Saturday, August 1, 2009

Dokter Tinggalkan Bayi Sendirian di Mobil, Warga Banteng Gempar





Insiden yang membuat warga geger ini terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, Sabtu (1/8/2009). Menurut Irfan (36), keberadaan bayi itu diketahuinya saat dia baru saja keluar dari rumah sakit, menengok temannya yang tengah dirawat.

"Lalu saya dan istri mendengar suara tangis bayi yang kencang sekali, karena penasaran saya mencari asal suara bayi itu. Saya kaget sekali, karena suara tangisan bayi itu ada di dalam sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan," tuturnya kepada detikbandung.

Bayi berjenis kelamin perempuan itu berada dalam sebuah boks yang berada di kursi depan pinggir sopir. Tangannya memegang kue biskuit. Mukanya merah dan terus menerus menangis. Kaca jendela bagian sopir terbuka sedikit, sekitar 5 centimeter.

Tangisan bayi yang makin lama makin keras itu juga menarik perhatian warga sekitar. Puluhan warga berkerumun di dekat mobil sambil berusaha menenangkan bayi dari luar.

"Saya dan beberapa warga lainnya berusaha menenangkan dia, dengan memanggil-manggil dia. Tapi bukannya berhenti, dia malah nangis makin kencang. Saya takut dia tersedak karena dia kan sambil pegang kue," tutur Irfan.

Akhirnya satpam rumah sakit yang mengetahui kejadian ini, langsung mengumumkan melalui pusat informasi RS. "Sebelum mengumumkan si satpam bilang kalau mobil itu milik seorang dokter. Terus terang saya kaget sekali mendengarnya, karena dokter kok meninggalkan bayi dalam mobil, itu kan bahaya sekali," ujar Irfan.

Namun meski sudah diumumkan lebih dari 5 menit, pemilik mobil tak juga datang. "Warga bingung, asalnya mau bongkar paksa tapi takut nanti malah disalahkan. Akhirnya salah satu di antara kami mengusulkan menghubungi polisi terdekat," tutur Irfan.

Baru saja akan menghubungi polisi, pukul 17.15 WIB, seorang laki-laki berusia 30-an keluar dari rumah sakit. "Wajahnya dingin saja, seperti tak merasa bersalah. Dia langsung masuk ke dalam mobil lalu pergi. Tak ada juga ucapan terimakasih dari mulutnya kepada warga," ujar Irfan.

Sontak saja saat melihat si empunya mobil datang dan langsung pergi, warga langsung berteriak. "Huuuu..jaga tuh anak pak, jangan hanya mau pas bikinnya saja," ujar salah seorang warga teriak lantang.(ern/ern)

sumber.detik.com



Morning Sickness Cerdaskan Bayi



keluhan mual dan muntah yang dialami ibu hamil atau kerap disebut morning sickness ini ternyata membawa pengaruh positif bagi janin.

Menurut studi terbaru, ibu hamil yang mengalami morning sickness berpeluang memiliki anak yang otaknya lebih "encer" dibanding rekannya yang kehamilannya tanpa mual dan muntah. Demikian kesimpulan studi kecil yang dilakukan terhadap 121 anak berusia 3-7 tahun di Kanada.

Menurut penelitian tersebut anak-anak yang ibunya mengalami morning sicknes memiliki skor di atas rata-rata dalam tes IQ, daya ingat, dan kemampuan berbahasa. Sebagai tambahan, meski si ibu mengonsumsi obat dicletin (obat anti mual yang biasa diresepkan di Kanada), si anak tetap memiliki kecerdasan tinggi.

Penelitian juga menyimpulkan bahwa mual-mual dan muntah yang biasa dialami ibu hamil pada tri semester pertama merupakan hal yang tidak membahayakan dan mungkin dalam jangka panjang membantu perkembangan mental anak.

Morning sickness terjadi karena perubahan hormon-hormon dalam tubuh yang diperlukan untuk perkembangan plasenta. Sebuah teori bahkan mengatakan bahwa morning sickness merupakan tanda kehamilan yang sehat.

Berbagai studi juga mengaitkan morning sickness dengan rendahnya angka keguguran dan bayi prematur. Sementara itu manfaat jangka panjang dari morning sickness masih belum jelas.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Dr.Irena Nulman dari Hospital for Sick Children di Toronto, Kanada, peneliti mengelompokkan 121 anak sebagai berikut: 45 anak dari ibu yang mengonsumsi obat anti mual, 47 tanpa obat, dan 29 anak dari ibu yang tidak mengalami mual dan muntah saat hamil.

Anak-anak tersebut kemudian diminta mengerjakan soal-soal untuk mengukur kecerdasan mereka. Hasilnya, seluruh anak memiliki perkembangan mental yang normal. Namun, beberapa skor tes hasilnya lebih tinggi pada anak yang ibunya mengalami morning sickness.

"Kami menduga bahwa hormon-hormon kehamilan yang menyebabkan morning sickness memiliki manfaat yang positif untuk perkembangan otak janin," kata Dr.Irene Nulman, ketua peneliti. Hasil studi ini dipublikasikan dalam Journal of Pediatrics bulan Juli 2009

sumber. kompas.com