Menelusuri Jejak Dunia Keperawatan dalam Sejarah Islam (Mengenal lebih dekat : Rufaidah binti Sa'ad)
Kegiatan pelayanan keperawatan berkualiatas telah dimulai sejak seorang perawat muslim pertama yaitu Siti Rufaidah pada jaman Nabi Muhammad S.A.W, yang selalu berusaha memberikan pelayanan terbaiknya bagi yang membutuhkan tanpa membedakan apakah kliennya kaya atau miskin. 1).(Elly Nurahmah, 2001). Ada pula yang mengenal sebagai Rufaidah binti Sa'ad/Rufaidah Al-Asalmiya dimana dalam beberapa catatan publikasi menyebutkan Rufaidah Al-Asalmiya, yang memulai praktek keperawatan dimasa Nabi Muhammad SAW adalah perawat pertama muslim (Kasule, 2003; Mansour & Fikry, 1987). Sementara sejarah perawat di Eropa dan Amerika mengenal Florence Nightingale sebagai pelopor keperawatan modern, Negara di timur tengah memberikan status ini kepada Rufaidah, seorang perawat muslim (Jan, 1996). Talenta perjuangan dan kepahlawanan Rufaidah secara verbal diteruskan turun temurun dari generasi ke generasi di perawat Islam khususnya di Arab Saudi dan diteruskan ke generasi modern perawat di Saudi dan Timur Tengah 2) (MillerRosser,2006)
Selama ini pula perawat Indonesia khususnya lebih mengenal Florence Nightingale sebagai tokoh keperawatan, yang mungkin saja lebih dikarenakan konsep keperawatan modern yang mengadopsi litelature barat. Florence Nightingale (Firenze, Italia, 12 Mei 1820 - 13 Agustus 1910) adalah pelopor perawat modern. Ia dikenali dengan nama The Lady With The Lamp dalam bahasa Inggris yang berarti "Sang Wanita dengan Lampu". Nama depannya, Florence merujuk kepada kota kelahirannya, Firenze dalam bahasa Italia atau Florence dalam bahasa Inggris. 3) (Wikipedia)
Florence dilahirkan dalam keluarga berada dan tumbuh sebagai wanita yang menawan dan periang yang mempunyai masa depan yang cerah. Bagaimanapun penderitaan yang dilihatnya semasa peperangan di semenanjung Krim di Rusia tahun 1858, menyebabkan hati Florence Nightingale tersentuh melihat penderitaan tentara yang luka dan dibiarkan saja dalam rumah sakit yang kotor. 3) (Wikipedia). Florence Nightingale dikenal sebagai perawat dan teoris pertama yang memiliki body of knowledge keperawatan. Nigtingale menekankan fokus intervensi keperawatan adalah membuat lingkungan yang kondusif bagi manusia untuk hidup sehat. Sebagian besar dari pemikiran Nightingale masih relevan dengan pendidikan keperawatan di Indonesia pada masa sekarang maupun yang akan datang. 4) (A.Yani, 2004)
Tulisan ini bermaksud mengeksplorasi lebih jauh studi litelatur sejarah islam dalam bidang keperawatan dan mengenalkan kita tentang tokoh perawat islam. Tentu saja perkembangan keperawatan di masa Rufaidah binti Sa'ad (thn 570 – 632 SM ), dengan perkembangan keperawatan era Florence Nightingale, dan perkembangan keperawatan era tahun 2000 akan tetap berbeda seiring dengan tuntutan pelayanan kesehatan. Kedua tokoh keperawatan tersebut muncul di masa-masa peperangan, sedangkan saat ini keperawatan bergerak maju dalam suasana damai, namun dengan kompleksitas tuntutan asuhan keperawatan dan beragam penyakit infeksi dan penyakit degeneratif (double burden disease).
* Mengenal Rufaidah binti Sa'ad (Ruafaidah Al-Asalmiya)
Prof. Dr. Omar Hasan Kasule, Sr, 1998 dalam studi Paper Presented at the 3rd International Nursing Conference "Empowerment and Health: An Agenda for Nurses in the 21st Century" yang diselenggarakan di Brunei Darussalam 1-4 Nopember 1998, menggambarkan Rufaidah adalah perawat profesional pertama dimasa sejarah islam. Beliau hidup di masa Nabi Muhammad SAW di abad pertama Hijriah/abad ke-8 Sesudah Masehi, dan diilustrasikan sebagai perawat teladan, baik dan bersifat empati. Rufaidah adalah seorang pemimpin, organisatoris, mampu memobilisasi dan memotivasi orang lain. Dan digambarkan pula memiliki pengalaman klinik yang dapat ditularkan kepada perawat lain, yang dilatih dan bekerja dengannya. Dia tidak hanya melaksanakan peran perawat dalam aspek klinikal semata, namun juga melaksanakan peran komunitas dan memecahkan masalah sosial yang dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit. Rufaidah adalah public health nurse dan social worker, yang menjadi inspirasi bagi profesi perawat di dunia Islam. 5)
Rufaidah binti Sa'ad memiliki nama lengkap Rufaidah binti Sa'ad Al Bani Aslam Al Khazraj, yang tinggal di Madinah, dia lahir di Yathrib dan termasuk kaum Ansar (golongan yang pertama kali menganut Islam di Madinah). Ayahnya seorang dokter, dan dia mempelajari ilmu keperawatan saat bekerja membantu ayahnya. Dan saat kota Madinah berkembang, Rufaidah mengabdikan diri merawat kaum muslim yang sakit, dan membangun tenda di luar Masjid Nabawi saat damai. Dan saat perang Badr, Uhud, Khandaq dan Perang Khaibar dia menjadi sukarelawan dan merawat korban yang terluka akibat perang. Dan mendirikan Rumah sakit lapangan sehingga terkenal saat perang dan Nabi Muhammad SAW sendiri memerintahkan korban yang terluka dirawat olehnya. Pernah digambarkan saat perang Ghazwat al Khandaq, Sa'ad bin Ma'adh yang terluka dan tertancap panah di tangannya, dirawat oleh Rufaidah hingga stabil/homeostatis. 5)(Omar Hassan, 1998)
Rufaidah melatih pula beberapa kelompok wanita untuk menjadi perawat, dan dalam perang Khaibar mereka meminta ijin Nabi Muhammad SAW, untuk ikut di garis belakang pertempuran untuk merawat mereka yang terluka, dan Nabi mengijinkannya. Tugas ini digambarkan mulia untuk Rufaidah, dan merupakan pengakuan awal untuk pekerjaaannya di bidang keperawatan dan medis.
Konstribusi Rufaidah tidak hanya merawat mereka yang terluka akibat perang. Namun juga terlibat dalam aktifitas sosial di komuniti. Dia memberikan perhatian kepada setiap muslim, miskin, anak yatim, atau penderita cacat mental. Dia merawat anak yatim dan memberikan bekal pendidikan. Rufaidah digambarkan memiliki kepribadian yang luhur dan empati sehingga memberikan pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasiennya dengan baik pula. Sentuhan sisi kemanusiaan adalah hal yang penting bagi perawat, sehingga perkembangan sisi tehnologi dan sisi kemanusiaan (human touch) mesti seimbang. 5). Rufaidah juga digambarkan sebagai pemimpin dan pencetus Sekolah Keperawatan pertama di dunia Isalam, meskipun lokasinya tidak dapat dilaporkan (Jan, 1996), dia juga merupakan penyokong advokasi pencegahan penyakit (preventif care) dan menyebarkan pentingnya penyuluhan kesehatan (health education) 2)
Sejarah islam juga mencatat beberapa nama yang bekerja bersama Rufaidah seperti : Ummu Ammara, Aminah, Ummu Ayman, Safiyat, Ummu Sulaiman, dan Hindun. Beberapa wanita muslim yang terkenal sebagai perawat adalah : Ku'ayibat, Aminah binti Abi Qays Al Ghifari, Ummu Atiyah Al Ansariyat dan Nusaibat binti Ka'ab Al Maziniyat 6). Litelatur lain menyebutkan beberapa nama yang terkenal menjadi perawat saat masa Nabi Muhammad SAW saat perang dan damai adalah : Rufaidah binti Sa'ad Al Aslamiyyat, Aminah binti Qays al Ghifariyat, Ummu Atiyah Al Anasaiyat, Nusaibat binti Ka'ab Al Amziniyat, Zainab dari kaum Bani Awad yang ahli dalam penyakit dan bedah mata. 8)
Ummu Ammara juga dikenal juga sebagai Nusaibat binti Ka'ab bin Maziniyat, dia adalah ibu dari Abdullah dan Habi, anak dari Bani Zayd bin Asim. Nusaibat dibantu suami dan anaknya dalam bidang keperawatan. Dia berpartisipasi dalam Perjanjian Aqabat dan perjanjian Ridhwan, dan andil dalam perang Uhud dan perang melawan musailamah di Yamamah bersama anak dan suaminya. Dia terluka 12 kali, tangannya terputus dan dia meninggal denan luka2nya. Dia terlibat dalam perang Uhud, merawat korban yang luka dan mensuplai air dan juga digambarkan berperang menggunakan pedang membela Nabi.
* Masa Sejarah Perkembangan Islam dalam Keperawatan
Masa sejarah perkembangan islam dalam keperawatan, tidak dapat dipisahkan dalam konteks perkembangan keperawatan di Arab Saudi khususnya, dan negara-negara di timur tengah umumnya. Berikut ini akan lebih dijelaskan tentang sejarah perkembangan keperawatan di masa Islam dan di Arab Saudi khususnya.
1. Masa penyebaran Islam/ The Islamic Period (570 – 632 M)
Dokumen tentang keperawatan sebelum-islam (pre-islamic period) sebelum 570 M sangat sedikit ditemukan. Perkembangan keperawatan di masa ini, sejalan dengan perang kaum muslimin/jihad (holy wars), memberikan gambaran tentang keperawatan dimasa ini. Sistem kedokteran masa lalu yang lebih menjelaskan pengobatan dilakukan oleh dokter ke rumah pasien dengan memberikan resep, lebih dominan. Hanya sedikit sekali lilature tentang perawat, namun dalam periode ini dikenal seorang perawat yang bersama Nabi Muhammad SAW telah melakukan peran keperawatan yaitu Rufaidah binti Sa'ad/Rufaidah Al-Asamiya (Tumulty 2001, Al Osimy, 1994) 2)
2. Masa Setelah Nabi/Post –Prophetic Era (632 – 1000 M).
Sejarah tentang keperawatan setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW jarang sekali (Al Simy, 1994). Dokumen yang ada lebih didominasi oleh kedokteran dimasa itu. Dr Al-Razi yang digambarkan sebagai seorang pendidik, dan menjadi pedoman yang juga menyediakan pelayanan keperawatan. Dia menulis dua karangan tentang "The Reason Why Some Persons and the Common People Leave a Physician Even if He Is Clever" dan "A Clever Physician Does Not Have the Power to Heal All Diseases, for That is Not Within the Realm of Possibility." Di masa ini ada perawat diberi nama "Al Asiyah" dari kata Aasa yang berarti mengobati luka, dengan tugas utama memberikan makanan, memberikan obat, dan rehidrasi.
3. Masa Late to Middle Ages (1000 – 1500 M)
Dimasa ini negara-negara Arab membangun RS dengan baik, dan mengenalkan perawatan orang sakit. Ada gambaran unik di RS yang tersebar dalam peradaban Islam dan banyak dianut RS modern saat ini hingga sekarang, yaitu pemisahan anatar ruang pasien laki-laki dan wanita, serta perawat wanita merawat pasien wanita dan perawat laki-laki, hanya merawat pasien laki-laki (Donahue, 1985, Al Osimy, 2004) 2).
4. Masa Modern (1500 – sekarang) Early Leaders in Nursing’s Development
Masa ini ditandai dengan banyaknya ekspatriat asing (perawat asing dari Eropa, Amerika dan Australia, India, Philipina) yang masuk dan bekerja di RS di negara-negara Timur Tengah. Bahkan dokumen tentang keperawatan di Arab, sampai tahun 1950 jarang sekali, namun di tahun 1890 seorang misionaris Amerika, dokter dan perawat dari Amerika telah masuk Bahrain dan Riyadh untuk merawat Raja Saudi King Saud. (Amreding, 2003) 2).
Dimasa ini ada seorang perawat Timur Tengah bernama Lutfiyyah Al-Khateeb, seorang perawat bidan Saudi pertama yang mendapatkan Diploma Keperawatan di Kairo dan kembali ke negaranya, dan di tahun 1960 dia membangun Institusi Keperawatan di Arab Saudi.
Meskipun keperawatan masih baru sebagai profesi di Timur tengah, sebenarnya telah dibangun di masa Nabi Muhammad SAW. Dimana mempengaruhi philosofi praktek, dan profesi keperawatan. Dan sejak tahun 1950 dengan dikenalkannya organized health care dan pembangunan RS di Arab Saudi, keperawatan menjadi lebih maju dan bukan hanya sekedar pekerjaan (job training) 7)
* Keperawatan, Islam, Masa Kini dan Mendatang
Dr. H Afif Muhammad dalam seminar perawat rohani Islam di Akper Aisyiyah, Bandung 31/8/2004 mengatakan, masalah sehat dan sakit adalah alami sebagai ujian dari Allah SWT, hingga manusia tidak akan bisa terbebas dari sakit. "Sehat kerap membuat orang lupa dan lalai baik dalam melaksanakan perintah-perintah Allah maupun mensyukuri nikmat sehatnya. Kita sering menyebut kondisi yang tidak menyenangkan seperti sakit sebagai musibah yang terkesan negatif, padahal musibah berkonotasi positif," jelasnya. 9)
Tugas seorang perawat, menurut H. Afif, menekankan pasien agar tidak berputus asa apalagi menyatakan kepada pasiennya tidak memiliki harapan hidup lagi. "Pernyataan tidak memiliki harapan hidup untuk seorang muslim tidak dapat dibenarkan. Meski secara medis tidak lagi bisa menanganinya, tapi kalau Allah bisa saja menyembuhkannya dengan mengabaikan hukum sebab akibat," katanya. Perawat juga memandu pasiennya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT hingga kondisinya semakin saleh yang bisa mendatangkan "manjurnya" doa. 9)
Dr. Ahmad Khan (lulusan suma cumlaude dari Duke University) yang menemukan Ayat-ayat Al Quran dalam DNA (Deoxy Nucletida Acid) berpesan semoga penerbitan buku saya "Alquran dan Genetik", semakin menyadarkan umat Islam, bahwa Islam adalah jalan hidup yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama dari ilmu politik, pendidikan atau seni. Semoga muslim menyadari bahwa tidak ada gunanya mempertentangkan ilmu dengan agama. Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan penulis berharap akan datang suatu generasi yang mendalami prinsip-prinsip ilmu keperawatan yang digali dari agama Islam. Hal ini dapat dimulai dari niat baik para pemegang kebijakan (decission maker) yang beragama Islam baik di institusi pendidikan atau pada level pemerintah. 10)
Di negara-negara timur tengah, konteks keperawatan sendiri banyak dipengaruhi oleh sejarah keperawatan dalam Islam, budaya dan kepercayaan di Arab, keyakinan akan kesehatan dari sudut pandang islam (Islamic health belief), dan nilai-nilai profesional yang diperoleh dari pendidikan keperawatan. Tidak seperti pandangan keperawatan di negara barat, keyakinan akan spiritual islam tercermin dalam budaya mereka.
Di Indonesia mungkin hal serupa juga terjadi, tinggal bagaimana keperawatan dan islam dapat berkembang sejalan dalam harmoni percepatan tuntutan asuhan keperawatan, kompleksitas penyakit, perkembangan tehnologi kesehatan dan informatika kesehatan. Agar tetap mengenang dan menteladani sejarah perkembangan keperawatan yang di mulai oleh Rufaida binti Sa'ad.
Terima kasih kepada Nur Martono yang telah menulis sejarah keperawatan dari sisi Islam.
dan bagi teman - teman yang muslim bisa memberi tambahan wawasan.
Nur Martono
Penulis, staf keperawatan, RS Amiri – Kuwait
Monday, October 27, 2008
Tuesday, October 14, 2008
Agar Tak Pikun, Lakukan Search Online
Di usia senja, pada umumnya kemampuan daya ingat otak menurun. Melakukan aktivitas yang dapat membuat otak sibuk dapat menjaga otak tetap sehat. Salah satunya adalah melakukan aktivitas searching di internet.
Para peneliti di University of California Los Angeles merekam aktivitas otak orang-orang yang sedang searching internet dengan pencitraan resonansi magnetik (MRI). Penelitian ini melibatkan 24 responden usia 55-76 tahun, separuh memiliki pengalaman berinternet dan separuhnya lagi tidak.
Dr. Gary Small, anggota tim penelitian tersebut mengatakan bahwa orang-orang yang akrab dengan internet, menggunakan lebih banyak bagian otak saat sedang melakukan pencarian di internet.
"Dari sini dapat diasumsikan bahwa hanya dengan searching di internet, kita dapat melatih otak, menjaganya tetap aktif dan sehat," ujar Small seperti dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (15/10/2008).
Small mengatakan, membaca buku menunjukkan aktivitas visual cortex otak pada responden. Namun pencarian di internet menunjukkan lebih banyak lagi aktivitas.
Ia pun curiga, bisa jadi orang yang akrab dengan internet akan mengalami aktivitas otak yang lebih dalam. Kegiatan yang memicu aktivitas otak seperti itu diyakini bisa membantu otak untuk tetap bugar.
sumber.detik.com
Di usia senja, pada umumnya kemampuan daya ingat otak menurun. Melakukan aktivitas yang dapat membuat otak sibuk dapat menjaga otak tetap sehat. Salah satunya adalah melakukan aktivitas searching di internet.
Para peneliti di University of California Los Angeles merekam aktivitas otak orang-orang yang sedang searching internet dengan pencitraan resonansi magnetik (MRI). Penelitian ini melibatkan 24 responden usia 55-76 tahun, separuh memiliki pengalaman berinternet dan separuhnya lagi tidak.
Dr. Gary Small, anggota tim penelitian tersebut mengatakan bahwa orang-orang yang akrab dengan internet, menggunakan lebih banyak bagian otak saat sedang melakukan pencarian di internet.
"Dari sini dapat diasumsikan bahwa hanya dengan searching di internet, kita dapat melatih otak, menjaganya tetap aktif dan sehat," ujar Small seperti dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (15/10/2008).
Small mengatakan, membaca buku menunjukkan aktivitas visual cortex otak pada responden. Namun pencarian di internet menunjukkan lebih banyak lagi aktivitas.
Ia pun curiga, bisa jadi orang yang akrab dengan internet akan mengalami aktivitas otak yang lebih dalam. Kegiatan yang memicu aktivitas otak seperti itu diyakini bisa membantu otak untuk tetap bugar.
sumber.detik.com
Sunday, October 12, 2008
Why….Iklan ini bermamfaat.
Mungkin anda bertanya kenapa saya merekomendasikan link tersebut, tapi kita akan lihat apa sih yang terdapat dalam asuhan keperawatan.com, ini saya persembahan untuk anda salah satu asuhan keperawatan yang ada di situs tersebut.
Perubahan perfusi jaringan perifer
DefinisiKeadaan dimana individu mengalami atau berisiko mengalami suatu penurunan dalam nutrisi dan pernapasan pada tingkat seluler perifer suatu penurunan dalam suplai darah kapiler.
Faktor yang berhubungan
Patofisiologis
Berhubungan dengan perlemahan aliran darah
(Gangguan vaskuler)
Arteriosklerosis
Hipertensi
Aneurisma
Trombosis arteri
Trombosis vena dalam
Penyakit vaskuler kolagen
Artritis reumatoid
Diabetes mellitus
Diskariasis darah (gangguan trombosit)
Gagal ginjal
Kanker/tumor
Varises
Penyakit burger’s
Krisis sel sabit
Sirosis alkoholisme
Tindakan
Berhubungan dengan imobilisasi
Berhubungan dengan adanya aliran invasif
Berhubungan dengan tekanan pada tempat/konstriksi (balutan, stocking)
Berhubungan dengan trauma pembuluh darah
Situasional (Personal, lingkungan)
Berhubungan dengan tekanan dari uterus yang membesar pada sirkulasi perifer
Berhubungan dengan tekanan dari abdomen yang membesar pada pelvik dan sirkulasi perifer
Berhubungan dengan pengumpulan venosa yang tergantung
Berhubungan dengan hipotermia
Berhubungan dengan efek vasokonstriksi dari tembakau
Berhubungan dengan penurunan volume yang bersirkulasi : dehidrasi
Data mayor
Penurunan atau tidak adanya denyut nadi
Perubahan warna kulit
Pucat (arteri)
Sianosis (Vena)
Hiperemi reaktif (arteri)
Perubahan suhu kulit
Lebih dingin (arteri)
Lebih hangat (vena)
Kriteria hasil
Individu akan :
1. Mengidentifikasi faktor-faktro yang meningkatkan sirkulasi perifer
2. Mengidentifikasi perubahan gaya hidup yang perlu
3. Mengidentifikasi cara medis, diet, pengobatan, aktivitas yang meningkatkan vasodilatasi
4. Melaporkan penurunan dalam nyeri
5. Menggambarkan kapan saat menghubungi dokter/tenaga kesehatan
Intervensi
1. Ajarkan individu untuk
a. Mempertahankan ekstremitas dalam posisi tergantung
b. Mempertahankan ekstremitas yang hangat (jangan mengunakan bantalan pemanas atau botolair panas, karena individu dengan penyakit vaskuler perifer dapat mengalami gangguan sensasi dan tidak akan dapat menentukan jika suhu panas merusak jaringan, penggunaan pemanas eksternal juga dapat meningkatkan kebutuhan metabolis dari jaringan melewati batas kapasitasnya.
c. Kurangi risiko trauma
- Ubah posisi sedikitnya setiap jam
- Hindari menyilangkan kaki
- Kurangi penekanan eksternal (mis; sepatu sempit)
- Hindari pelundung tumut dari kulit
- Dorong latihan rentang gerak
2. Rencanakan suatu program berjalan setiap hari
a. Instruksikan individu dalam alasan untuk program
b. Ajarkan individu untuk menghindari kelelahan
c. Instruksikan untuk menghindari peningkatan dalam latihan sampai dikaji oleh dokter terhadap masalah jantung
d. Pastikan kembali individu yang berjalan tidak melukai pembuluh darah atau otot.
3. Ajarkan faktor yang meningkatkan aliran darah vena
a. Tinggikan ekstremitas diatas jantung, kecuali ada kontraindikasi mis; penyakit jantung, gangguan pernapasan.
b. Hindari berdiri atau duduk dengan tungkai bawah tergantung untuk jangka waktu lama.
c. Pertimbangkan penggunaan balutan atau stocking elastis dibawah lutut untuk mencegah statis vena.
d. Kurangi atau lepaskan kompresi vena eksternal yang mengganggu aliran vena.
- Hindari bantal di belakang lutut atau penyangga lutut tempat tidur.
- Hindari penyilangan tungkai bawah
- Ubah posisi, gerakkan ekstremitas atau menggoyangkan jari tangan kaki setiap jam
- Hindari penggunaan ikat kaos kaki dan stocking tipis diatas lutut.
4. Ukur lingkaran dasar dari betis dan paha jika individu berisiko trombosis vena dalam atau jika hal ini dicurigai
5. Ajarkan individu untuk
a. Hindari perjalanan panjang menggunakan mobil atau pesawat, bila tidak bisa dihindari bangun dan berjalan sedikitnya setiap jam.
b. Pertahankan kekeringan kulit terlumasi (kulit pecah menghilangkan hambatan fisik terhadap infeksi)
c. Gunakan pakaian hangat selama cuaca dingin
d. Gunakan kaos kaki katun atau wol
e. Hindari dehidrasi dalam cuaca panas
f. Berikan perhatian khusus terhadap kaki dan jari-jari kaki.
- Cuci kaki dan keringkan secara seksama setiap hari
- Tidak merandam kedua kaki
- Hindari sabun keras atau kimia termasuk iodine pada kaki
- Pertahankan kuku dalam keadaan terpotong dan halus
g. Amati kaki dan kedua tungkai bawah terhadap cedera dan penekanan
h. Gunakan kaus kaki bersih
i. Gunakan sepatu yang menopang, cocok, dan nyaman
j. Amati sepatu bagian dalam setiap hari terhadap garis kasar.
6. Ajarkan tentang modifikasi faktor-faktor risiko
a. Diet :
- Hindari makanan tinggi kolesterol
- Modifikasi masukan natrium untuk mengontrol hipertensi
- Rujuk ke ahli gizi
b. Teknik relaksasi untuk mengurangi efek strs
c. Berhenti merokok
d. Program latihan
Saya ngak ingin banyak komentar tentang asuhan keperawatan ini. Silahkan anda sendiri yang menilai. Bukankah semua keputusan ada di tangan anda. Sedangkan saya selalu berusaha untuk mencari dan mengumpulkan link yang bermamfaat untuk anda....itulah salah satu tujuan blog ini ada.
Mungkin anda bertanya kenapa saya merekomendasikan link tersebut, tapi kita akan lihat apa sih yang terdapat dalam asuhan keperawatan.com, ini saya persembahan untuk anda salah satu asuhan keperawatan yang ada di situs tersebut.
Perubahan perfusi jaringan perifer
DefinisiKeadaan dimana individu mengalami atau berisiko mengalami suatu penurunan dalam nutrisi dan pernapasan pada tingkat seluler perifer suatu penurunan dalam suplai darah kapiler.
Faktor yang berhubungan
Patofisiologis
Berhubungan dengan perlemahan aliran darah
(Gangguan vaskuler)
Arteriosklerosis
Hipertensi
Aneurisma
Trombosis arteri
Trombosis vena dalam
Penyakit vaskuler kolagen
Artritis reumatoid
Diabetes mellitus
Diskariasis darah (gangguan trombosit)
Gagal ginjal
Kanker/tumor
Varises
Penyakit burger’s
Krisis sel sabit
Sirosis alkoholisme
Tindakan
Berhubungan dengan imobilisasi
Berhubungan dengan adanya aliran invasif
Berhubungan dengan tekanan pada tempat/konstriksi (balutan, stocking)
Berhubungan dengan trauma pembuluh darah
Situasional (Personal, lingkungan)
Berhubungan dengan tekanan dari uterus yang membesar pada sirkulasi perifer
Berhubungan dengan tekanan dari abdomen yang membesar pada pelvik dan sirkulasi perifer
Berhubungan dengan pengumpulan venosa yang tergantung
Berhubungan dengan hipotermia
Berhubungan dengan efek vasokonstriksi dari tembakau
Berhubungan dengan penurunan volume yang bersirkulasi : dehidrasi
Data mayor
Penurunan atau tidak adanya denyut nadi
Perubahan warna kulit
Pucat (arteri)
Sianosis (Vena)
Hiperemi reaktif (arteri)
Perubahan suhu kulit
Lebih dingin (arteri)
Lebih hangat (vena)
Kriteria hasil
Individu akan :
1. Mengidentifikasi faktor-faktro yang meningkatkan sirkulasi perifer
2. Mengidentifikasi perubahan gaya hidup yang perlu
3. Mengidentifikasi cara medis, diet, pengobatan, aktivitas yang meningkatkan vasodilatasi
4. Melaporkan penurunan dalam nyeri
5. Menggambarkan kapan saat menghubungi dokter/tenaga kesehatan
Intervensi
1. Ajarkan individu untuk
a. Mempertahankan ekstremitas dalam posisi tergantung
b. Mempertahankan ekstremitas yang hangat (jangan mengunakan bantalan pemanas atau botolair panas, karena individu dengan penyakit vaskuler perifer dapat mengalami gangguan sensasi dan tidak akan dapat menentukan jika suhu panas merusak jaringan, penggunaan pemanas eksternal juga dapat meningkatkan kebutuhan metabolis dari jaringan melewati batas kapasitasnya.
c. Kurangi risiko trauma
- Ubah posisi sedikitnya setiap jam
- Hindari menyilangkan kaki
- Kurangi penekanan eksternal (mis; sepatu sempit)
- Hindari pelundung tumut dari kulit
- Dorong latihan rentang gerak
2. Rencanakan suatu program berjalan setiap hari
a. Instruksikan individu dalam alasan untuk program
b. Ajarkan individu untuk menghindari kelelahan
c. Instruksikan untuk menghindari peningkatan dalam latihan sampai dikaji oleh dokter terhadap masalah jantung
d. Pastikan kembali individu yang berjalan tidak melukai pembuluh darah atau otot.
3. Ajarkan faktor yang meningkatkan aliran darah vena
a. Tinggikan ekstremitas diatas jantung, kecuali ada kontraindikasi mis; penyakit jantung, gangguan pernapasan.
b. Hindari berdiri atau duduk dengan tungkai bawah tergantung untuk jangka waktu lama.
c. Pertimbangkan penggunaan balutan atau stocking elastis dibawah lutut untuk mencegah statis vena.
d. Kurangi atau lepaskan kompresi vena eksternal yang mengganggu aliran vena.
- Hindari bantal di belakang lutut atau penyangga lutut tempat tidur.
- Hindari penyilangan tungkai bawah
- Ubah posisi, gerakkan ekstremitas atau menggoyangkan jari tangan kaki setiap jam
- Hindari penggunaan ikat kaos kaki dan stocking tipis diatas lutut.
4. Ukur lingkaran dasar dari betis dan paha jika individu berisiko trombosis vena dalam atau jika hal ini dicurigai
5. Ajarkan individu untuk
a. Hindari perjalanan panjang menggunakan mobil atau pesawat, bila tidak bisa dihindari bangun dan berjalan sedikitnya setiap jam.
b. Pertahankan kekeringan kulit terlumasi (kulit pecah menghilangkan hambatan fisik terhadap infeksi)
c. Gunakan pakaian hangat selama cuaca dingin
d. Gunakan kaos kaki katun atau wol
e. Hindari dehidrasi dalam cuaca panas
f. Berikan perhatian khusus terhadap kaki dan jari-jari kaki.
- Cuci kaki dan keringkan secara seksama setiap hari
- Tidak merandam kedua kaki
- Hindari sabun keras atau kimia termasuk iodine pada kaki
- Pertahankan kuku dalam keadaan terpotong dan halus
g. Amati kaki dan kedua tungkai bawah terhadap cedera dan penekanan
h. Gunakan kaus kaki bersih
i. Gunakan sepatu yang menopang, cocok, dan nyaman
j. Amati sepatu bagian dalam setiap hari terhadap garis kasar.
6. Ajarkan tentang modifikasi faktor-faktor risiko
a. Diet :
- Hindari makanan tinggi kolesterol
- Modifikasi masukan natrium untuk mengontrol hipertensi
- Rujuk ke ahli gizi
b. Teknik relaksasi untuk mengurangi efek strs
c. Berhenti merokok
d. Program latihan
Saya ngak ingin banyak komentar tentang asuhan keperawatan ini. Silahkan anda sendiri yang menilai. Bukankah semua keputusan ada di tangan anda. Sedangkan saya selalu berusaha untuk mencari dan mengumpulkan link yang bermamfaat untuk anda....itulah salah satu tujuan blog ini ada.
Saturday, October 11, 2008
Tips memilih Pendidikan yang baik ala NursingBrainriza
Tips ini hanya difokuskan pada sekolah kesehatan semata.
1. cari info sebanyak –banyaknya dari surat kabar baik local maupun nasional dan paling mudah via internet.
2. jangan terlalu percaya dengan brosur yang diberikan dikarenakan info yang diberikan tidak selalu akurat.
3. selalu memperhatikan fasilitas yang diberikan seperti ruang kuliah, perpustakaan dan yang paling penting Laboratorium klinik, dikarenakan laboratorium klinik merupakan suatu yang vital di sekolah kesehatan. Banyak institusi pendidikan biasanya tidak terlalu memperhatikan hal ini, karena untuk memiliki Lab klinik yang lengkap sangat menguras kantong. Bila ada pendidikan yang memiliki lab lengkap usahakan anda menjadi mahasiswa di institusi tersebut.
4. bila memungkinkan cek langsung gedung pendidikan institusi yang di inginkan, gedung pendidikan di Ruko sangat tidak nyaman untuk proses pendidikan dan biasanya ruko tersebut tidak permanent alias disewa oleh yayasan. Sebaiknya di hindari bila memungkinkan.
5. yang terakhir bila ada teman yang bersekolah di institusi yang di inginkan, tanyakan pengalamannya di institusi tersebut.
Tips ini hanya difokuskan pada sekolah kesehatan semata.
1. cari info sebanyak –banyaknya dari surat kabar baik local maupun nasional dan paling mudah via internet.
2. jangan terlalu percaya dengan brosur yang diberikan dikarenakan info yang diberikan tidak selalu akurat.
3. selalu memperhatikan fasilitas yang diberikan seperti ruang kuliah, perpustakaan dan yang paling penting Laboratorium klinik, dikarenakan laboratorium klinik merupakan suatu yang vital di sekolah kesehatan. Banyak institusi pendidikan biasanya tidak terlalu memperhatikan hal ini, karena untuk memiliki Lab klinik yang lengkap sangat menguras kantong. Bila ada pendidikan yang memiliki lab lengkap usahakan anda menjadi mahasiswa di institusi tersebut.
4. bila memungkinkan cek langsung gedung pendidikan institusi yang di inginkan, gedung pendidikan di Ruko sangat tidak nyaman untuk proses pendidikan dan biasanya ruko tersebut tidak permanent alias disewa oleh yayasan. Sebaiknya di hindari bila memungkinkan.
5. yang terakhir bila ada teman yang bersekolah di institusi yang di inginkan, tanyakan pengalamannya di institusi tersebut.
Ketika STIKES tumbuh laksana jamur musim hujan
Sungguh memprihatinkan, itu kata yang pantas di ucapkan…..dengan dalih ingin mencerdaskan bangsa banyak yayasan mendirikan sekolah kesehatan khususnya keperawatan tanpa memikirkan mutu lulusan. Saat ini mutu lulusan S1 keperawatan membuat kita sedih, gemas, ketika lulusan S1 keperawatan tidak kompeten saat menghadapi “dunia nyata” sehinggga Depkes terpaksa memerintahkan D3 keperawatan untuk membuka D4 keperawatan.
Yang paling menyesakkan dada adalah S1 keperawatan sama dengan D4 keperawatan. Pdahal bila di lihat kurikulum pendidikannya jelas berbeda, S1 keperawatan di wajibkan mengikuti jenjang profesi sedangkan D4 keperawatan mungkin tidak ada jenjang profesi. Ini merupakan problem pendidikan di Indonesia yang jelas – jelas tidak terstandar dengan baik.
Kembali ke institusi pendidikan, dapat kita lihat pendidikan S1 keperawatan lebih banyak dari S1 kedokteran. Di Aceh Sekolah kedokteran 1 milik negeri dan 1 lagi dikelola oleh yayasan. Sedangkan S1 keperawatan 1 milik negeri jangan ditanya berapa jumlah yang di kelola oleh swasta. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana daya serap tiap lulusan ? apakah yayasan tersebut memikirkan lulusannya…. Jawabannya tidak, karena mereka hanya memikirkan pundi – pundi uang semata. Hanya segelintir yang memikirkan kwalitas lulusan. Ketika lulusan tersebut lulus apakah pantas memberikan keperawatan ? pengalaman saya membuktikan bahwa hanya segelinir lulusan yang tau apa sebenarnya pekerjaan perawat sedangkan yang lain hanya Tuhan yang Maha Tahu.
Siapa yang bertanggung jawab dengan keadaan tersebut , apakah kita perlu memanggil KPK untuk mengusutnya, atau kita mesti menyalahkan pemerintah dalam hal ini DIKTI dan Depkes atau malah organisasi profesi yang diwakili oleh PPNI. Kalau saya yang diminta tanggapannya…maka jawabannya mudah, salahkan diri kita sendiri. Kenapa kita mesti menyalahkan diri sendiri. Hal ini dikarenakan kita telah sasaran , sudah banyak surat kabar memberikan tips bagaimana memilih institusi pendidikan yang baik. Seharusnya kita memberikan waktu luang untuk membaca surat kabar tersebut agar tidak salah sasaran.
Saran saya untuk calon mahasiswa perawat adalah selalu memperhatikan kwalitas pendidikan yang ingin dimasuki. Bila anda tidak berhasil tahun ini bukankah masih ada tahun depan…..jadi selama kita hidup teruslah berjuang, karena kita hidup memang untuk diperjuangkan.
Sungguh memprihatinkan, itu kata yang pantas di ucapkan…..dengan dalih ingin mencerdaskan bangsa banyak yayasan mendirikan sekolah kesehatan khususnya keperawatan tanpa memikirkan mutu lulusan. Saat ini mutu lulusan S1 keperawatan membuat kita sedih, gemas, ketika lulusan S1 keperawatan tidak kompeten saat menghadapi “dunia nyata” sehinggga Depkes terpaksa memerintahkan D3 keperawatan untuk membuka D4 keperawatan.
Yang paling menyesakkan dada adalah S1 keperawatan sama dengan D4 keperawatan. Pdahal bila di lihat kurikulum pendidikannya jelas berbeda, S1 keperawatan di wajibkan mengikuti jenjang profesi sedangkan D4 keperawatan mungkin tidak ada jenjang profesi. Ini merupakan problem pendidikan di Indonesia yang jelas – jelas tidak terstandar dengan baik.
Kembali ke institusi pendidikan, dapat kita lihat pendidikan S1 keperawatan lebih banyak dari S1 kedokteran. Di Aceh Sekolah kedokteran 1 milik negeri dan 1 lagi dikelola oleh yayasan. Sedangkan S1 keperawatan 1 milik negeri jangan ditanya berapa jumlah yang di kelola oleh swasta. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana daya serap tiap lulusan ? apakah yayasan tersebut memikirkan lulusannya…. Jawabannya tidak, karena mereka hanya memikirkan pundi – pundi uang semata. Hanya segelintir yang memikirkan kwalitas lulusan. Ketika lulusan tersebut lulus apakah pantas memberikan keperawatan ? pengalaman saya membuktikan bahwa hanya segelinir lulusan yang tau apa sebenarnya pekerjaan perawat sedangkan yang lain hanya Tuhan yang Maha Tahu.
Siapa yang bertanggung jawab dengan keadaan tersebut , apakah kita perlu memanggil KPK untuk mengusutnya, atau kita mesti menyalahkan pemerintah dalam hal ini DIKTI dan Depkes atau malah organisasi profesi yang diwakili oleh PPNI. Kalau saya yang diminta tanggapannya…maka jawabannya mudah, salahkan diri kita sendiri. Kenapa kita mesti menyalahkan diri sendiri. Hal ini dikarenakan kita telah sasaran , sudah banyak surat kabar memberikan tips bagaimana memilih institusi pendidikan yang baik. Seharusnya kita memberikan waktu luang untuk membaca surat kabar tersebut agar tidak salah sasaran.
Saran saya untuk calon mahasiswa perawat adalah selalu memperhatikan kwalitas pendidikan yang ingin dimasuki. Bila anda tidak berhasil tahun ini bukankah masih ada tahun depan…..jadi selama kita hidup teruslah berjuang, karena kita hidup memang untuk diperjuangkan.
Bagaimana Mengontrol Asma
Pada tahun 2005, WHO memperkirakan 255 meninggal akibat serangan asma diseluruh dunia dan angka ini akan meningkat sebanyak 20 % pada sepuluh tahun mendatang.
Kata “asthma” berasal dari bahasa yunani yang berarti “ sukar bernafas”. Berarti ashma merupakan gangguan secara kronik pada saluran nafas yang menimbulkan gejala sesak nafas, mengi dan batuk. Hal ini disebabkan oleh penyempitan dari saluran nafas akibat kontraksi otot – otot yang melingkari saluran pernafasan, selain mengkerut juga terjadi peradangan di sekitar selaput lender saluran akibatnya produksi lendir menjadi meningkat, sering kali kelebihan produksi ini kita kenal dengan sebutan Dahak atau latinya disebut Sputum.
Biasanya saluran pernafasan yang di miliki oleh penderita ashma memiliki sifat sangat peka terhadap rangsangan, tetapi kekhasan ini bukan satu –satunya penyebabterjadinya ashma tetapi ada yang disebut dengan factor pencetus seperti allergen, infeksi, olahraga, polutan dan stress.
Asma dapat di control dengan Asthma control test ( ACT ). Tes ini mencakup variable – variable : keterbatasan dalam beraktifitas, sesak nafas, gangguan tidur malam hari, penggunaan obat pelega, serta tingkat control pasien. Bila pasien hanya mendapat kan nilai 5 berarti tidak terkontrol, sedangkan 25 berarti terkontrol total.
Apa tanda – tanda kondisi asma terkontrol :
1. tidak ada gejala harian asma
2. tidak ada gejala asma di malam hari
3. tidak membutuhkan obat lagi
4. fungsi paru normal
5. tidak ada kebutuhan kunjungan ke IGD
6. tidak ada kekambuhan ( eksaserbasi )
7. tidak ada keterbatasan aktifitas.
Disadur dari kompas 9 oktober 2008
Pada tahun 2005, WHO memperkirakan 255 meninggal akibat serangan asma diseluruh dunia dan angka ini akan meningkat sebanyak 20 % pada sepuluh tahun mendatang.
Kata “asthma” berasal dari bahasa yunani yang berarti “ sukar bernafas”. Berarti ashma merupakan gangguan secara kronik pada saluran nafas yang menimbulkan gejala sesak nafas, mengi dan batuk. Hal ini disebabkan oleh penyempitan dari saluran nafas akibat kontraksi otot – otot yang melingkari saluran pernafasan, selain mengkerut juga terjadi peradangan di sekitar selaput lender saluran akibatnya produksi lendir menjadi meningkat, sering kali kelebihan produksi ini kita kenal dengan sebutan Dahak atau latinya disebut Sputum.
Biasanya saluran pernafasan yang di miliki oleh penderita ashma memiliki sifat sangat peka terhadap rangsangan, tetapi kekhasan ini bukan satu –satunya penyebabterjadinya ashma tetapi ada yang disebut dengan factor pencetus seperti allergen, infeksi, olahraga, polutan dan stress.
Asma dapat di control dengan Asthma control test ( ACT ). Tes ini mencakup variable – variable : keterbatasan dalam beraktifitas, sesak nafas, gangguan tidur malam hari, penggunaan obat pelega, serta tingkat control pasien. Bila pasien hanya mendapat kan nilai 5 berarti tidak terkontrol, sedangkan 25 berarti terkontrol total.
Apa tanda – tanda kondisi asma terkontrol :
1. tidak ada gejala harian asma
2. tidak ada gejala asma di malam hari
3. tidak membutuhkan obat lagi
4. fungsi paru normal
5. tidak ada kebutuhan kunjungan ke IGD
6. tidak ada kekambuhan ( eksaserbasi )
7. tidak ada keterbatasan aktifitas.
Disadur dari kompas 9 oktober 2008
Iklan yang Bermamfaat.
Saya tanpa sengaja menemukan link ini(banner bewarna biru), dan telah mendaftar pada asuhan keperawatan.com dengan tujuan untuk melihat apa yang ditawarkan sesuai dengan janjinya atau semua itu hanya manis di mulut tetapi menyakitkan di hati. setelah saya mendaftar dan saya dapat loG In, AMAZING itu yang dapat di katakan....WHY....karena saya menemukan sangat banyak diagnosa keperawatan yang tinggal saya edit dan beberapa file flash yang sangat berguna bagi saya. anda bisa membayangkan bahwa membuat asuhan keperawatan merupakan pekerjaan yang paling membuat jenuh,tetapi dengan adanya komputer semua kelihatan mudah dikarenakan kita tinggal copi paste.jadi kita tinggal ambil file doc.dari asuhan keperawatan.com dan sesuaikan dengan kondisi pasien kita. mudah bukan....
di zaman sekarang memang tidak ada yang gratis tetapi dengan asuhan keperawatan.com uang yang kita keluarkan seolah tidak ada apa - apanya.
mungkin ada beberapa kalimat yang perlu di edit tetapi itu bukan menjadi masalah di dibandingkan anda harus mengetik dari awal.
kesimpulan yang dapat saya ambil adalah:
saya sangat merekomendasikan link ini bagi mahasiswa perawat atau perawat.
semoga link ini bermamfaat bagi anda.
Saya tanpa sengaja menemukan link ini(banner bewarna biru), dan telah mendaftar pada asuhan keperawatan.com dengan tujuan untuk melihat apa yang ditawarkan sesuai dengan janjinya atau semua itu hanya manis di mulut tetapi menyakitkan di hati. setelah saya mendaftar dan saya dapat loG In, AMAZING itu yang dapat di katakan....WHY....karena saya menemukan sangat banyak diagnosa keperawatan yang tinggal saya edit dan beberapa file flash yang sangat berguna bagi saya. anda bisa membayangkan bahwa membuat asuhan keperawatan merupakan pekerjaan yang paling membuat jenuh,tetapi dengan adanya komputer semua kelihatan mudah dikarenakan kita tinggal copi paste.jadi kita tinggal ambil file doc.dari asuhan keperawatan.com dan sesuaikan dengan kondisi pasien kita. mudah bukan....
di zaman sekarang memang tidak ada yang gratis tetapi dengan asuhan keperawatan.com uang yang kita keluarkan seolah tidak ada apa - apanya.
mungkin ada beberapa kalimat yang perlu di edit tetapi itu bukan menjadi masalah di dibandingkan anda harus mengetik dari awal.
kesimpulan yang dapat saya ambil adalah:
saya sangat merekomendasikan link ini bagi mahasiswa perawat atau perawat.
semoga link ini bermamfaat bagi anda.
Subscribe to:
Posts (Atom)