Saturday, June 30, 2007

Stroke Mengancam Usia Produktif



Masih ingat dengan Meutia Kasim? Meutia Kasim adalah selebritis yang pernah menjadi juri di ajang Indonesian Idol 1 dan 2. Namun, Meutia tidak bisa menuntaskan perannya sebagai juri di Indonesian Idol 2 karena sakit. Meutia terkena serangan stroke perdarahan (hemorrhagic stroke subarachnoid) pada usianya yang ke-36 tahun 2005 lalu. Memang saat itu, Meuthia sangat sibuk dengan pekerjaannya sampai kurang memperhatikan kesehatan.

Dulu penyakit stroke hanya menyerang kaum lanjut usia (lansia). Seiring dengan berjalannya waktu, kini ada kecenderungan bahwa stroke mengancam usia produktif bahkan di bawah usia 45 tahun. Penyakit stroke pun ternyata bisa menyerang siapa saja tanpa memandang jabatan ataupun tingkatan sosial ekonomi.

Berikut ini beberapa fakta dan ulasan yang perlu Anda ketahui agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman stroke pada usia produktif:

1. Stroke, Pembunuh No.3 di Indonesia
2. Mengenali Jenis - Jenis Stroke
3. Ketahui Faktor Risiko Stroke
4. Membaca Gejala Stroke
5. Mendiagnosis Stroke
6. Penanganan Stroke
7. Masih Ada Harapan Sembuh
8. Lifestyle, si pencetus stroke
9. Expert Review tentang stroke

Stroke, Pembunuh No.3 di Indonesia
Kasus stroke meningkat di negara maju seperti Amerika dimana kegemukan dan junk food telah mewabah. Berdasarkan data statistik di Amerika, setiap tahun terjadi 750.000 kasus stroke baru di Amerika. Dari data tersebut menunjukkan bahwa setiap 45 menit, ada satu orang di Amerika yang terkena serangan stroke.

Menurut Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki), terdapat kecenderungan meningkatnya jumlah penyandang stroke di Indonesia dalam dasawarsa terakhir. Kecenderungannya menyerang generasi muda yang masih produktif. Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga.

Tidak dapat dipungkiri bahwa peningkatan jumlah penderita stroke di Indonesia identik dengan wabah kegemukan akibat pola makan kaya lemak atau kolesterol yang melanda di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.

Di Indonesia, stroke merupakan penyakit nomor tiga yang mematikan setelah jantung dan kanker. Bahkan, menurut survei tahun 2004, stroke merupakan pembunuh no.1 di RS Pemerintah di seluruh penjuru Indonesia.

Diperkirakan ada 500.000 penduduk yang terkena stroke. Dari jumlah tersebut, sepertiganya bisa pulih kembali, sepertiga lainnya mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang dan sepertiga sisanya mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus di kasur.

Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. WHO mendefinisikan bahwa stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain dari itu.

Mengenali Jenis-jenis Stroke
Stroke dibagi menjadi dua jenis yaitu stroke iskemik maupun stroke hemorragik. Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis (penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah) atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah ke otak. Hampir sebagian besar pasien atau sebesar 83% mengalami stroke jenis ini.

Pada stroke hemorragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Hampir 70 persen kasus stroke hemorrhagik terjadi pada penderita hipertensi.

Pada stroke iskemik, penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah arteri yang menuju ke otak. Darah ke otak disuplai oleh dua arteria karotis interna dan dua arteri vertebralis. Arteri-arteri ini merupakan cabang dari lengkung aorta jantung.

Suatu ateroma (endapan lemak) bisa terbentuk di dalam pembuluh darah arteri karotis sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah. Keadaan ini sangat serius karena setiap pembuluh darah arteri karotis dalam keadaan normal memberikan darah ke sebagian besar otak. Endapan lemak juga bisa terlepas dari dinding arteri dan mengalir di dalam darah, kemudian menyumbat arteri yang lebih kecil.

Pembuluh darah arteri karotis dan arteri vertebralis beserta percabangannya bisa juga tersumbat karena adanya bekuan darah yang berasal dari tempat lain, misalnya dari jantung atau satu katupnya. Stroke semacam ini disebut emboli serebral (emboli = sumbatan, serebral = pembuluh darah otak) yang paling sering terjadi pada penderita yang baru menjalani pembedahan jantung dan penderita kelainan katup jantung atau gangguan irama jantung (terutama fibrilasi atrium).

Emboli lemak jarang menyebabkan stroke. Emboli lemak terbentuk jika lemak dari sumsum tulang yang pecah dilepaskan ke dalam aliran darah dan akhirnya bergabung di dalam sebuah arteri.

Stroke juga bisa terjadi bila suatu peradangan atau infeksi menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menuju ke otak. Obat-obatan (misalnya kokain dan amfetamin) juga bisa mempersempit pembuluh darah di otak dan menyebabkan stroke.

Penurunan tekanan darah yang tiba-tiba bisa menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak, yang biasanya menyebabkan seseorang pingsan. Stroke bisa terjadi jika tekanan darah rendahnya sangat berat dan menahun. Hal ini terjadi jika seseorang mengalami kehilangan darah yang banyak karena cedera atau pembedahan, serangan jantung atau irama jantung yang abnormal.

Ketahui Faktor Risiko Stroke
Penyakit atau keadaan yang menyebabkan atau memperparah stroke disebut dengan Faktor Risiko Stroke. Penyakit tersebut di atas antara lain Hipertensi, Penyakit Jantung, Diabetes Mellitus, Hiperlipidemia (peninggian kadar lipid dalam darah). Keadaan yang dapat menyebabkan stroke adalah usia lanjut, obesitas, merokok, suku bangsa (negro/spanyol), jenis kelamin (pria), kurang olah raga.

Membaca Gejala Stroke
Sebagian besar kasus stroke terjadi secara mendadak, sangat cepat dan menyebabkan kerusakan otak dalam beberapa menit (completed stroke). Kemudian stroke menjadi bertambah buruk dalam beberapa jam sampai 1-2 hari akibat bertambah luasnya jaringan otak yang mati (stroke in evolution).

Perkembangan penyakit biasanya (tetapi tidak selalu) diselingi dengan periode stabil, dimana perluasan jaringan yang mati berhenti sementara atau terjadi beberapa perbaikan. Gejala stroke yang muncul pun tergantung dari bagian otak yang terkena.

Membaca isyarat stroke dapat dilakukan dengan mengamati beberapa gejala stroke berikut:

Kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh.
Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran.
Penglihatan ganda.
Pusing.
Bicara tidak jelas (rero).
Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat.
Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh.
Pergerakan yang tidak biasa.
Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih.
Ketidakseimbangan dan terjatuh.
Pingsan.
Kelainan neurologis yang terjadi akibat serangan stroke bisa lebih berat atau lebih luas, berhubungan dengan koma atau stupor dan sifatnya menetap. Selain itu, stroke bisa menyebabkan depresi atau ketidakmampuan untuk mengendalikan emosi.

Stroke juga bisa menyebabkan edema atau pembengkakan otak. Hal ini berbahaya karena ruang dalam tengkorak sangat terbatas. Tekanan yang timbul bisa lebih jauh merusak jaringan otak dan memperburuk kelainan neurologis, meskipun strokenya sendiri tidak bertambah luas.

Mendiagnosis Stroke
Diagnosis stroke biasanya ditegakkan berdasarkan perjalanan penyakit dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik dapat membantu menentukan lokasi kerusakan pada otak. Ada dua jenis teknik pemeriksaan imaging (pencitraan) untuk mengevaluasi kasus stroke atau penyakit pembuluh darah otak (Cerebrovascular Disease/CVD), yaitu Computed Tomography (CT scan) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI).

CT scan diketahui sebagai pendeteksi imaging yang paling mudah, cepat dan relatif murah untuk kasus stroke. Namun dalam beberapa hal, CT scan kurang sensitif dibanding dengan MRI, misalnya pada kasus stroke hiperakut.

Untuk memperkuat diagnosis biasanya dilakukan pemeriksaan CT scan atau MRI. Kedua pemeriksaan tersebut juga bisa membantu menentukan penyebab dari stroke, apakah perdarahan atau tumor otak. Kadang dilakukan angiografi yaitu penentuan susunan pembuluh darah/getah bening melalui kapilaroskopi atau fluoroskopi.

Penanganan Stroke
Jika mengalami serangan stroke, segera dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah penyebabnya bekuan darah atau perdarahan yang tidak bisa diatasi dengan obat penghancur bekuan darah.

Penelitian terakhir menunjukkan bahwa kelumpuhan dan gejala lainnya bisa dicegah atau dipulihkan jika recombinant tissue plasminogen activator (RTPA) atau streptokinase yang berfungsi menghancurkan bekuan darah diberikan dalam waktu 3 jam setelah timbulnya stroke.

Antikoagulan juga biasanya tidak diberikan kepada penderita tekanan darah tinggi dan tidak pernah diberikan kepada penderita dengan perdarahan otak karena akan menambah risiko terjadinya perdarahan ke dalam otak.

Penderita stroke biasanya diberikan oksigen dan dipasang infus untuk memasukkan cairan dan zat makanan. Pada stroke in evolution diberikan antikoagulan (misalnya heparin), tetapi obat ini tidak diberikan jika telah terjadi completed stroke.

Pada completed stroke, beberapa jaringan otak telah mati. Memperbaiki aliran darah ke daerah tersebut tidak akan dapat mengembalikan fungsinya. Karena itu biasanya tidak dilakukan pembedahan.

Pengangkatan sumbatan pembuluh darah yang dilakukan setelah stroke ringan atau transient ischemic attack, ternyata bisa mengurangi risiko terjadinya stroke di masa yang akan datang. Sekitar 24,5% pasien mengalami stroke berulang.

Untuk mengurangi pembengkakan dan tekanan di dalam otak pada penderita stroke akut, biasanya diberikan manitol atau kortikosteroid. Penderita stroke yang sangat berat mungkin memerlukan respirator (alat bantu bernapas) untuk mempertahankan pernafasan yang adekuat. Di samping itu, perlu perhatian khusus kepada fungsi kandung kemih, saluran pencernaan dan kulit (untuk mencegah timbulnya luka di kulit karena penekanan).

Stroke biasanya tidak berdiri sendiri, sehingga bila ada kelainan fisiologis yang menyertai harus diobati misalnya gagal jantung, irama jantung yang tidak teratur, tekanan darah tinggi dan infeksi paru-paru. Setelah serangan stroke, biasanya terjadi perubahan suasana hati (terutama depresi), yang bisa diatasi dengan obat-obatan atau terapi psikis.

Masih Ada Harapan Untuk Sembuh
Ada sekitar 30%-40% penderita stroke yang masih dapat sembuh secara sempurna asalkan ditangani dalam jangka waktu 6 jam atau kurang dari itu. Hal ini penting agar penderita tidak mengalami kecacatan. Kalaupun ada gejala sisa seperti jalannya pincang atau berbicaranya pelo, namun gejala sisa ini masih bisa disembuhkan.

Sayangnya, sebagian besar penderita stroke baru datang ke rumah sakit 48-72 jam setelah terjadinya serangan. Bila demikian, tindakan yang perlu dilakukan adalah pemulihan. Tindakan pemulihan ini penting untuk mengurangi komplikasi akibat stroke dan berupaya mengembalikan keadaan penderita kembali normal seperti sebelum serangan stroke.

Upaya untuk memulihkan kondisi kesehatan penderita stroke sebaiknya dilakukan secepat mungkin, idealnya dimulai 4-5 hari setelah kondisi pasien stabil. Tiap pasien membutuhkan penanganan yang berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan pasien. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 6-12 bulan.

Life style, Pencetus Stroke Usia Produktif
Usia merupakan faktor risiko stroke, semakin tua usia maka risiko terkena strokenya pun semakin tinggi. Namun, sekarang kaum usia produktif perlu waspada terhadap ancaman stroke. Pada usia produktif, stroke dapat menyerang terutama pada mereka yang gemar mengkonsumsi makanan berlemak dan narkoba (walau belum memiliki angka yang pasti).

Life style alias gaya hidup selalu menjadi kambing hitam berbagai penyakit yang menyerang usia produktif. Generasi muda sering menerapkan pola makan yang tidak sehat dengan seringnya mengkonsumsi makanan siap saji yang sarat dengan lemak dan kolesterol tapi rendah serat.

Generasi muda yang perjalanan hidupnya masih panjang untuk mampu berkiprah dan bersaing dengan sumber daya manusia lain dari luar negeri. Kecacatan yang mereka sandang akibat serangan stroke, bukan hanya menjadi beban keluarga, tapi juga beban masyarakat secara umum.

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Selagi stroke masih bisa dicegah, kenapa tidak mencoba?

Pertama, dengan menjalankan perilaku hidup sehat sejak dini. Kedua, pengendalian faktor-faktor risiko secara optimal harus dijalankan. Ketiga, melakukan medical check up secara rutin dan berkala dan si pasien harus mengenali tanda-tanda dini stroke.

Untuk mencegah "the silent killer" ini maka seseorang dianjurkan untuk mengurangi rokok, melakukan olah raga teratur, membatasi minuman beralkohol, dan menghindari stres berlebihan.

Expert Review
Prof. Dr. H. Jusuf Misbach, SpS (K), FAAN yang kini menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) menjelaskan bahwa serangan stroke timbulnya mendadak tanpa peringatan. Namun, sebenarnya ada yang bisa dijadikan tanda yaitu penyakit-penyakit dan kondisi tertentu yang termasuk ke dalam faktor risiko stroke.

Penyakit-penyakit yang termasuk ke dalam risiko stroke adalah hipertensi, penyakit jantung, diabetes mellitus, hiperlipidemia (peninggian kadar lipid dalam darah). Usia lanjut, obesitas, merokok, suku bangsa termasuk dalam kondisi tertentu yang merupakan risiko stroke.

"Kadar kolesterol yang tinggi (hiperkolesterol) memang merupakan faktor risiko stroke karena memperburuk proses arteriosklerotik, yaitu mempertebal dan merusak dinding pembuluh darah secara berangsur-angsur," ungkap Prof. Jusuf Misbach. Jadi, makanan-makanan yang kaya kolesterol seperti junk food dapat membahayakan dan mempercepat kemungkinan timbulnya stroke.

Usia merupakan faktor risiko stroke karena proses penuaan terjadi pada semua organ tubuh termasuk pembuluh darah otak yang menjadi rapuh. Di Indonesia ternyata stroke timbul banyak pada usia di bawah 45 tahun, dimana karir sedang menanjak.

Demikian pula pada usia 45-60 tahun dimana seseorang sedang berada pada puncak karirnya. "Jika terkena stroke, penyakit dengan angka presentasi kecacatan terbesar, maka habislah karirnya," tambah Prof Jusuf Misbach.

Masyarakat tidak menyadari bahwa angka kematian stroke di Indonesia sangat tinggi, dimana sekitar seperempatnya meninggal dunia. Untuk mencegah kecacatan atau kelumpuhan pada serangan stroke, disuntikan recombinant tissue plasminogen activator kurang dari 3 jam.

Prof. Jusuf Misbach mengatakan bahwa menurut data dari seluruh dunia termasuk Indonesia, perawatan di Unit Stroke dapat menurunkan angka kematian, memperpendek masa perawatan di Rumah Sakit, dan memperbaiki kualitas hidup. Unit Stroke terdiri dari berbagai dokter ahli (multidisipliner) seperti spesialis saraf, spesialis penyakit dalam (diabetes mellitus, jantung), spesialis bedah, dan psikiater.

Penderita stroke akan menjalani tahap neuro restorasi setelah fase akut dan sub akut stroke terlewati. Dalam tahap ini penderita harus minum obat untuk mengendalikan faktor risiko dan menjalani fisioterapi untuk mengembalikan kemampuan tubuh seperti semula.

Bahaya yang menghantui penderita stroke adalah serangan stroke berulang yang dapat fatal atau kwalitas hidup yang lebih buruk dari serangan pertama. Bahkan ada pasien Prof Jusuf Misbach yang mengalami serangan stroke sebanyak 6-7 kali. Hal ini disebabkan pasien tersebut tidak mengendalikan faktor risiko stroke.

Disamping itu beban pengobatan dan rawat jalan sangat memberatkan ekonomi keluarga karena kepala keluarga tak mampu bekerja lagi. Apalagi pengobatan faktor risiko harus diteruskan seumur hidup.

Jangan tunggu sampai terjadi serangan stroke, lebih baik melakukan deteksi dini akan faktor risiko stroke untuk menghindari stroke. Memeriksakan diri ke dokter untuk mendeteksi adanya faktor-faktor risiko stroke yang dapat dikendalikan misalnya hipertensi, diabetes, merokok, penyakit jantung, kolesterol dan trigliserida yang tinggi, kegemukan. Semua faktor risiko dapat dikendalikan kecuali usia, suku bangsa dan gender.

Prof. Jusuf Misbach juga menyebutkan bahwa olahraga dan kehidupan beragama yang sungguh-sungguh juga tak kalah pentingnya, karena selain menghilangkan stres juga menyehatkan lahir-batin.

Ahli jantung dari RS Jantung Nasional Harapan Kita, Prof. Dr. Harmani Kalim, MPH, SpJP (K), FIHA, FASCC, menjelaskan bahwa penyakit jantung erat kaitannya dengan stroke karena memiliki penyebab yang sama yaitu hiperkolesterol. Pada penderita jantung, risiko stroke akan meningkat. Demikian sebaliknya, penderita stroke memiliki risiko penyakit jantung yang meningkat pula.

Kendalikan faktor risiko penyakit seperti kadar kolesterol, kadar gula, kadar lemak agar tidak berkembang menjadi stroke. Biasanya diberikan obat pengencer darah yaitu asetosal, obat penurun kadar kolesterol dari golongan statin seperti simvastatin, atorvastatin, lovastatin, dll.

Hiperkolesterol menyebabkan terjadinya gangguan pembuluh darah yang paling umum yaitu aterosklerosis. Gejala aterosklerosis adalah bentuk arteriosklerosis dengan timbunan zat lemak di dalam dan di bawah lapisan intima dinding pembuluh arteri besar dan sedang, yaitu pembuluh serebral, vetebral, koroner, renal, aorta dan pembuluh di tungkai.

Prof. Harmani Kalim memberitahukan bahwa ada upaya pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit jantung koroner dan stroke. Upaya pencegahan dibagi menjadi primer dan sekunder. Pencegahan primer dapat dilakukan pada orang yang belum pernah mengalami aterosklerosis. Caranya dengan cara ubah gaya hidup, olahraga, kurangi stres, tambah serta kurangi kolesterol dan berhenti merokok.

Pencegahan sekunder dapat dilakukan bila sudah terjadi gejala klinik aterosklerosis disebut dengan singkatan ABCDEFG yaitu:

A Asetosal, ace-inhibitor, antikoagulan: minum obat-obatan untuk kendalikan penyakit faktor risiko.
B Beta blocker, body weight reduction: minum obat dan menurunkan berat badan.
C Cholesterol control & cigarette smoking cessation: kendalikan kolesterol & berhenti merokok.
D Diabetes control & diet: kendalikan diabetes dan makanan.
E Exercise & education: olahraga dan menambah pengetahuan.
F Family support: dukungan keluarga.
G Glucose oxidation preservation: memelihara oksidasi glukosa tubuh.
Sesibuk apa pun kita pada usia produktif, tetap harus menjaga kesehatan. Jika hanya berjuang mengejar karir tanpa memperhatikan kesehatan, maka usaha tersebut akan sia-sia bila kemudian di puncak karir terkena serangan stroke.

Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga. Jadi, jangan tidak peduli akan ancaman stroke, melainkan hadapi dengan mulai menjalankan gaya hidup yang sehat.

sumber.http://www.medicastore.com
Pergelangan Kaki Yang Terkilir


DEFINISI
Pergelangan kaki yang terkilir merupakan suatu cedera pada ligamen di pergelangan kaki.
Ligamen adalah jaringan elastik yang kuat, yang menghubungkan tulang yang satu dengan tulang lainnya.

PENYEBAB
Setiap ligamen di pergelangan kaki bisa mengalami cedera.
Terkilir terjadi karena pergelangan kaki terputar sehingga telapak kaki menghadap ke kaki yang lain.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko terkilirnya pergelangan kaki adalah:
- longgarnya ligamen di pergelangan kaki
- kelemahan atau kerusakan pada saraf dari otot-otot tungkai
- jenis sepatu tertentu (misalnya sepatu tumit tinggi)
- pola berjalan tertentu yang cenderung memungkinkan kaki terputar.

GEJALA
Beratnya terkilir tergantung kepada beratnya peregangan atau robeknya ligamen:

Derajat 1 : Terkilir ringan.
Ligamen teregang tetapi tidak mengalami robekan.
Pergelangan kaki biasanya tidak terlalu membengkak, tetapi terkilir yang sifatnya ringan bisa meningkatkan resiko terjadinya cedera ulang.


Derajat 2 : Terkilir sedang.
Sebagian ligamen mengalami robekan.
Pembengkakkan dan memar tampak dengan jelas, dan penderita mengalami kesulitan dalam berjalan dan biasanya berjalan menimbulkan rasa nyeri.


Derajat 3 : Terkilir berat.
Ligamen mengalami robekan total, sehingga terjadi pembengkakan dan kadang perdarahan dibawah kulit. Akibatnya pergelangan kaki menjadi tidak stabil dan tidak mampu menahan beban.


KOMPLIKASI

Kadang pada terkilir sedang atau terkilir berat bisa timbul masalah meskipun ligamennya telah membaik.

Suatu nodul (benjolan) kecil bisa timbul di salah satu ligamen pergelangan kaki dan menyebabkan gesekan yang menetap di dalam sendi, sehingga terjadi peradangan menahun dan pada akhirnya bisa menyebabkan kerusakan menetap.
Penyuntikkan suatu campuran kortikosteroid ke dalam pergelangan kaki bisa mengurangi peradangan dan pemberikan obat bius lokal untuk mematikan rasa seringkali mendatangkan perbaikan.
Jarang diperlukan tindakan pembedahan.

Sebuah saraf yang berjalan diatas salah satu ligamen pergelangan kaki juga bisa mengalami kerusakan.
Akibatnya terjadi nyeri dan kesemutan (neuralgia).
Untuk mengatasinya bisa diberikan suntikan obat bius lokal.

Penderita seringkali berjalan dengan menggunakan tendon (jaringan kuat dan lentur yang menghubungkan otot dengan tulang atau otot dengan otot) di pergelangan kaki bagian luar secara berlebihan sehingga terjadi peradangan.
Keadaan ini disebut tenosinovitis peronealis, yang bisa menyebabkan pembengkakan dan nyeri tekan di pergelangan kaki bagian luar.
Digunakan bantalan pergelangan kaki untuk membatasi pergerakan dari sendi pergelangan kaki.
Suntikan kortison ke dalam pembungkus tendon juga bisa dilakukan, tetapi tidak boleh berlebihan.

Kadang goncangan dari terkilir yang berat menyebabkan terjadinya kejang pada pembuluh darah di pergelangan kaki sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah.
Akibatnya tulang dan jaringan lainnya bisa mengalami kerusakan karena kekurangan darah.
Keadaan ini disebut distrofi refleks simpatis atau atrofi Suddeck, yang bisa menyebabkan nyeri dan pembengkakan kaki.
Nyeri seringkali sangat hebat dan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya di pergelangan kaki dan kaki.
Penderita menjalani terapi fisik dan mendapatkan obat pereda nyeri.
Untuk mengatasi nyeri menahun yang hebat, dilakukan hal-hal berikut:
- penyuntikan obat bius lokal ke dalam atau ke sekitar saraf yang menuju ke pergelangan kaki
- pemberian kortikosteroid
- bimbingan psikis.

Sindroma sinus tarsi merupakan nyeri menetap di daerah antara tulang tumit (kalkaneus) dan tulang pergelangan kaki (talus), yang terjadi setelah pergelangan kaki terkilir.
Hal ini mungkin berhubungan dengan robeknya sebagian ligamen di kaki sebelah dalam.
Diberikan suntikan kortikosteroid dan obat bius lokal.

DIAGNOSA
Pemeriksaan fisik pada pergelangan kaki menunjukkan adanya kerusakan ligamen yang luas.

Rontgen dilakukan untuk menentukan apakah telah terjadi patah tulang, bukan untuk menentukan apakah pergelangan kaki telah terkilir.

Pemeriksaan lainnya jarang diperlukan.

PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada beratnya penyakit.

Pada terkilir yang ringan dilakukan hal-hal berikut:
- pergelangan kaki dan kaki dibungkus dengan perban elastik
- kompres dengan es batu
- mengangkat pergelangan kaki
- secara bertahap kembali melakukan kegiatan berjalan dan olah raga.

Pada terkilir sedang, biasanya kaki digips selama 3 minggu.
Pemasangan gips ini menyebabkan tungkai bawah tidak dapat digerakkan, tetapi penderita masih dapat berjalan.

Pada terkilir yang berat mungkin diperlukan tindakan pembedahan.

Sebelum kembali melakukan kegiatan yang berat, sebaiknya penderita menjalani terapi fisik untuk mengembalikan pergerakan, kekuatan otot dan memperbaiki keseimbangan.

PENCEGAHAN
Pada orang yang mudah terkilir, cedera berikutnya dapat dicegah dengan memakai ankle brace dan memasang suatu alat di sepatu untuk menstabilkan kaki dan pergelangan kaki.


sumber.http://www.medicastore.com
Punggung Atlet Angkat Besi


DEFINISI
Punggung Atlet Angkat Besi adalah suatu cedera pada tendon dan otot punggung sebelah bawah, yang menyebabkan kejang otot dan sakit.

PENYEBAB
Setiap tenaga yang kuat bisa merobek otot dan tendon pada punggung bawah (daerah lumbar).

Cedera ini sering terjadi pada olah raga yang membutuhkan dorongan atau tarikan untuk melawan tahanan yang kuat, seperti pada atlet angkat besi atau pemain sepak bola.

Cedera ini juga terjadi pada cabang oleh raga yang membutuhkan pemutaran punggung yang mendadak, misalnya pada permainan bola basket dan golf.

Faktor resiko untuk terjadinya cedera punggung adalah:
- Lengkung tulang punggung bagian bawah yang terlalu berlebihan
- Tulang pinggul yang miring ke depan
- Otot punggung yang lemah atau kaku
- Otot perut dan otot paha yang lemah
- Urat lutut yang kaku.

Punggung juga rentan terhadap cedera jika tulang belakang menjadi rapuh akibat artritis, gangguan penyusunan tulang belakang atau tumor tulang belakang.

GEJALA
Cedera tulang punggung biasanya menyebabkan nyeri tiba-tiba pada punggung bawah selama mengayun, mendorong atau menarik.

Pada awalnya nyeri tidak terlalu berat sehingga penderita masih bisa melanjutkan latihannya.
Otot dan tendon yang robek selanjutnya akan mengalami perdarahan dan membengkak, dan 2-3 jam kemudian terjadi kejang yang menyebabkan nyeri hebat.

Setiap pergerakan punggung akan memperburuk rasa nyeri, sehingga penderita seringkali memilih posisi seperti bayi dalam rahim.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Jika punggung bawah disentuh akan terasa sakit dan semakin memburuk jika penderita membungkuk ke depan.

PENGOBATAN
Penderita harus berisitirahat dan daerah punggung yang sakit dikompres dengan es batu.

Setelah keadaaan membaik, bisa dilakukan latihan otot perut (yang membantu menstabilkan punggung) dan latihan untuk meregangkan dan memperkuat otot punggung.

PENCEGAHAN
Menggunakan sabuk-angkat besi bisa membantu mencegah terjadinya cedera punggung.
Shin Splints

DEFINISI
Bidai Tulang Kering (Shin splints) adalah nyeri karena kerusakan otot di sepanjang tulang kering.

2 kelompok otot di tulang kering sangat peka terhadap shin splints. Lokasi nyeri tergantung kepada kelompok otot yang terkena.


Shin splints anterolateral terjadi pada otot-otot di bagian depan ( anterior) dan di bagian luar (lateral) tulang kering.
Penyebabnya adalah ketidakseimbangan alami dalam ukuran otot-otot yang berlawanan.
Otot tulang kering menarik kaki ke atas dan otot betis yang lebih besar dan lebih kuat menarik kaki ke bawah setiapkali tumit menyentuh tanah selama berjalan atau berlari. Otot betis bisa memberikan dorongan yang sangat kuat sehingga dapat melukai otot tulang kering.

Gejala utama adalah nyeri di sepanjang tulang kering bagian depan dan luar.
Pada awalnya nyeri hanya dirasakan segera setelah tumit menyentuh kaki selama berlari. Jika terus berlari, nyeri tejradi pada setiap langkah, dan akhirnya menetap.

Pada pemeriksaan fisik, bila disentuh maka tulang kering akan terasa nyeri.

Penderita sebaiknya berhenti berlari untuk sementara waktu dan melakukan olah raga yang lain.
Latihan peregangan otot betis akan banyak membantu.
Setelah otot tulang kering mulai membaik, bisa mulai dilakukan latihan untuk memperkuat otot tulang kering.


Shin splints posteromedial terjadi pada otot-otot di bagian belakang (posterior) dan di bagian dalam (medial) dari tulang kering, yang bertugas mengangkat tumit sesaat sebelum jari-jari kaki ditarik.
Penyebabnya adalah karena berlari diatas jalan yang berbatu-batu.
Keadaan ini akan memburuk jika kaki terlalu diputar ke dalam atau menggunakan sepatu lari yang tidak dapat mencegah terjadinya pemutaran kaki yang berlebihan.

Nyeri biasanya dirasakan di sepanjang bagian dalam tungkai bawah, sekitar 2,5-10 cm diatas pergelangan kaki dan akan memburuk jika penderita berdiri diatas jari-jari kakinya atau memutar pergelangan kakinya ke dalam.

Jika penderita terus berlari, nyeri akan berpindah ke depan dan menyerang pergelangan kaki bagian dalam dan bisa menjalar ke tulang kering atas sampai 5-10 cm di bawah lutut.

Pada awalnya hanya tendon otot yang mengalami peradangan dan nyeri, tetapi jika penderita terus berlari, ototnya sendiri juga akan terkena.
Pada akhirnya tekanan pada tendon yang meradang bisa benar-benar menariknya dari tempat perlekatannya di tulang, sehingga terjadi perdarahan dan peradangan lebih lanjut. Kadang bagian tulang kering yang melekat pada tendon mengalami robekan.

Pengobatan utama adalah berhenti berlari dan melakukan olah raga lain.
Untuk menjaga memutarnya kaki bisa digunakan sepatu dengan sudut tumit yang kaku dan penyangga lengkung kaki khusus.

Untuk menghindari kekambuhan, sebaiknya tidak berlari diatas jalan yang berbatu-batu.

Pada kasus yang berat, dimana bagian tulang kering ada yang robek, pembedahan dilakukan untuk memperbaikinya.

Pengobatan eksperimental yang berupa suntikan kalsitonin (hormon pembentuk tulang) atau tablet alendronat (obat untuk memperlambat kerapuhan tulang), diberikan kepada penderita yang tidak memberikan respon terhadap pengobatan lainnya.

Kadang tidak ada pengobatan yang efektif dan penderita harus benar-benar menghentikan olah raga lari.



PENYEBAB
Penyebab yang umum adalah berdiri terlalu lama, yang memberikan tekanan yang berulang pada tungkai bawah.
Tendinitis Achilles

DEFINISI
Tendinitis Achilles adalah suatu peradangan pada tendon Achilles, yaitu urat daging yang membentang dari otot betis ke tumit.

Otot betis dan tendon Achilles berfungsi menurunkan kaki bagian depan setelah tumit menyentuh tanah dan mengangkat tumit ketika jari-jari kaki ditekan sebelum melangkah dengan kaki yang lainnya.

PENYEBAB
Tendinitis achilles terjadi jika tekanan pada tendon lebih besar dibandingkan dengan kekuatan tendon tersebut.
Berlari menuruni bukit memberikan tekanan lebih pada tendon achilles karena kaki bagian depan harus melangkah lebih jauh sebelum menyentuh tanah.
Berlari menaiki bukit juga memberikan tekanan berlebih pada tendon achilles karena otot betis harus mengerahkan tenaga lebih besar untuk mengangkat tumit ketika jari-jari kaki didorong.

Berbagai faktor biomekanik yang cenderung menyebabkan cedera pada tendon Achilles:
- Pronasi (berputar ke dalam) kaki yang berlebihan
- Kebiasaan berpijak terlalu jauh dari tumit
- Urat lutut dan otot betis yang kaku
- Lengkung kaki yang tinggi
- Tendon Achilles yang kaku
- Kelainan bentuk tumit.



GEJALA
Gejala utamanya adalah nyeri, yang biasanya sangat hebat jika penderita bangun dari duduk atau berbaring atau ketika penderita mulai berlari.
Nyeri seringkali mereda jika penderita terus berjalan atau lari, walalupun terasa nyeri dan kaku.

Tendon Achilles terbungkus dalam suatu selubung pelindung; diantara tendon dan selubungnya terdapat lapisan lemak yang tipis, yang memungkinkan tendon bergerak dengan bebas.
Jika tendon mengalami cedera, akan terbentuk jaringan parut diantara tendon dan selubungnya, sehingga setiap kali bergerak, tendon akan menarik selubung pembungkusnya. Itulah sebabnya mengapa pergerakan menyebabkan rasa nyeri.

Terus berjalan atau berlari akan mengurangi nyeri karena menyebabkan meningkatnya suhu dari selubung, sehingga menjadi lebih lentur dan tendon dapat bergerak lebih bebas.

Menekan tendon biasanya juga akan menyebabkan nyeri.

Jika penderita tidak menghiraukan nyeri yang terjadi dan terus berlari, maka jaringan parut yang kaku akan menggantikan tendon yang elastik dan tendon akan selalu terluka selama penderita melakukan latihan, tanpa disertai kemungkinan untuk sembuh.



DIAGNOSA
Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya nyeri tumpul di sepanjang tendon yang terkena dan jika diberikan tahanan terhadap otot yang menempel pada tendon tersebut, maka akan timbul nyeri.



PENGOBATAN
Berhenti berlari dan menggantinya dengan bersepeda selama nyeri menetap, merupakan bagian penting dari pengobatan.

Tindakan lainnya tergantung kepada penyebab atau keadaan penderita.
Menggunakan sepatu dengan bagian telapak yang lentur dan pemasangan lapisan sepatu bisa mengurangi ketegangan tendon dan menstabilkan tumit.

Latihan untuk meregangkan otot lutut bisa dimulai segera setelah nyeri hilang.
Demikian pula halnya dengan latihan untuk memperkuat tendon Achilles.

Penderita sebaiknya tidak berlari menaiki bukut atau menuruni bukit dengan kecepatan tinggi sampai tendonnya telah sembuh sempurna, yang biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu sampai beberapa tahun.


sumber.http://www.medicastore.com/
penyakit infeksi = menular
oleh : dr.lidianti



Posting saya kali ini agak serius karena banyak sekali penyakit menular khususnya di Indonesia ini, penyakit menular umumnya berupa infeksi yang di tularkan dari manusia ke manusia ataupun dari hewan kemanusia.
Karena terlalu banyak, mungkin dapat kita perkecil lagi menjadi penyakit infeksi yang menular, dimana infeksi itu sendiri dapat mengenai seluruh organ tubuh, yang terbanyak dan tersering selama saya praktek adalah mengenai saluran nafas atas atau ISPA (infeksi Saluran nafas Atas) yang sering kita ketahu sebagai flu, batuk dll.

INFEKSI SALURAN NAFAS ATAS
Infeksi saluran nafas itu sendiri juga banyak sekali penyebabnya dan bayak pula nama penyakitnya.. Tapi saya akan membahas lebih banyak pada yang sering kita temukan sehari-hari .

Sebelumnya saya perjelas mengenai infeksi..
Infeksi adalah kolonisasi yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat membahayakan inang. Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.
Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme.

Secara lebih singkatnya yang dinamakan infeksi adalah suatu peradangan atau masuknya kuman yang menyebabkan peradangan karena perlawanan tubuh kita. Jika daya tahan tubuh kita mampu melawan kuman yang masuk maka infeksi akan teratasi (tidak jadi sakit) dan jika daya tahan tubuh kita tidak dapat melawan kuman yang masuk maka terjadilah infeksi.
Kuman yang masuk dapat berupa virus ataupun bakteri dan bisa juga jamur tapi ini jarang. Jika terinfeksi oleh virus umumya lebih sebentar daripada bakteri. Infeksi oleh virus lebih singkat tinggkat keparahanya tergantung daya virulensi atau tingginya daya masuk kuman yang menimbulkan parahnya penyakit.

Infeksi saluran nafas atas dalam bahasa Indonesia juga di kenal sebagai ISPA (Infeksi Saluran naPas Atas) atau URI dalam bahasa Inggris adalah penyakit infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernafasan, hidung, sinus, faring, atau laring. Pada pembehasan kali ini hanya akan di bahas penyakit infeksi saluran nafas atas yaitu Rhinitis, faringitis dan laringitis.
Dinamakan ISPA karena sesuai dengan lokasinya yai tu mengenai saluran nafas atas, dimana penyakitnya sesuai dengan nama tempat yang di kenainya, yang termasuk dalam keadaan ini adalah rhinitis, sinusitis, faringitis, tosilitis dan laryngitis. Sedangakan flu batuk berikutnya karena dekatnya daerah atau lokasi yang terkena.
Yang termasuk secara garis besar gejala dari ISPA adalah badan panas & pegal pegal (myalgia), beringus (rhinorrhea), batuk, sakit kepala, sakit pada tengorokan.
Terjadinya ISPA adalah karena masuknya virus, bakteri dan jamur. Kebanyakan adalah virus. Yang biasanya akan di ikuti dengan bakteri.
Pengobatan yg diberikan pada penyakit ini biasanya pemberian antibiotik walaupun kebanyakan ISPA disebabkan oleh virus yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pemberian obat obatan terapeutik, pemberian antibiotik dapat mempercepat penyembuhan penyakit ini dibandingkan hanya pemberian obat obatan symptomatic (penghilang gejala/pereda gejala), selain itu dengan pemberian antibiotik dapat mencegah terjadinya infeksi lanjutan dari bakterial, pemberian, pemilihan antibiotik pada penyakit ini harus diperhatikan dengan baik agar tidak terjadi resistensi kuman/baterial di kemudian hari. Namun pada penyakit ISPA yg sudah berlanjut dengan gejala dahak dan ingus yg sudah menjadi hijau, pemberian antibiotik merupakan keharusan karena dengan gejala tersebut membuktikan sudah ada bakteri yg terlibat.


RHINITIS
Rhinitis dapat di sebabkan oleh bakteri ataupun virus, tapi lebih banyak rhinitis dikarenakan adanya suatu alergin yang kemudian dapat di ikuti dengan bakteri atau virus
Rhinitis allergy atau pilek alergi adalah gejala alergi yang terjadi pada bagian hidung. Umumnya timbul penyakit ini di musim penghujan karena cuaca dingin.
Diagnosa penyakit ini: hidung pilek/beringus, badan panas atau merasa tidak enak badan disertai pusing kepala. Penyebab pilek alergi / rhinitis allergy ini ada bermacam-macam, antara lain: karena tubuh tidak kuat di udara dingin, debu di lingkungan sekitar (rumah), polusi udara dan serbuk sari bunga.
Yang mudah terkena rhinitis allergy / pilek alergi adalah anak-anak. Ini disebabkan anak-anak masih dalam masa pertumbuhan. Apalagi jika ditinjau kembali anak tersebut memiliki keturunan alergi.
Memang tidak sulit mencegah pilek alergi / rhinitis allergy ini, yaitu dengan menghindari penyebab alerginya(alergen). Misalnya: jika tubuh tidak kuat dengan udara dingin, gunakan jaket atau baju hangat lainnya, tidur yang cukup dengan memakai selimut. Menghindari polusi, debu didalam maupun diluar rumah. Makan dan istirahat yang cukup agar daya tahan tubuh tetap prima meskipun tingkat aktifitas kita tinggi.
Jika sudah mengalami rhinitis allergy atau pilek alergi, janganlah dibiarkan berlarut-larut sehingga semakin parah. Hal ini dapat beresiko munculnya penyakit lanjutan seperti ISPA (infeksi saluran pernafasan atas), Tonsilitis, Faringitis, Brinchitis bahkan Pnemonia (radang paru-paru).
Untuk mengobati gejala pilek alergi ini, dapat digunakan obat-obatan antihistamin baik yang dengan atau tanpa resep dokter. Efek obat ini adalah sedasi (mengantuk) sehingga sebaiknya beristirahatlah setelah mengkonsumsi obat ini dan dilarang mengemudi kendaraan. Memang saat ini ada juga yang efeknya diperkecil untuk mereka yang mobilitasnya tinggi, sebaiknya mintalah resep dokter agar dosis dan penggunaannya tepat.


FARINGITIS
(dalam bahasa Latin; pharyngitis), adalah suatu penyakit peradangan yang menyerang tenggorok atau faring. Kadang juga disebut sebagai radang tenggorok. nfeksi saluran napas atas akut seperti faringitis dan common cold (influensa) merupakan infeksi rongga mulut yang paling sering dijumpai.


Radang ini bisa disebabkan oleh virus atau kuman, disebabkan daya tahan yang lemah. Dan penyebab tersering adalah virus sehingga pengobatan antibiotik tidak diperlukan.
Radang tenggorokan karena kuman dapat menular melalui ludah, sedangkan yang disebabkan virus lewat udara. Jadi, hati-hati dan perhatikan sekitar kita apakah ada yang sedang mengalami radang tenggorokan.Alergi tidak dapat diobati karena sudah merupakan bawaan dari lahir. Cara yang paling baik untuk menghindari reaksi alergi adalah dengan menghindari penyebabnya dan meningkatkan atau menjaga daya tahan tubuh. Semakin bagus daya tahan tubuh, semakin rendah kadar kepekaan yang menyebabkan reaksi alergi.
Gejala radang tenggorokan seringkali merupakan pratanda penyakit flu atau pilek. Gejala utama faringitis adalah batuk, demam, nyeri saat menelan, dan rasa tidak nyaman di mulut Tapi jugaperlu di waspadai jika sakit di bagian tenggorokan, batuk, susah bernapas, dan kadang disertai demam, pastilah kita menyebutnya radang tenggorokan. Padahal, dengan keluhan tersebut, ada 3 bagian atau organ sekitar tenggorokan yang harus diwaspadai. tenggorokan (faring), adenoid yang berada di belakang hidung, dan , sepasang amandel di kiri dan kanan tenggorokan (tonsil palatina).Ketiga mempunyai gejala yang hampir sama tapi tempat yang dikenai berbeda.
faringitis ada yang akut dan kronis,
Faringitis akut, radang tenggorok yang masih baru, dengan gejala nyeri tenggorok dan kadang disertai demam dan batuk.
Faringitis kronis, radang tenggorok yang sudah berlangsung dalam waktu yang lama, biasanya tidak disertai nyeri menelan, cuma terasa ada sesuatu yang mengganjal di tenggorok.
Faringitis karena bakteri biasanya dengan demam mendadak tinggi, sakit menelan, terdapat detritus pada farings, dan pembesaran kelenjar getah bening sekitarnya
Pemberian obat suportif seperti obat-obat penghilang gejala dan obat batuk sangat membantu penyembuhan. Yang perlu diperhatikan pada faringitis adalah kemungkinan infeksi oleh bakteri sehingga memerlukan antibiotik. Pengobatan dengan antibiotika hanya efektif apabila karena terkena kuman Tidak ada panduan pasti untuk membedakan infeksi oleh virus atau bakteri. Hanya, ada beberapa petunjuk yang digunakan sebagai pedoman pemberian antibiotik. Kadangkala makan makanan yang sehat dengan buah-buahan yang banyak, disertai dengan vitamin bisa menolong.
. Pada pemeriksaan laboratorium terdapat lekositosis dengan netrofil yang meningkat. Jika dijumpai keadaan di atas, perlu diberikan antibiotik karena kemungkinan infeksi oleh Streptokokus รข hemolitikus sangat besar. Infeksi kuman tersebut dapat menimbulkan kelainan di kemudian hari, yaitu penyakit jantung rematik dan glomerulo-nefritis pasca-streptokokus yang menjadi masalah cukup serius. Untuk memastikan harus dilakukan kultur, tetapi harus pula diingat bahwa rongga mulut merupakan tempat yang banyak bakteri sehingga hasilnya bisa bias. Selain itu, kultur tenggorok memerlukan waktu yang lama dan biaya yang cukup mahal. Untuk itu, pengenalan klinis terhadap kemungkinan infeksi bakteri sangat diperlukan.
Gejala common cold hampir sama dengan radang tenggorok. Pada yang ringan, gejala panas tidak timbul. Gejala yang dapat timbul adalah batuk, pilek, dan hidung tersumbat. Virus merupakan penyebab tersering sehingga penggunaan antibiotik tidak pada tempatnya. Pengobatan bersifat suportif seperti antipiretik dan minum yang banyak. Biasanya berlangsung kurang dari seminggu dan tidak lebih dari dua minggu. Tampak bahwa infeksi sekitar rongga mulut dapat menyebabkan kelainan sistemik berupa demam, nyeri otot, dan rasa tidak nyaman pada pasien.


LARINGITIS
Laringitis adalah peradangan pada laring (pangkal tenggorok).Laring terletak di puncah saluran udara yang menuju ke paru-paru (trakea) dan mengandung pita suara.PENYEBABPenyebab yang paling sering adalah infeksi virus pada saluran pernafasan bagian atas (misalnya common cold).Laringitis juga bisa menyertai bronkitis, pneumonia, influenza, pertusis, campak dan difteri.Laringitis bisa terjadi akibat:- Penggunaan suara yang berlebihan- Reaksi alergi- Menghirup iritan (misalnya asap rokok).Laringitis juga dapat disebabkan oleh penyakit lain, seperti demam,flu, dan pneumonia. Sementara, penyebab umum laringitis kronik termasuk iritasi yang berkelanjutan, seperti konsumsi alkohol, perokok berat, dan bakteri gastroesophageal reflux. Gejala umum dari laringitis adalah suara serak, iritasi di tenggorokan, demam, batuk, dan tenggorokan terasa buntu. ”Kebanyakan kasus dari virus penyebab laringitis selama musim dingin dan musim penyakit flu
GEJALAGejala biasanya berupa perubahan suara berupa serak sampai hilangnya suara.Tenggorokan terasa gatal dan tidak nyaman.Gejala lainnya yang juga bisa ditemukan:- demam- tidak enak badan- kesulitan menelan- sakit tenggorokan.Pembengkakan laring menyebabkan terjadinya gangguan pernafasan.Penyakit ini bisa muncul karena penggunaan suara yang berlebihan. Dengan demikian, terjadi inflamasi (radang) dan bengkak di daerah laring (larynx) atau yang biasa dikenal dengan kotak suara. Laring merupakan bingkai tulang rawan, otot, dan membran mucous yang berhubungan dengan trachea. Di samping laring,ada pita suara (dua lipatan membran mucous yang terbungkus otot dan cartilage).
”Secara umum, pita suara akan terbuka dan menutup perlahan-lahan, yang akan memproduksi suara ketika terjadi gerakan dan vibrasi,” kata Staff Physician Departement of Emergency Medicine Charity Hospital Louisiana State University Michael L Peebles MD. Jika terserang laringitis, pita suara akan terjadi inflamasi atau iritasi. Pembengkakan tersebut akan memengaruhi produksi suara yang dihasilkan dari udara yang mengalir melalui laring.
Hasilnya, suara akan terdengar serak.Dalam beberapa kasus laringitis, lama-kelamaan suara akan semakin menghilang. Laringitis dapat berlangsung dalam waktu yang singkat (akut) atau lama (kronik). Laringitis akut biasanya tidak terjadi iritasi dan inflamasi dari virus tersebut. Namun, ketika suara serak terjadi terus-menerus dapat menyebabkan gangguan serius. Selain penggunaan suara yang berlebihan,laringitis disebabkan oleh virus.
Dalam beberapa kasus, laringitis membutuhkan perhatian medis.Terkadang, laringitis berkembang dari infeksi bakteri. Ada juga dari infeksi seperti tuberkulosis, tapi kasus ini jarang terjadi. ”Orang yang menderita laringitis seharusnya memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan adanya tumor yang tentu saja akan berkembang menjadi kanker,” ungkap Michael L Peebles MD. Penyebab umum laringitis akut adalah infeksi virus. Infeksi bakteri seperti difteria bisa juga, tapi jarang terjadi.
.
”Perubahan suara dapat disebabkan oleh cuaca dingin dan infeksi pernapasan yang terkadang umum terjadi. Setiap orang pasti pernah mengalami dalam sepanjang hidupnya, ” kata Director of the U-M Health System’s Vocal Health Center and Associate Professor of Otolaryngology and Music Norman D Hogikyan MD FACS. Hogikyan mencatat bahwa virus laringitis yang terinfeksi dan melewati beberapa jalan, seperti udara dingin dan flu.
Pertama kali,dia menyarankan untuk menghindari laringitis, kemudian melakukan perawatan agar tidak semakin buruk keadaannya. Saran yang lain, yakni tetap menjaga suara ketika sehat. Karena penyebabnya berupa virus, laringitis menjadi penyakit menular. Faktanya, laringitis merupakan infeksi saluran pernapasan yang tertinggi. Hogikyan mengatakan, ”Menghindari virus laringitis sama seperti menghindari flu atau virus. Artinya, rajin mencuci tangan dan menghindari kontak dengan orang terkena flu atau infeksi pernapasan.”
Beberapa penyebab tipe dari laringitis, termasuk acid reflux yang disebabkan oleh inflamasi akibat olah vokal yang berlebihan, infeksi bakteri, infeksi fungal atau yeast, merokok, iritasi kimia, dan penggunaan suara secara berlebihan. Perawatan untuk virus laringitis difokuskan untuk mengurangi luka yang memengaruhi suara.Hogikyan mencatat, ”Kami tidak dapat mengetahui secara otomatis pengaruh dari infeksi virus ini,tapi kami mencoba mengurangi iritasi yang menyebabkan perubahan suara. Pengobatan ini menjadi penting karena dapatmengatasi luka pada suara sebelum menjadi serak,” ujarnya.
Saran yang paling bagus menurut dia adalah mengistirahatkan suara untuk beberapa waktu. Salah satu aspek penting dalam perawatan adalah hidrasi. Minumlah banyak air putih dan minuman nonkafein.”Kondisi basah akan bagus untuk suara,” kata Hogikyan.Penggunaan humidifier juga dapat membantu,tambahnya. Meminum minuman hangat dan berkumur dengan air garam walaupun tidak mempunyai manfaat spesifik kesehatan, tapi dapat membantu terasa lega dan nyaman.
”Selain membuat rasa nyaman di tenggorokan, juga dapat mencegah dan menjaga otot di tenggorokan jika menggunakan suara secara berlebihan,” sarannya. Beberapa virus laringitis dapat kembali sembuh tanpa kerusakan yang berlangsung lama, tapi dapat juga menyebabkan masalah kesehatan,seperti pendarahan pita suara atau berkembang menjadi hemorrhagic polyp(luka pada pita suara). Untuk mencegah masalah ini semakin jauh, sebaiknya istirahatkan tenggorokan beberapa minggu ketika menderita laringitis.
Kebanyakan orang mengistirahatkan sampai keadaan mereka pulih kembali. ”Ini penting untuk menjaga kondisi suara setiap saat. Dan, ini merupakan cara yang alami,” tandasnya. Selain merekomendasikan menjaga agar tetap basah dan tidak berteriak. Dia menyarankan penggunaan mikrofon atau pengeras suara ketika berbicara atau tampil di depan dan tidak merokok
T IPS, Menghindari Iritasi di Tenggorokan
GANGGUAN pada tenggorokan memang bukan hanya dibenci kaum vokalis. Semua orang tentu tidak mau kehilangan suara.Bila ini terjadi selain mengganggu komunikasi dengan orang lain, badan pun terasa tidak nyaman karena ada salah satu anggota badan yang sakit.
Bagaimana caranya agar gangguan tersebut tidak menyerang kita? Beberapa tips di bawah ini perlu kita perhatikan:
1. Hindari Merokok Merokok akan membuat tenggorokan kering dan akan memengaruhi pita suara.
2. Minum Banyak Air Cairan akan membantu menipiskan selaput lendir (mucous) di tenggorokan dan mudah untuk dibersihkan.
3. Hindari Alkohol dan Kurangi Kafein Jika sudah terserang laringitis, sebaiknya hindari keduanya.
4. Hindari Membersihkan Tenggorokan. Tindakan ini akan berbahaya karena dapat menyebabkan vibrasi abnormal di pita suara, terjadi peningkatan bengkak.Dengan membersihkan tenggorokan, dapat menyebabkan tenggorokan luka dan teriritas
PENGOBATANPengobatan pada infeksi oleh virus tergantung kepada gejalanya.Penderita sebaiknya mengistirahatkan pita suaranya dengan tidak bicara atau bicara dengan berbisik.Menghirup uap bisa meringankan gejala dan membantu penyembuhan daerah yang meradang.Jika penyebabnya bakteri, diberikan antibiotik.

sumber.http://dokterlidianti.blogspot.com.
OLEH:KARTIKA WAHYUNINGTY

PHARYNGITIS


DEFINISI

Faringitis adalah infeksi pada tenggorokan yang disebabkan karena inflamasi.Beberapa usaha dilakukan pada klasifikasi peradangan akut yang mengenai dinding faring.Yang paling logis untuk mengelompokkan sejumlah infeksi-infeksi ini di bawah judul yang relatif sederhan yaitu "faringitis akut.Disini termasuk faringitis akut yang terjadi pada pilek biasa sebagai akibatpenyakit infeksi akut seperti eksantema atau influensa, dan dari penyeban yang tidak biasa,seperti manifestasi herpes dan sariawan

PENYEBAB PHARYNGITIS

Penyebab faringitis dapat bervariasi dari organisme yang menghasilkan eksudat saja atau pada perubahan kataral sampai yang menyebabkan edema dan bahkan ulserasi.Kebanyakan kasus disebakan oleh virus.Termasuk virus penyebab fluinfluenza virus,adenovirus,mononucleosis,HIV,dan macam lainnya.Kuman Streptococcus beta hemolyticus, Streptococcus viridans, dan Streptococcus pyogenes adalah salah satu penyebab terbanyak.
Penyebab lainnya di antaranya adalah:
1.Adanya polusi udara
2.Alergi musiman
3.Merokok
Perubahan cuaca dan alergi musiman adalah penyebab yang paling sering terjadi.Terutamanya banyak terjadi pada anak-anak.Dan infeksi ini disebarkan melalui orang ke orang (person to person contact).Penting untuk berhati-hati terhadap kemungkinan penyebab virus pada faringitis akutyang berhubungan dengan adenopati tidak adanya pembentukan membran faringitis folikularis.Pembentukan vesikel pada membran mukosa, seperti herpes, dugaan kuat penyebabnya adalah virus.


PATOFISIOLOGI

Penularan terjadi melalui dorplet.Kuman menginfiltrasi lapisan epitel, kemudian bila epitel terkikis maka jaringan limfoid superfisal bereaksi,terjadi pembendungan radangdengan infiltrasi leukosit polimorfonukloear.Pada stadium awal, terdapat hiperemia, kemudian edema dan sekresi yang meningkat. Eksudat mula-mula serosa tetapi menjadi menebal atau berbentuk mukus, dan kemudian cenderung menjadi kering dan dapat melekat pada dinding faring.

MANIFESTASI KLINIS (GEJALA)

Pada gejala awal penderita mengeluh rasa kering dan gatal pada tenggorokan.Suhu tubuh naik, lesu, nyeri sendi, odinofagia, anoreksia, dan otalgia. Malaise dan sakit kepala adalah keluhan biasa. Eksudat pada faring menebal. Eksudat ini sulit untuk dikeluarkan, dengan suara parau, usaha mengeluarkan dahak dari kerongkongan dan batuk. Keparauan terjadi jika proses peradangan mengenai laring. Dinding faring kemerahan dan menjadi kering,gambaran seperti kaca dan dilapaisi oleh sekresi mukus. Jaringan limfoid biasanya tampak merah dan bengkak.

DIAGNOSIS

Diagnosis biasanya dibuat tanpa kesulitan, terutama terdapatnya gejala dan tanda seperti yang baru dijelaskan. Biakan tenggorokan membantu dalam menentukan organisme.Jika faringitis yang penyebabnya adalah bakteri maka pemberian antibiotik dapat membantu dalam mengurangi komplikasi penyakit ini.

PENGOBATAN

Penggunakan antimikroba telah merubah pengobatan rutin faringitis bakteri akut dalam bertahun-tahun terakhir. Sebagai akibatnya,perjalanan penyakit menjadi lebih pendek dan insidens komplikasi menurun. Penggunaan irigasi hangat pada tenggorokan, perawatan penunjang yaitu pemberian cairan yang adekuat, diet ringan, dan aspirin jika diperlukan masih penting dalam mempercepat penyembuhan,walaupun kenyataanya perbikan terjadi setelah pemberian antibiotik. Antibiotik golongan penisilin atau sulfonamida selama 5 hari,antipiretik,dan obat kumur atau obat isap dengan desinfektan. Bila alergi pada penisilin dapat diberikan eritromisin atau klindamisin.

Bila penyebabnya di duga infeksi virus,pasien cukup diberikan analgetika dan tablet isap saja.Jika ada infeksi jamur dapat diberikan solutio Nystatin 100000 unit 2 kali sehari.Bila pengobatan kurang adekuat dan daya tahan tubuh penderita sedang menurun maka faringitis akut ini dapat berulang dan berakhir menjadi faringitis kronis,

REFERENSI

National Guideline Clearinghouse. University of Michigan Helth System. Acute Pharyngitis.
www.guideline.gov

http:/www.baptistoneword.org/healthinfo/respire%20Folder/pharyn.html

Tex book Kapita selekta edisi 2

MedlinePlus Medical Encyclopedia
(www.nlm.nih.gov)

www.pulmonologychannel.com