anda dapat berkonsultasi dengan para ahli gizi yang sekarang telah ada di setiap rumah sakit dan klinik.
3.berhati – hatilah menggunakan zat pewarna rambut, jangan menggunakan bila kulit kepala sedang terinfeksi atau mengalami luka,karena zat kimia dari rambut akan masuk kedalam darah yang dapat meracuni anda. Alangkah naifnya kita kalau kita ingin dikatakan trendi tapi berakibat buruk bagi kesehatan.
4.jagalah selalu kebersihan kulit kepala, kulit kepala yang kotor dan jarang dibersihkan memudahkan hinggapnya jamur dan bakteri yang berakibat rusaknya sel rambut.
Tidak ada salahnya kalau kita sekarang kembali kealam atau istilah kerennya back to nature, karena yang diberikan oleh Sang Pencipta pasti lebih sempurna dari pada ciptaan manusia itu sendiri.
PRAKTIK KLINIS DI LINGKUNGAN KEPERAWATAN
Banyak perawat yang masih bingung apa yang mesti dilakukan setelah di izin kannya perawat untuk membuka praktik mandiri layaknya dokter dan bidan. Banyak perawat yang membuka praktik layaknya dokter sehingga menimbulkan citra bahwa sebenarnya praktik yang diberikan oleh perawat sama halnya dengan praktik yang dilakukan oleh medis. Ketika saya telah menyelesaikan sekolah keperawatan sampai jenjang sarjana ada pihak dari keluarga menanyakan, “apakah setelah kamu selesai pendidikan tersebut akan menjadi dokter?”. Bagi yang mengerti tentu menjawab bahwa masuk sekolah perawat otomatis lulus juga sebagai perawat. Mana mungkin masuk bebek keluarnya ayam.
Ini mencerminkan dimasyarakat bahwa pendidikan kesehatan yang tinggi hanya di miliki oleh medis, sedangkan keperawatan cukup sampai D3 saja. Ini disebabkan karena masih sulitnya masyarakat membedakan pelayanan yang diberikan oleh seorang sarjana S1 dan D3. apalagi dengan adanya program spesiasilasi, ini akan menambah bingungnya masyarakat terhadap pendidikan keperawatan. Karena dimasyarakat sudah melekat dalam – dalam bahwa yang namanya pelayanan kesehatan selalu berhubungan dengan obat, tanpa obat mungkin mereka mengira tidak akan sembuh. Pada hal tidak semua penyakit perlu diberi obat, contohnya saja flu.
Apa yang harus dilakukan oleh perawat ketika membuka praktik klinik mandiri tersebut,apakah harus memberi obat layaknya medis.saya pikir tentu tidak……..
Dinegara maju seperti Amerika, Canada,dan Australia,disana telah berkembang praktik keperawatan mandiri yang sangat pesat, mereka tidak menunngu pasien layaknya praktik dokter disini, tetapi mereka dihubungi oleh keluarga pasien untuk memberikan bantuan kesehatan dirumah atau dikenal dengan home visit. Sebenarnya inilah salah satu area praktik klinis perawat yang harus digeluti dengan optimal.
Saya berpikir seandainya home visit ini dapat berjalan, tidak mungkin ada pengangguran tenaga kesehatan terutama perawat yang berjumlah 125.000. dan tidak ada busung lapar yang diderita oleh anak – anak kita. Alangkah lucunya negeri yang katanya bila tongkat ditancapkan ketanah pun akan tumbuh dengan subur, masih dijumpai busung lapar.
Sudah saatnya perawat berbenah diri agar kejadian tersebut tidak terulangi lagi.
Ketika perawat membuka praktek klinik ada beberapa ketrampilan asuhan keperawatan yang mesti dikuasasi dalam memberikan asuhan keperawatan dirumah :
1. perawatan luka
semua perawat pasti mengetahui cara merawat luka,tetapi tidak semua perawat paham bagaimana merawat luka yang kompleks,luka yang kompleks biasanya dirawat diruang khusus atau unit tertentu, misalnya : unit perawatan luka bakar. Untuk perawat yang melakukan perawatan luka dirumah, perawat dituntut untuk mengetahui bagaimana balutan luka yang dipakai, melakukan irigasi luka, melakukan pengkajian terhadap drain, dan bila luka mengeluarkan pus apa yang mesti dilakukan oleh perawat.
2. Perawatan pernafasan
perawatan diunit intensive membutuhkan dana yang sangat besar, saking mahalnya perawatan di unit intensive terkadang ada yang memplesetkan nama unit tersebut menjadi expensive care unit. Sekarang masyarakat telah mengerti bahwa melakukan perawatan dirumah biasanya biaya lebih murah dan pasienpun merasa nyaman karena berada di lingkungan keluarganya masing – masing. Perasat yang dilakukan dirumah adalah: pengelolaan terapi O2, pemasangan ventilasi mekanik,perawatan tracheostomy dan suction ( pengisapan lender ).
3. Tanda – tanda Vital
Pasien yang menderita hipertensi seharusnya selalu melakukan control terhadap tekanan darahnya, apalagi bila mendapat obat penurun tekanan darah. Pemberian obat hipertensi tanpa melakukan cek tekanan darah, mempunyai resiko tersendiri bagi pasien yaitu dapat menimbulkan hipotensi, di sini dibutuhkan perawat yang mengelola perawatan pasien tersebut sehingga pemberian obat hipertensi dapat diberikan sesuai dengan tekanan darah atau dihentikan sementara bila tekanan darah berada dibawah normal. Keluarga pasien terkadang dapat diajarkan bgaimana melakukan pengukuran denyutan ( jika diperlukan).
4. Nutrisi
Siapa yang tidak kenal dengan nutrisi, semua orang tahu bahwa nutrisi penting untuk tubuh baik ketika sehat maupun pada saat sakit. Perawatan yang dilakukan dirumah adalah bagaimana seorang perawat melakukan pengkajian terhadap status nutrisi pasien, melakukan pemasangan pipa nasogastrik dan petunjuk diit yang dianjurkan.
5. Pengobatan
Pengobatan disini bukan berarti perawat menulis resep dan memberikan kepada pasien untuk ditebus ke apotik, bukan seperti itu……..pengobatan disini adalah bagaimana pasien mendapat informasi tentang obat yang dipakai atau diminum, dosis yang diberikan, efek samping yang timbul, dan memantau apakah obat yang telah diberikan memberi hasil yang optimal bagi pasien. Contohnya adalah pengobatan pada TB paru, bila tidak dikontrol oleh perawat dan keluarga pasien akan memberi hasil yang buruk bagi pasien itu sendiri.
6. terapi intravena
bagi pasien melakukan infuse dirumah lebih nyaman dibandingkan dirumah sakit. Perawat dapat melakukan penatalaksanaan dehidrasi, pemberian nutrisi parenteral, tranfusi darah, dan agens analgesic dan kemoterapi.
Semua tindakan diatas biasanya dilakukan oleh seorang perawat generalis karena ia seorang perawat yang menerapkan ketrampilan dan pengetahuan pada semua level umur dan masalah kesehatan pada cakupan yang luas.
Bagi sebahagian orang, mungkin apa yang tertulis disini terlihat biasa saja atau mungkin terlalu sederhana. Tetapi bagi saya yang telah menangani pasien – pasien yang melakukan perawatan dirumah, hal ini merupakan tantangan sendiri bagi kita sebagai perawat. Sehingga di tuntut untuk lebih jeli dan professional dalam bekerja. Bagi perawat yang belum bekerja tidak ada salahnya untuk mencoba apa yang telah saya lakukan, mungkin ini akan menjadi pengalaman tersendiri bagi anda….Selamat mencoba, semoga berhasil…….
Banyak perawat yang masih bingung apa yang mesti dilakukan setelah di izin kannya perawat untuk membuka praktik mandiri layaknya dokter dan bidan. Banyak perawat yang membuka praktik layaknya dokter sehingga menimbulkan citra bahwa sebenarnya praktik yang diberikan oleh perawat sama halnya dengan praktik yang dilakukan oleh medis. Ketika saya telah menyelesaikan sekolah keperawatan sampai jenjang sarjana ada pihak dari keluarga menanyakan, “apakah setelah kamu selesai pendidikan tersebut akan menjadi dokter?”. Bagi yang mengerti tentu menjawab bahwa masuk sekolah perawat otomatis lulus juga sebagai perawat. Mana mungkin masuk bebek keluarnya ayam.
Ini mencerminkan dimasyarakat bahwa pendidikan kesehatan yang tinggi hanya di miliki oleh medis, sedangkan keperawatan cukup sampai D3 saja. Ini disebabkan karena masih sulitnya masyarakat membedakan pelayanan yang diberikan oleh seorang sarjana S1 dan D3. apalagi dengan adanya program spesiasilasi, ini akan menambah bingungnya masyarakat terhadap pendidikan keperawatan. Karena dimasyarakat sudah melekat dalam – dalam bahwa yang namanya pelayanan kesehatan selalu berhubungan dengan obat, tanpa obat mungkin mereka mengira tidak akan sembuh. Pada hal tidak semua penyakit perlu diberi obat, contohnya saja flu.
Apa yang harus dilakukan oleh perawat ketika membuka praktik klinik mandiri tersebut,apakah harus memberi obat layaknya medis.saya pikir tentu tidak……..
Dinegara maju seperti Amerika, Canada,dan Australia,disana telah berkembang praktik keperawatan mandiri yang sangat pesat, mereka tidak menunngu pasien layaknya praktik dokter disini, tetapi mereka dihubungi oleh keluarga pasien untuk memberikan bantuan kesehatan dirumah atau dikenal dengan home visit. Sebenarnya inilah salah satu area praktik klinis perawat yang harus digeluti dengan optimal.
Saya berpikir seandainya home visit ini dapat berjalan, tidak mungkin ada pengangguran tenaga kesehatan terutama perawat yang berjumlah 125.000. dan tidak ada busung lapar yang diderita oleh anak – anak kita. Alangkah lucunya negeri yang katanya bila tongkat ditancapkan ketanah pun akan tumbuh dengan subur, masih dijumpai busung lapar.
Sudah saatnya perawat berbenah diri agar kejadian tersebut tidak terulangi lagi.
Ketika perawat membuka praktek klinik ada beberapa ketrampilan asuhan keperawatan yang mesti dikuasasi dalam memberikan asuhan keperawatan dirumah :
1. perawatan luka
semua perawat pasti mengetahui cara merawat luka,tetapi tidak semua perawat paham bagaimana merawat luka yang kompleks,luka yang kompleks biasanya dirawat diruang khusus atau unit tertentu, misalnya : unit perawatan luka bakar. Untuk perawat yang melakukan perawatan luka dirumah, perawat dituntut untuk mengetahui bagaimana balutan luka yang dipakai, melakukan irigasi luka, melakukan pengkajian terhadap drain, dan bila luka mengeluarkan pus apa yang mesti dilakukan oleh perawat.
2. Perawatan pernafasan
perawatan diunit intensive membutuhkan dana yang sangat besar, saking mahalnya perawatan di unit intensive terkadang ada yang memplesetkan nama unit tersebut menjadi expensive care unit. Sekarang masyarakat telah mengerti bahwa melakukan perawatan dirumah biasanya biaya lebih murah dan pasienpun merasa nyaman karena berada di lingkungan keluarganya masing – masing. Perasat yang dilakukan dirumah adalah: pengelolaan terapi O2, pemasangan ventilasi mekanik,perawatan tracheostomy dan suction ( pengisapan lender ).
3. Tanda – tanda Vital
Pasien yang menderita hipertensi seharusnya selalu melakukan control terhadap tekanan darahnya, apalagi bila mendapat obat penurun tekanan darah. Pemberian obat hipertensi tanpa melakukan cek tekanan darah, mempunyai resiko tersendiri bagi pasien yaitu dapat menimbulkan hipotensi, di sini dibutuhkan perawat yang mengelola perawatan pasien tersebut sehingga pemberian obat hipertensi dapat diberikan sesuai dengan tekanan darah atau dihentikan sementara bila tekanan darah berada dibawah normal. Keluarga pasien terkadang dapat diajarkan bgaimana melakukan pengukuran denyutan ( jika diperlukan).
4. Nutrisi
Siapa yang tidak kenal dengan nutrisi, semua orang tahu bahwa nutrisi penting untuk tubuh baik ketika sehat maupun pada saat sakit. Perawatan yang dilakukan dirumah adalah bagaimana seorang perawat melakukan pengkajian terhadap status nutrisi pasien, melakukan pemasangan pipa nasogastrik dan petunjuk diit yang dianjurkan.
5. Pengobatan
Pengobatan disini bukan berarti perawat menulis resep dan memberikan kepada pasien untuk ditebus ke apotik, bukan seperti itu……..pengobatan disini adalah bagaimana pasien mendapat informasi tentang obat yang dipakai atau diminum, dosis yang diberikan, efek samping yang timbul, dan memantau apakah obat yang telah diberikan memberi hasil yang optimal bagi pasien. Contohnya adalah pengobatan pada TB paru, bila tidak dikontrol oleh perawat dan keluarga pasien akan memberi hasil yang buruk bagi pasien itu sendiri.
6. terapi intravena
bagi pasien melakukan infuse dirumah lebih nyaman dibandingkan dirumah sakit. Perawat dapat melakukan penatalaksanaan dehidrasi, pemberian nutrisi parenteral, tranfusi darah, dan agens analgesic dan kemoterapi.
Semua tindakan diatas biasanya dilakukan oleh seorang perawat generalis karena ia seorang perawat yang menerapkan ketrampilan dan pengetahuan pada semua level umur dan masalah kesehatan pada cakupan yang luas.
Bagi sebahagian orang, mungkin apa yang tertulis disini terlihat biasa saja atau mungkin terlalu sederhana. Tetapi bagi saya yang telah menangani pasien – pasien yang melakukan perawatan dirumah, hal ini merupakan tantangan sendiri bagi kita sebagai perawat. Sehingga di tuntut untuk lebih jeli dan professional dalam bekerja. Bagi perawat yang belum bekerja tidak ada salahnya untuk mencoba apa yang telah saya lakukan, mungkin ini akan menjadi pengalaman tersendiri bagi anda….Selamat mencoba, semoga berhasil…….
Friday, January 19, 2007
PENDIDIKAN KEPERAWATAN DI INDONESIA: Pelayanan Di Masyarakat
Blog:hhtp://nursingbrainriza.blogspot.com
Anda kenal Indonesia. Ya pasti anda mengenal Indonesia yang terdiri dari berbagai pulau dengan beragam budayanya. Dimana pulau – pulau indonesia bak mahligai permata di khatulistiwa. Itu menurut para pujangga......mungkin pujangga lupa memberi nama setiap pulau sehingga pulau indonesia banyak yang hilang atau lenyap akibat pasirnya tergerus oleh orang indonesia sendiri. Indonesia merupakan negara yang besar dimana penduduknya menjadi no.5 terbanyak didunia setelah urutan pertama ditempati oleh Cina.
Penduduknya yang banyak otomatis memerlukan pelayanan kesehatan yang memadai, baik itu tenaga kesehatannya ataupun peralatannya. Di indonesia telah banyak berdiri sekolah keperawatan baik tingkat spesialis maupun tingkat diploma ,tingkat yang paling rendah jenjang pendidikannya. Banyak sekolah keperawatan telah meluluskan alumninya,mungkin ada yang ribuan mungkin saja ada yang puluhan,tergantung baik tidaknya mutu pendidikan yang di lihat oleh masyarakat.
Jujur saja banyak perawat yang berpendidikan S1 keperawatan yang masih bingung apa yang mesti dilakukannya dengan ijazah kesarjanaanya. Bahkan setelah selesai sarjana ada yang langsung menuju ke institusi pendidikan, untuk menjadi pengajar. Miris hati kita melihatnya.......Why......bila kita agak sedikit ke barat – baratan, bagaimana mungkin seseorang yang mungkin hanya mendapatkan ilmu dan skill di pendidikan mampu mengajar mahasiswa tentang skill yang mungkin hanya ia dapatkan dari praktek klinik yang tidak semua tindakan diperoleh ketika sedang terjun kelapangan.
Seorang tenaga medis umum yang melakukan coaching hampir 3 tahun saja, masih butuh bimbingan dari rekan senionya untuk terapi yang akan diberikan ke pasien. Sedangkan sarjana yang baru lulus tersebut dengan gagahnya mengajar murid – muridnya dengan aplikasi klinik yang belum memadai.
Pernah seorang mahasiswa meminta dosen pembimbing kliniknya untuk memperagakan bagaimana melakukan pemeriksaan fisik pada paru – paru. Alih – alih mendapat bimbingan dari sang dosen, dengan gampangnya dosen tersebut berkata “ lihat buku saja, saya hari ini terburu – buru karena ada rapat dengan pak direktur” dengan bersedih hati mahasiswa tersebut membaca buku tentang ketrampilan fisik. Mungkin si dosen lupa bahwa membaca buku sama dengan melihat dunia, tetapi melihat dunia tanpa melakukan suatu pekerjaan ibarat alunan musik yang tidak terdengar melodinya....sungguh pekerjaan yang sia –sia.
Di indonesia membuat sekolah keperawatan mudah, segampang membuka warung kopi dipingiran jalan. Alasannya sederhana, karena masih banyak peminatnya. Tapi pernah tidak sebuah institusi berpikir setelah meluluskan muridnya ada tanggung jawab yang mesti di pikul ketika si lulusan bekerja di semua fasilitas kesehatan. Pernah tidak dia membayangkan bagaimana, apakah lulusan tersebut mampu memberi pelayanan yang baik kepada masyarakat.......
Ketika pelayanan tersebut diberikan ketika ada anggota famili atau sanak saudaranya yang sakit, mulailah keluh kesah meluncur dari bibirnya yang manis dan munggil, mulailah ia mengatakan pelayanan di rumah sakit ini sangat buruk, perawat - perawatnya tidak becus merawat, anaknya setelah beberapa kali ditusuk baru bisa dipasang iv line, banyak lagi keluhan yang disampai oleh sang dosen tersebut. Apakah dia lupa inilah hasil buah karya nya selama ini. Bagaimana menanam begitulah hasil yang didapat. Baik dirawat hasil maksimal, buruk dirawat buruk pula yang di dapat. Ini merupakan hukum alam yang mungkin tidak terbantahkan.
Bukan tidak ada lulusan yang bagus dan pintar dalam memberi pelayanan, tetapi lulusan tersebut tidak sebanding dengan hasil yang ingin dirasakan oleh masyarakat. Akibatnya hanya segelintir orang yang mengatakan perawat itu pintar dan mahir dalam memberi pelayanan, sedangkan yang lain mengatakan bahwa perawat itu cerewet,judes dan galak.
Sudah saatnya pelayanan keperawatan dibenahi dan jangan selalu mengatakan bahwa perawat itu butuh uang dan uang…… bahasa halusnya kesejahteraan. Karena semua itu tidak menjamin pelayanan tersebut berlangsung dengan baik. Kenapa saya mengatakan seperti itu, tunjangan di suatu instansi x untuk perawatnya dua kali lipat dari gaji pegawai negerinya, tetapi apa yang didapat oleh masyarakat di daerah tersebut……pelayanan yang buruklah harus di dapat olehnya. Jadi belum tentu gaji baik berbanding lurus dengan pelayanan yang diberikan…..bila saya meminjam istilah fisika.
Menurut saya pendidikan lah yang mesti dibenahi dulu, kenapa karena semua tenaga yang bekerja berasal dari institusi pendidikan, tidak mungkin ada seorang yang melamar pekerjaan perawat pelaksana,spesialis,manager perawat atau apapun namanya tetapi tidak mempunyai ijazah tersebut….kedengaran tidak masuk akal kalau manager di instansi itu memperkerjakan orang yang tidak memiliki ijazah tersebut.
Tidak ada kata terlambat untuk kita membenahi semua hal tersebut. Yang terpenting adalah komitmen dan niat yang tulus serta usaha yang keras maka hal tersebut akan tercapai, ada baiknya kita melihat Cina yang dulu negera yang tidak diperhitungkan sekarang menjadi omongan dimana2, Malasia yang dulu banyak tenaga pengajarnya belajar ke sini sekarang malah sebaliknya. Sekali lagi tidak ada kata terlambat bagi kita yang mau berusaha........
Mungkin istilah lihat buku ini, baca buku itu mulai dikurangi.......yang ada hanyalah baca buku ini, baca itu..... tunjukkan di depan saya apa yang telah kamu baca....dan saya akan memperagakan di depan mu apa yang telah kamu lihat dibuku tersebut. Sudah saatnya dunia dilihat dari buku......dan dari buku lah kita dapat berbuat banyak bagi dunia........Dirjen telah mengayun tongkatnya, musik pun mengalun dengan merdu, tuk mengisi hari – hari yang indah tanpa keluh dan kesah.
Blog:hhtp://nursingbrainriza.blogspot.com
Anda kenal Indonesia. Ya pasti anda mengenal Indonesia yang terdiri dari berbagai pulau dengan beragam budayanya. Dimana pulau – pulau indonesia bak mahligai permata di khatulistiwa. Itu menurut para pujangga......mungkin pujangga lupa memberi nama setiap pulau sehingga pulau indonesia banyak yang hilang atau lenyap akibat pasirnya tergerus oleh orang indonesia sendiri. Indonesia merupakan negara yang besar dimana penduduknya menjadi no.5 terbanyak didunia setelah urutan pertama ditempati oleh Cina.
Penduduknya yang banyak otomatis memerlukan pelayanan kesehatan yang memadai, baik itu tenaga kesehatannya ataupun peralatannya. Di indonesia telah banyak berdiri sekolah keperawatan baik tingkat spesialis maupun tingkat diploma ,tingkat yang paling rendah jenjang pendidikannya. Banyak sekolah keperawatan telah meluluskan alumninya,mungkin ada yang ribuan mungkin saja ada yang puluhan,tergantung baik tidaknya mutu pendidikan yang di lihat oleh masyarakat.
Jujur saja banyak perawat yang berpendidikan S1 keperawatan yang masih bingung apa yang mesti dilakukannya dengan ijazah kesarjanaanya. Bahkan setelah selesai sarjana ada yang langsung menuju ke institusi pendidikan, untuk menjadi pengajar. Miris hati kita melihatnya.......Why......bila kita agak sedikit ke barat – baratan, bagaimana mungkin seseorang yang mungkin hanya mendapatkan ilmu dan skill di pendidikan mampu mengajar mahasiswa tentang skill yang mungkin hanya ia dapatkan dari praktek klinik yang tidak semua tindakan diperoleh ketika sedang terjun kelapangan.
Seorang tenaga medis umum yang melakukan coaching hampir 3 tahun saja, masih butuh bimbingan dari rekan senionya untuk terapi yang akan diberikan ke pasien. Sedangkan sarjana yang baru lulus tersebut dengan gagahnya mengajar murid – muridnya dengan aplikasi klinik yang belum memadai.
Pernah seorang mahasiswa meminta dosen pembimbing kliniknya untuk memperagakan bagaimana melakukan pemeriksaan fisik pada paru – paru. Alih – alih mendapat bimbingan dari sang dosen, dengan gampangnya dosen tersebut berkata “ lihat buku saja, saya hari ini terburu – buru karena ada rapat dengan pak direktur” dengan bersedih hati mahasiswa tersebut membaca buku tentang ketrampilan fisik. Mungkin si dosen lupa bahwa membaca buku sama dengan melihat dunia, tetapi melihat dunia tanpa melakukan suatu pekerjaan ibarat alunan musik yang tidak terdengar melodinya....sungguh pekerjaan yang sia –sia.
Di indonesia membuat sekolah keperawatan mudah, segampang membuka warung kopi dipingiran jalan. Alasannya sederhana, karena masih banyak peminatnya. Tapi pernah tidak sebuah institusi berpikir setelah meluluskan muridnya ada tanggung jawab yang mesti di pikul ketika si lulusan bekerja di semua fasilitas kesehatan. Pernah tidak dia membayangkan bagaimana, apakah lulusan tersebut mampu memberi pelayanan yang baik kepada masyarakat.......
Ketika pelayanan tersebut diberikan ketika ada anggota famili atau sanak saudaranya yang sakit, mulailah keluh kesah meluncur dari bibirnya yang manis dan munggil, mulailah ia mengatakan pelayanan di rumah sakit ini sangat buruk, perawat - perawatnya tidak becus merawat, anaknya setelah beberapa kali ditusuk baru bisa dipasang iv line, banyak lagi keluhan yang disampai oleh sang dosen tersebut. Apakah dia lupa inilah hasil buah karya nya selama ini. Bagaimana menanam begitulah hasil yang didapat. Baik dirawat hasil maksimal, buruk dirawat buruk pula yang di dapat. Ini merupakan hukum alam yang mungkin tidak terbantahkan.
Bukan tidak ada lulusan yang bagus dan pintar dalam memberi pelayanan, tetapi lulusan tersebut tidak sebanding dengan hasil yang ingin dirasakan oleh masyarakat. Akibatnya hanya segelintir orang yang mengatakan perawat itu pintar dan mahir dalam memberi pelayanan, sedangkan yang lain mengatakan bahwa perawat itu cerewet,judes dan galak.
Sudah saatnya pelayanan keperawatan dibenahi dan jangan selalu mengatakan bahwa perawat itu butuh uang dan uang…… bahasa halusnya kesejahteraan. Karena semua itu tidak menjamin pelayanan tersebut berlangsung dengan baik. Kenapa saya mengatakan seperti itu, tunjangan di suatu instansi x untuk perawatnya dua kali lipat dari gaji pegawai negerinya, tetapi apa yang didapat oleh masyarakat di daerah tersebut……pelayanan yang buruklah harus di dapat olehnya. Jadi belum tentu gaji baik berbanding lurus dengan pelayanan yang diberikan…..bila saya meminjam istilah fisika.
Menurut saya pendidikan lah yang mesti dibenahi dulu, kenapa karena semua tenaga yang bekerja berasal dari institusi pendidikan, tidak mungkin ada seorang yang melamar pekerjaan perawat pelaksana,spesialis,manager perawat atau apapun namanya tetapi tidak mempunyai ijazah tersebut….kedengaran tidak masuk akal kalau manager di instansi itu memperkerjakan orang yang tidak memiliki ijazah tersebut.
Tidak ada kata terlambat untuk kita membenahi semua hal tersebut. Yang terpenting adalah komitmen dan niat yang tulus serta usaha yang keras maka hal tersebut akan tercapai, ada baiknya kita melihat Cina yang dulu negera yang tidak diperhitungkan sekarang menjadi omongan dimana2, Malasia yang dulu banyak tenaga pengajarnya belajar ke sini sekarang malah sebaliknya. Sekali lagi tidak ada kata terlambat bagi kita yang mau berusaha........
Mungkin istilah lihat buku ini, baca buku itu mulai dikurangi.......yang ada hanyalah baca buku ini, baca itu..... tunjukkan di depan saya apa yang telah kamu baca....dan saya akan memperagakan di depan mu apa yang telah kamu lihat dibuku tersebut. Sudah saatnya dunia dilihat dari buku......dan dari buku lah kita dapat berbuat banyak bagi dunia........Dirjen telah mengayun tongkatnya, musik pun mengalun dengan merdu, tuk mengisi hari – hari yang indah tanpa keluh dan kesah.
Wednesday, January 17, 2007
PENANGGANAN PADA GIGITAN ULAR
Oleh: Riza
Secara garis besar ular berbisa dapat dikelompokkan kedalam 3 kelompok :
1. Colubridae ( mangroce cat snake, boiga dendrophilia,dll )
2. elapidae ( king cobra, blue coral snake,Sumatra spitting cobra, dll)
3. viperidae ( borneo green pit viper, Sumatran pit viper,dll )
pengelompokkan ini berguna bagi tenaga kesehatan untuk penanganan selanjutnya dalam pemberian anti venom sesuai dengan pengelompokkan tersebut.
Efek yang ditimbulkan akibat gigitan ular dapat dibagi 3 :
1. local efek
beberapa spesies seperti coral snakes, krait akan memberikan efek yang agak sulit di deteksi dan hanya bersifat minor tetapi beberapa spesies, gigitanya dapat menghasilkan efek yang cukup besar seperti : bengkak, melepuh,perdarahan,memar sampai dengan nekrosis.yang mesti diwaspadai adalah terjadinya shock hipovolemik sekunder yang diakibatkan oleh berpindah cairan vaskuler ke jaringan akibat pengaruh bisa ular tersebut.
2. general efek
gigitan ular ini akan menghasilkan efek sistemik yang non-spesifik seperti : nyeri kepala,mual dan muntah,nyeri perut, diare sampai pasien menjadi kolaps. Gejala yang ditemui seperti ini sebagai tanda bahaya bagi tenaga kesehatan unuk memberi petolongan segera.
3. Spesifik systemic efek
Dalam hal ini spesifik systemic efek dapat di bagi berdasarkan :
• Koagulopathy
Beberapa Spesies ular dapat menyebabkan terjadinya koagulopathy. Tanda – tanda klinis yang dapat ditemui adalah keluarnya darah terus menerus dari tempat gigitan,venipuncture, dari gusi, dan bila berkembang akan menimbulkan hematuria,haematomisis,melena dan batuk darah.
• Neurotoxic
Gigitan ular ini dapat menyebabkan terjadinya flaccid paralysis. Ini biasanya berbahaya bila terjadi paralysis pada pernafasan. Biasanya tanda – tanda yang pertama kali di jumpai adalah pada saraf cranial seperti ptosis,opthalmophlegia, progresif. bila tidak mendapat anti venom akan terjadi kelemahan anggota tubuh dan paralisis pernafasan. Biasaya full paralysis akan memakan waktu lebih kurang 12 jam, pada beberapa kasus biasanya menjadi lebih cepat, 3 jam setelah gigitan.
• Myotoxicity
Myotoxiticty hanya akan di temui bila seseorang diserang atau digigit oleh ular laut. Ular yang berada didaratan biasanya ditidak ada yang menyebabkan terjadinya myotoxicity berat. Tanda dan gejala adalah : nyeri otot,tenderness,myoglobinuria,dan berpotensi untuk terjadinya gagal ginjal, hiperkalemia dan cardiotoxicity.
Pertolongan pertama pada gigitan ular
- immobilisasi anggota tubuh yang digigit
- anjurkan pasien untuk tenang.
- bawa pasien yang mempunyai fasilitas kesehatan yang memadai.
Balut tekan tidak semua digunakan pada semua kasus gigitan ular.walaupun demikian , jika diketahui bahwa gigitan ular tersebut tidak termasuk kedalam non – necrotic spesies maka pressure immobilasi teknik dapat digunakan. Bila gigitannya disebabkan oleh King Kobra yang menyebabkan local necrosis yang biasanya tidak berat, tetapi dapat menyebabkan paralysis yang cepat dan berat, maka pressure immobilisasi methode mempunyai alasan untuk digunakan
Metode lama dalam pertolongaan pertama yang masih dipakai adalah memasang torniquet,suction dengan alat atau menggunakan mulut (biasanya terinspirasi dari menonton film yang bertemakan petualangan), pemberian bahan – bahan kimia yang semuanya sebenarnya merupakan kontra indikasi.
Seandainya bila anti venom tidak tersedia ditempat tersebut. ini tidak menjadi kendala asal luka telah dibersihkan.
Managemen untuk gigitan ular
1. selalu mengasumsikan bahwa semua gigitan ular dapat mengancam kehidupan.
2. bila melakukan triage kasus gigitan ular maka selalu dimasukkan kedalam katagori emergency.
3. pasang iv line pada semua kasus.
4. berhati – hati ketika memilih lokasi pemasangan iv line atau pengambilan sample darah pada kasus koagulopahty, yang betujuan untuk mencegah pendarahan. Khususnya pada pembuluh darah subclavia, jugular,femur.
5. hindari melakukan penyuntikan intra muscular jika memungkinkan terjadinya coagulopathy.
6. lakukan pemeriksaan whole blood clotting time ( WBCT)
7. jika terjadi gangguan pada pernafasan akibat paralysis, persiapkan untuk intubasi dan pemasangan ventilator eksternal.
8. jika terjadi shock, tangani dengan pemberian cairan.
tips yang dapat dilakukan:
- usahakan membunuh ular yang mengigit anda untuk memudahkan identifikasi ular dalam pemberian anti venom. Ketika membunuh ular tersebut jangan sampai anda tergigit lagi oleh ular tersebut.
- Untuk membedakan antara ular berbisa dengan tidak adalah dengan melihat bekas gigitan. Gigitan yang terdiri dari 2 lubang gigitan layaknya gigitan vampire menandakan ular tersebut memiliki racun (Bisa), sedangkan gigitan yang membentuk setengah lingkaran cenderung tidak berbisa.
Oleh: Riza
Secara garis besar ular berbisa dapat dikelompokkan kedalam 3 kelompok :
1. Colubridae ( mangroce cat snake, boiga dendrophilia,dll )
2. elapidae ( king cobra, blue coral snake,Sumatra spitting cobra, dll)
3. viperidae ( borneo green pit viper, Sumatran pit viper,dll )
pengelompokkan ini berguna bagi tenaga kesehatan untuk penanganan selanjutnya dalam pemberian anti venom sesuai dengan pengelompokkan tersebut.
Efek yang ditimbulkan akibat gigitan ular dapat dibagi 3 :
1. local efek
beberapa spesies seperti coral snakes, krait akan memberikan efek yang agak sulit di deteksi dan hanya bersifat minor tetapi beberapa spesies, gigitanya dapat menghasilkan efek yang cukup besar seperti : bengkak, melepuh,perdarahan,memar sampai dengan nekrosis.yang mesti diwaspadai adalah terjadinya shock hipovolemik sekunder yang diakibatkan oleh berpindah cairan vaskuler ke jaringan akibat pengaruh bisa ular tersebut.
2. general efek
gigitan ular ini akan menghasilkan efek sistemik yang non-spesifik seperti : nyeri kepala,mual dan muntah,nyeri perut, diare sampai pasien menjadi kolaps. Gejala yang ditemui seperti ini sebagai tanda bahaya bagi tenaga kesehatan unuk memberi petolongan segera.
3. Spesifik systemic efek
Dalam hal ini spesifik systemic efek dapat di bagi berdasarkan :
• Koagulopathy
Beberapa Spesies ular dapat menyebabkan terjadinya koagulopathy. Tanda – tanda klinis yang dapat ditemui adalah keluarnya darah terus menerus dari tempat gigitan,venipuncture, dari gusi, dan bila berkembang akan menimbulkan hematuria,haematomisis,melena dan batuk darah.
• Neurotoxic
Gigitan ular ini dapat menyebabkan terjadinya flaccid paralysis. Ini biasanya berbahaya bila terjadi paralysis pada pernafasan. Biasanya tanda – tanda yang pertama kali di jumpai adalah pada saraf cranial seperti ptosis,opthalmophlegia, progresif. bila tidak mendapat anti venom akan terjadi kelemahan anggota tubuh dan paralisis pernafasan. Biasaya full paralysis akan memakan waktu lebih kurang 12 jam, pada beberapa kasus biasanya menjadi lebih cepat, 3 jam setelah gigitan.
• Myotoxicity
Myotoxiticty hanya akan di temui bila seseorang diserang atau digigit oleh ular laut. Ular yang berada didaratan biasanya ditidak ada yang menyebabkan terjadinya myotoxicity berat. Tanda dan gejala adalah : nyeri otot,tenderness,myoglobinuria,dan berpotensi untuk terjadinya gagal ginjal, hiperkalemia dan cardiotoxicity.
Pertolongan pertama pada gigitan ular
- immobilisasi anggota tubuh yang digigit
- anjurkan pasien untuk tenang.
- bawa pasien yang mempunyai fasilitas kesehatan yang memadai.
Balut tekan tidak semua digunakan pada semua kasus gigitan ular.walaupun demikian , jika diketahui bahwa gigitan ular tersebut tidak termasuk kedalam non – necrotic spesies maka pressure immobilasi teknik dapat digunakan. Bila gigitannya disebabkan oleh King Kobra yang menyebabkan local necrosis yang biasanya tidak berat, tetapi dapat menyebabkan paralysis yang cepat dan berat, maka pressure immobilisasi methode mempunyai alasan untuk digunakan
Metode lama dalam pertolongaan pertama yang masih dipakai adalah memasang torniquet,suction dengan alat atau menggunakan mulut (biasanya terinspirasi dari menonton film yang bertemakan petualangan), pemberian bahan – bahan kimia yang semuanya sebenarnya merupakan kontra indikasi.
Seandainya bila anti venom tidak tersedia ditempat tersebut. ini tidak menjadi kendala asal luka telah dibersihkan.
Managemen untuk gigitan ular
1. selalu mengasumsikan bahwa semua gigitan ular dapat mengancam kehidupan.
2. bila melakukan triage kasus gigitan ular maka selalu dimasukkan kedalam katagori emergency.
3. pasang iv line pada semua kasus.
4. berhati – hati ketika memilih lokasi pemasangan iv line atau pengambilan sample darah pada kasus koagulopahty, yang betujuan untuk mencegah pendarahan. Khususnya pada pembuluh darah subclavia, jugular,femur.
5. hindari melakukan penyuntikan intra muscular jika memungkinkan terjadinya coagulopathy.
6. lakukan pemeriksaan whole blood clotting time ( WBCT)
7. jika terjadi gangguan pada pernafasan akibat paralysis, persiapkan untuk intubasi dan pemasangan ventilator eksternal.
8. jika terjadi shock, tangani dengan pemberian cairan.
tips yang dapat dilakukan:
- usahakan membunuh ular yang mengigit anda untuk memudahkan identifikasi ular dalam pemberian anti venom. Ketika membunuh ular tersebut jangan sampai anda tergigit lagi oleh ular tersebut.
- Untuk membedakan antara ular berbisa dengan tidak adalah dengan melihat bekas gigitan. Gigitan yang terdiri dari 2 lubang gigitan layaknya gigitan vampire menandakan ular tersebut memiliki racun (Bisa), sedangkan gigitan yang membentuk setengah lingkaran cenderung tidak berbisa.
Subscribe to:
Posts (Atom)