Friday, March 16, 2007

Sekilas tentang Mamografi

mamografi merupakan suatu proses pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar-X dosis rendah biasanya sekitar 0,7 mSv yang dapat mendeteksi berbagai macam tumor dan kista. Mamografi telah terbukti mengurangi angka mortalitas akibat Ca.mamae kalau wanita sering diajak "kencan" secara rutin (tahunan sampai lima tahun) untuk pemeriksaan ini.

dalam proses pemeriksaan, biasanya payudara ditekan dengan mesin mamografi untuk meratakan jaringan, meningkatkan kualitas citra dan untuk menahan payudara pada tempatnya ( untuk mencegah pencitraan yang buram). Bagian samping dan depan payudara kemudian dipindai. wanita yang melakukan pemeriksaan tersebut dianjurkan untuk tidak menggunakan deodorant, bedak talk atau losion karena bisa tertangkap pada hasil sinar-X sebagai noda kalsium.makanya penting bagi perawat untuk menjelaskan pada pasien persiapaan apa aja yang mesti dilakukan ketika akan dilakukan mamografi.

biasanya untuk pemeriksaan cancer payudara dilakukan secara berjenjang yang meliputi screening mamografi, diagnostic mamografi, dan terakhir biopsi.
seringkali wanita merasa stress bila diminta untuk melakukan diagnostic mamografi,maklum lah kalau dari hasil mamografi tersebut terdeteksi adanya Cancer....habislah kenikmatan hidup ini.....tapi jangan kuatir dulu, sepantasnya kita beritahu kepada pasien bahwa hanya 70 dari 1000 orang saja yang diminta untuk melakukan diagnostic mamografi, setelah itu hanya 10 dari 70 orang yang mesti dilakukan biopsi, sedangkan yang lain biasanya merupakan kasus jinak......kalo istri kita termasuk kelompok yang 10 ......mungkin kita bakalan stress juga ya..he...he...

nah dari 10 orang yang melakukan biopsi, sekitar 3,5 akan terdeteksi kanker sedangkan yang lainnya 6,5 tidak terdeteksi, sekitar 2 mempunyai stadium dini dan akan sembuh bila dilakukan perawatan.(parameter nov-des 2006 )

makanya jangan ragu untuk melakukan screening atau sadari(periksa payudara sendiri).....bila ada sesuatu yang menganjal langsung aja ke pihak yang lebih mengerti tentang hal tersebut.

orang bijak tau kapan harus memeriksakan diri.......

Thursday, March 15, 2007

Vitamin D untuk pencegahan kanker.

vitamin D dosis tinggi dapat secara signifikan mengutrangi resiko relatif untuk kanker payudara dan colorektal. suatu penelitian secara meta - analisa dari universitas of california yang dipersembahkan dalam american jurnal of preventive medicene memperlihatka bahwa dosis harian vitamin D3 sebesar 2000 IU akan mengurangi resiko relatif kedua jenis kanker tersebut sebesar 50%.

dosis harian 2000IU akan meningkatkan kadar serum menjadi 46 ng/dl, yang akan mengurangi 2/3 resiko CA.colorectal. kadar setinggi ini harus dicapai dengan kombinai makanan, suplement, dan berjemur 10 - 15 menit perhari.......jangan kelamaan ya bisa gosong kayak pengorengan.

data meta -analisis ini mempertegas mamfaat vitamin D dalam pencegahan.(di kutip parameter feb- maret 2007).
penyebab Kematian di ICU

jurnal critical care baru - baru ini mengangkat studi kasus yang dilakukan pada 3700 pasien yang dikirim ke ICU, tujuannya untuk mengevaluasi penyebab kematian dan faktor resiko kematian di icu, setelah pasien keluar dari icu, dan satu tahun setelah keluar dari icu.

penyebab kematian di tentukan sesuai dengan standar praktik di ICU. sementara kematian di rumah sakit pasca ICU dan kematian satu tahun setelahnya di tentukan dengan Score ICD-10 ( international statistical classification of diseases and related helath problems).

ternyata, sindrom disfungsi multiple organ yang akut merupakan penyebab utama kematian di ICU (47%). selain itu, kerusakkan sistem saraf pusat dan kegagalan kardiovaskuler juga merupakan faktor penting kematian di ICU.

maglinat Tumor dan eksaserbasi penyakit kardiovaskular kronis merupakan penyebab utama kematian di rumah sakit pasca ICU dan satu tahun setelahnya.(Parameter nov -dec 2006).

emang berita nya dah lama ya. tapi ngak ada salahnya untuk kita ketahui bersama, tentang kematian terbanyak di ICU.

Tuesday, March 13, 2007

Up date DVT ( deep vein trombosis )

Ini adalah hasil penelitian terbaru para ilmuwan dari Medical Research Institute di Wellington, Selandia Baru. Berdasarkan riset mereka, sepertiga pasien trombosis vena dalam (deep vein thrombosis/DVT), adalah para pekerja kantoran yang sehari-harinya lebih banyak di depan komputer.Sebanyak 34 persen dari 62 pasien mengaku mereka duduk di depan komputer untuk waktu lama. Sedangkan pasien yang mengalami trombosis karena baru melakukan perjalanan jauh hanya 21 persen.

Menurut tim peneliti, para pekerja kantoran yang rentan mengalami sumbatan pembuluh darah adalah mereka yang sering duduk di depan komputer selama empat jam tanpa bergerak sama sekali, biasanya terjadi pada para pekerja di bidang teknologi informasi dan pusat informasi (call center).

Salah satu faktor untuk menghindari terjadinya sumbatan pembuluh darah adalah dengan menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup serta menghindari dehidrasi agar tidak terjadi pengentalan darah (kompas.com).

kalo kita lihat info yang di dapat itukan lebih pada orang yang normal. artinya masih sehat tetapi kurang kerjaan aja alias kerjaannya cuma duduk melulu.kayak saya yang sedang ngetik artikel ini......he....he....

mungkin kita akan timbul sedikit pertanyaan, bagaimana pada pasien yang tidak sadar...apakah dia akan terkena DVT. jawaban saya jelas...kemungkinkan pasti terkena DVT, tapi ada slogan yang dah kuno tapi masih ampuh sampai sekarang...lebih baik mencegah dari pada mengobati, rasanya cukup ampuh slogan tersebut untuk pencegahan DVT.

ini sedikit pengalaman ketika mengikuti pelatihan dengan perawat dan dokter dari Boston. mereka menganjur kan kepada kita agar pasien tersebut diberikan Heparin 5000 UI/ 8jam sub cutan atau lovenox 40 mg/hari subcutan, bisa juga dengan antiemboli stoking dan yang terakhir dengan berjalan (Walking). diharapkan dengan tindakan yang telah kita lakukan tersebut,DVT dapat dicegah.HOW about aspirin....rupanya aspirin kurang ampuh untuk pencegahan DVT ini disebabkan kerja aspirin lebih pada Platelet sedang pembentukan DVT cenderung pada fibrin. jadi aspirin lebih oke diberikan pada pencegahan MCI bukan pada DVT. Inilah sedikit pengalaman dan ilmu setelah mengikuti pelatihan dengan mereka.

bukankah mengobati lebih mahal dari pada belanja di Mall.....

Sunday, March 11, 2007

Asuhan keperawatan pada pasien dengan ventilator mekanik

Secara umum ventilator mekanik diberikan pada seseorang yang mengalami gagal pernafasan. Tetapi sering juga ventilator digunakan pada indikasi yang lain seperti : seseorang yang mendapat obat pelumpuh otot atau sedasi yang berat, untuk menurunkan TIK,menurunkan kebutuhan oksigen baik sistematik atau miocard.

Untuk memahami penggunaan ventilator pada pasien memang dibutuhkan waktu dan pengalaman. Ini disebabkan tehnologi yang terus berkembang dan perawat di tuntut terus untuk selalu mengikuti perkembangan tersebut.

Biasanya ventilator mekanik digolongkan kedalam 3 golongan:
1. volume cycle : bila volume tidal yang diset telah tercapai maka fase inspirasi selesai, berubah ke fase ekspirasi.
2. pressure cycle : bila tekanan yang diset telah tercapai maka fase inspirasi selesai, berubah ke fase ekspirasi.
3. time cycle : bila waktu yang diset telah tercapai maka fase inspirasi selesai, berubah ke fase ekspirasi.

Ventilator mekanik biasanya sering mengabungkan beberapa parameter tersebut, seperti : volume cycle dan pressure cycle.

Sebuah mesin ventilator, didalamnya ada modes – modes pernafasan untuk menentukan interaksi pasien dengan siklus pernafasan. Pemilihan modes ventilator tergantung dari patafisiologi yang menyebabkan gagal nafas akut, dll.

Modes – modes pernafasan ini sangat banyak, dilain pihak penamaannya modes ini sering membingungkan antara satu merk ventilator dengan merk ventilator yang lain.
Saya hanya membahas 3 modes dari ventilator tersebut.

1. IPPV : intermittent positif pressure ventilation (pada mesin merk Dragger ) atau CMV ( control mechanical ventilation ) pada mesin merk yang lain. Dari penamaan kelihatan banget dah bikin puyeng, padahal kalo dilihat cara kerjanya sih sama aja. Kalau saya tidak salah, penulisan modes ini berhubungan dengan hak paten. Artinya bila suatu pabrikan telah menulis CMV maka produsen lain tidak boleh menulis lagi modes tersebut…….IPPV merupakan bentuk pernafasan dimana semua pernafasan pasien dikontrol penuh oleh mesin, pada modes ini biasanya otot pernafasan pasien dilumpuhkan dan pasien tentu saja di tidurkan.

2. SIMV : synchronized intermittent mandatory ventilation. Adanya pernafasan spontan pasien diantara pernafasan yang diberikan oleh mesin. Kalau di sederhanakan pasien sudah bisa bernafas spontan tetapi masih diberi bantuan nafas oleh mesin. Biar ngak bingung ini contohnya : kalo di mesin kita set pernafasan 10 x/m. tetapi di frekwensi total pernafasan tertulis 18 x/m, berarti pasien telah bernafas spontan 8 x/m sisanya pernafasan yang dibantu oleh mesin.

3. CPAP : continuous positive airway pressure. Modes ini di gunakan untuk memperbaiki oksigenisasi ketika pasien telah adekuat pernafasannya dan juga tidak ada kelemahan pada otot pernafasan. Di sini pasien telah sepenuhnya bernafas spontan. Yang harus di ingat jangan men- set modes ini pada pasien yang apnue.

Biasanya komplikasi dari ventilator mekanik ini dihubungkan dengan :

1. artificial airway : mudah terjadi sinusitis, otitis media, laryngeal stenosis, spasme laring atau edema setelah ektubasi dan paralysis pita suara.

2. ventilator management : tidak tepatnya setting dari tekanan dan volume pada mesin ventilator dapat menyebabkan barotraumas atau volutrauma.

3. sekresi management : dengan adanya artificial airway ( jalan nafas buatan ) dan ventilator mekanik, ini akan menghambat kemampuan pasien untuk mengeluarkan secret ( dengan cara batuk ).

4. infeksi : pasien yang terpasang ventilator mekanik akan meningkatkan resiko terjadinya infeksi yang bersumber dari ETT ( endotracheal tube), sinusitis, dan dari kontaminasi suction cateter.

5. perubahan fisiologis tubuh. Karena ventilator mekanik memberikan tekanan positif maka akan meningkatkan intrathoracic pressure, menurunkan preload jantung. Adanya perubahan yang merugikan pada fungsi otot – otot pernafasan pada pemakaian ventilator mekanik lebih dari 72 jam.

Rasanya tidak lengkap kalo yang namanya asuhan keperawatan tidak memiliki diagnosa keperawatan. Berdasarkan literature yang saya baca ini lah beberapa diagnosa yang muncul pada pasien dengan ventilator mekanik :
1. tidak efektifnya bersihan jalan nafas b/d kelemahan otot, seket yang kental, depressed neurologis status, adanya jalan nafas buatan.

2. tidak efektifnya pola nafas b/d proses penyakit, depressed neurologis status, adminitrasi obat analgetik dan sedasi.

3. kerusakan pertukaran gas b/d proses penyakit, inappropriate ventilator setting, bersihan jalan nafas, obat - obat yang menekan pernafasan.

4. resiko infeksi b/d adanya jalan nafas buatan, tidak efektif bersihan jalan nafas, adanya prosedur invasif.
Kebiasaan yang mengejutkan


kalo anda mandi di pagi hari atau jam 5 subuh....enaknya pake air apa ya....air manjur, air susu atau air hangat. so pasti pilihan kita pasti air hangat apalagi kalo di rumah punya bath pasti lebih asoy....

rupanya kebiasaan mandi pake air hangat apalagi sampai rendaman segala mempunyai efek yang sangat tidak baik terutama bagi ke suburan....waduh...padahal kebiasaan ini sering saya lakukan maklum saya tipe yang paling allergi terhadap suhu dingin...

menurut penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari Universitas California, San Francisco, AS,terhadap 11 pria yang memiliki masalah kesuburan, dimana penelitian ini memakan waktu 3 tahun...lama amir ya nelitinya.
ditemukan bahwa air hangat dapat mengurangi kesuburan terutama bagi pria yang berendam selama 30 menit dalam seminggu.

Setelah tiga bulan berhenti dari kebiasaan tersebut, kurang dari setengah responden menunjukkan peningkatan jumlah sperma sebanyak lima kali lipat. Sedangkan mereka yang mengurangi frekuensi berendam kemampuan berenang spermanya meningkat 12-34 persen. Sementara itu 5 dari 6 responden yang tidak menunjukkan perubahan apapun ternyata adalah perokok berat.(kompas.com)

makanya hati - hati dengan rokok...enak sesaat menderitanya ampe kiamat.

penelitian yang lain juga menyebutkan bahwa memakai laptop yang dipangku pada paha, serta memakai pakai dalam ketat juga mempengaruhi kesuburan.
ini menjelaskan kenapa scrotum berada di luar tubuh karena sperma membutuhkan lingkungan yang adem.

saran saya kalo kita tiduran dimalam hari ngak adanya salah memakai pakai bawah yang lebih longgar, ini memberikan kesempatan pada alat vital untuk bernafas lebih lega setelah mengalami hari - hari yang sibuk dan penat.

Sunday, March 4, 2007

Temuan yang melegakan


HIV Aids memang masih menjadi momok bagi masyarakat kita. Ini disebabkan belum ada obat yang benar – benar ampuh untuk memusnahkan virus tersebut…..akibatnya banyak korban berjatuhan akibat serangan virus ini.

Baru –baru ini telah ditemukan obat yang dapat mencegah masuknya virus tersebut kedalam sel CD4 – T. obat ini bekerja dengan menghambat reseptor CCR5. menurut Michael Carter, seorang yang emang jagoannya HIV mengatakan bahwa inilah obat yang mampu mengenai target. (kompas.Com).

Emang selama ini obat HIV belum benar – benar kena targetnya oom Michael…….kasihan banget penderita HIV tersebut.

Ngomong – ngomong obat yang dimauk ama oom Michael ini adalah maraviroc yang di produksi oleh Pfizer. Moga aja obat ini menjadi yang terakhir bagi penderita HIV aids…..maklum dah kelamaan nunggu sih.

Yang belum kena HIV….saya selalu mendoakan agar kita terhindar dari penyakit……jangan pernah melakukan free seks…..karena free seks itu ngak ada bedanya ama hewan.

Benar lho….coba aja pikir, manusia diberi akal agar dapat bersopan santun dan tahu mana yang boleh dilakukan. Sedangkan hewan tidak.

Jangan pake narkoba…..karena bakal bikin elo narik kolor babe sendiri….kasihan kan.

Jangan pake jarum suntik sembarangan, selain bikin potensi tertular penyakit ini lebih besar….juga bikin elo dapat bonus satu lagi penyakit……hepatitis B.

Pake kondom katanya iklan……..masak ama istri sendiri pake gituan….kecuali emang mau KB……..saya ngak ngerti ama pesan iklan tersebut…….mungkin dia mau jualan kondom kali yee.

Ini satu lagi yang saya kutip dari kompas.com
Pria yang memiliki nilai PSA tinggi, kelak di kemudian hari akan menderita kanker, jika dibandingkan dengan pria yang nilai PSA-nya rendah, bahkan jika kedua kelompok ini telah melakukan tes biopsi dan dinyatakan aman. Demikian hasil penelitian yang dilaporkan dalam konferensi kanker di Florida, AS. Dalam studi yang dilakukan Dr Mark Garzotto dan rekannya dari Oregon Health & Science University Cancer Institute, ia melakukan tes terhadap 511 pasien yang telah mengikuti tes biopsi dan dinyatakan negatif. Nyatanya 112 orang tetap terkena kanker, 52 di antaranya merupakan tumor ganas dan mematikan.

Garzoto dan rekan-rekannya menemukan bahwa "PSA density" merupakan cara yang paling baik untuk membandingkan antara pria dalam kelompok beresiko tinggi dan kelompok risiko rendah.

Emang Ca.prostat ini merupakan kanker yang mematikan bahwa bila tidak diatasi dengan cepat mungkin akan mengeser Ca.Paru yang sekarang menjadi number one.
Moga aja om Garzotto dan kawan –kawannya ngak berhenti melakukan riset tersebut….maju terus om pantang mundur. Ayo periset Indonesia jangan kalah nih ama om Garzotto.

Friday, March 2, 2007

Bagaimana mengatasi Deep Vein Thrombosis pada pasien yang tirah baring lama.


Banyak perawat tidak menyadari bahwa pasien yang tirah baring lama sangat berbahaya bagi pasien, selain akan menyebabkan pneumonia hidrostatik juga akan menyebabkan deep vein thrombosis.

Apa itu deep vein thrombosis?
ketika pasien tidur lama atau terbatasnya mobilitas, aliran balik vena akan terganggu . Hal ini menyebabkan resiko terbentuknya trombus menjadi lebih meningkat. Terbatasnya mobilitas bukan hanya terjadi pada pasien yang terbaring dirumah sakit juga dapat terjadi pada seorang yang pulang kampung dengan mengenderai mobil atau motor tergantung berapa lama waktu tempuhnya.

Untuk mencegah terjadinya vena statis di rumah sakit maka dibutuhkan intervensi keperawatan yang berguna untuk mengurangi resiko kompilkasi yang sering mengikuti pembedahan, trauma atau kecelakaan besar.

Dinegera maju di mana perawatan berkembang dengan pesat, vena statis dicegah dengan menggunakan antiemboli stocking dan sequential compression devices.

Antiemboli stocking ini suatu bahan yang berbentuk kaus kaki panjang terbuat bahan yang elastis yang berguna untuk melakukan kompresi secara ekternal pada vena dikaki. Akibat kompresi ini maka aliran vena dapat dengan cepat menuju kejantung. Hal ini dapat mencegah terjadinya vena statis dan edema pada kaki tersebut.

Kalau kita lihat cara kerjanya yang melakukan kompresi secara ekternal……saya pikir ini hampir mirip dengan cara otot ketika sedang berkontraksi, dengan kontraksi otot maka akan menekan vena sehingga katup divena terbuka dan darah dapat kembali kejantung……ini lah yang menjelaskan kenapa vena mempunyai katup pada pembuluh darahnya yang berfungsi mencegah darah kembali sedangkan arteri tidak.

Dalam melakukan pengkajian hal- hal yang perlu diperhatikan adalah munculnya Homans’ sign yaitu nyeri pada kaki ketika dilakukan dorsofleksi secara pasif. Selain itu perlu dikaji volume, irama, rates pada denyut posterior tibia dan dorsalis pedis, dilanjutkan dengan skin color,skin temperature, ada tidaknya edema.

Dengan adanya pemahaman yang benar terhadap pencegahan vena statis diharapkan komplikasi dari deep vein thrombosis dan embolisme paru tidak terjadi.
Sebaiknya perawat tahu….


Obat merupakan bahagian dari tugas perawat. Di setiap tindakan pasti obat merupakan tindakan yang diberikan perawat kepada pasien. Obat merupakan bahan kimia yang akan memberikan efek therapis bagi pasien, terkadang juga menimbulkan efek yang tidak di inginkan. Sebenarnya tidak ada obat yang 100% aman di kosumsi….semua obat pasti memberikan efek samping baik yang minimal sampai dengan yang berat.

Karena itu perawat di tuntut bukan hanya memberikan obat saja tetapi juga di haruskan mengetahui efek samping dari obat tersebut. Hal ini berguna untuk meminimalkan efek yang mungkin merugikan bagi pasien.

Sebenarnya efek samping dari obat secara umum dapat dibagi :
1.Efek samping yang dapat diramalkan.

Merupakan efek samping yang dapat diramalkan pada pemberian dosis normal. Contohnya :

•Gangguan pada fungsi fisiologis yang normal

o stimulasi reseptor beta menyebabkan dilatasi pembuluh darah perifer dan blockade dari reseptor beta akan menyebabkan vasokontriksi (perifer menjadi dingin ).
o Timbulnya pendarahan pada terapi trombolitik.
o Diare karena pemberian antibiotik spektrum luas, karena perubahan flora usus.
o Imunosupresi karena pemberian steroid. Misalnya timbul infeksi kandida (jamur) pada steroid inhalasi pada pengobatan Asma.
o Mengantuk pada pemberian antihistamin ( CTM ).
o Gangguan pergerakan dari obat – obatan anti parkinson jangka panjang.

• Penyakit – penyakit yang memperkuat efek samping obat

o Blokade beta menimbulkan bronkokontriksi pada orang – orang dengan asma. Blokade beta menyebabkan stimulasi alfa adrenergik tanpa inhibisi sehingga terjadi vasokontriksi hebat dan meningkatkan tahanan perifer dan akhirnya meningkatkan tekanan darah tetapi berakibat gagal jantung dan stroke.
o Obat – obat antiaritmia Kelas I dapat menyebabkan aritmia ventrikel ( yang mematikan ) pada pasien dengan penyakit jantung structural misalnya infark miocard.
o Parasetamol sangat toksik pada penyakit – penyakit hati kronis, misalnya peminum alcohol.


• Usia meningkatkan efek samping obat

o Pada manula dengan pemberian diuretic sering terjadi hiponatremia akibat penurunan kerja tubulus ginjal, hal ini sering terlihat seperti confusion ( binggung).
o Hipotensi postural sering terjadi akibat menurunya refleks kompensasi cardiovaskuler, sering terjadi pada pemberian obat antihipertensi.

• Efek samping yang tergantung pada jenis kelamin
 Ginekomastia timbul akibat menggunakan terapi estrogen.


2. Efek samping yang tidak dapat diramalkan dan mekanisme lain yang menimbulkan efek toksisitas.

Banyaknya toksisitas obat masuk kedalam katagori ini, sehingga perawat perlu waspada terhadap adanya toksisitas baru dan hal – hal yang tidak di inginkan. beberapa Contohnya :

• Pneumotnitis akibat pemberian amiodaran dosis tinggi akan menimbulkan gejala seperti sesak nafas, batuk noproduktif sehingga dapat disangka sebagai gagal jantung yang memburuk.
• Malabsopsi dengan fenitoin
• Miositis pada pengobatan nistatin.


Penatalaksanaan :
• So pasti obat mesti dihentikan yang dilanjutkan dengan hindari penggunaan obat tersebut.
• Berikan pendidikan kesehatan tentang obat – obat yang dapat beraksi silang……..perawat pernah kasi tau ngak ya ke pasien…….. ????????
• Untuk allergi yang berat biasanya ditandai dengan gelang medic – alert……di tempat saya belum ada………mungkin bisa di akalin dengan memberi pita berwarna merah pada pergelangan tangan pasien.