Monday, October 27, 2008

Menelusuri Jejak Dunia Keperawatan dalam Sejarah Islam (Mengenal lebih dekat : Rufaidah binti Sa'ad)



Kegiatan pelayanan keperawatan berkualiatas telah dimulai sejak seorang perawat muslim pertama yaitu Siti Rufaidah pada jaman Nabi Muhammad S.A.W, yang selalu berusaha memberikan pelayanan terbaiknya bagi yang membutuhkan tanpa membedakan apakah kliennya kaya atau miskin. 1).(Elly Nurahmah, 2001). Ada pula yang mengenal sebagai Rufaidah binti Sa'ad/Rufaidah Al-Asalmiya dimana dalam beberapa catatan publikasi menyebutkan Rufaidah Al-Asalmiya, yang memulai praktek keperawatan dimasa Nabi Muhammad SAW adalah perawat pertama muslim (Kasule, 2003; Mansour & Fikry, 1987). Sementara sejarah perawat di Eropa dan Amerika mengenal Florence Nightingale sebagai pelopor keperawatan modern, Negara di timur tengah memberikan status ini kepada Rufaidah, seorang perawat muslim (Jan, 1996). Talenta perjuangan dan kepahlawanan Rufaidah secara verbal diteruskan turun temurun dari generasi ke generasi di perawat Islam khususnya di Arab Saudi dan diteruskan ke generasi modern perawat di Saudi dan Timur Tengah 2) (MillerRosser,2006)

Selama ini pula perawat Indonesia khususnya lebih mengenal Florence Nightingale sebagai tokoh keperawatan, yang mungkin saja lebih dikarenakan konsep keperawatan modern yang mengadopsi litelature barat. Florence Nightingale (Firenze, Italia, 12 Mei 1820 - 13 Agustus 1910) adalah pelopor perawat modern. Ia dikenali dengan nama The Lady With The Lamp dalam bahasa Inggris yang berarti "Sang Wanita dengan Lampu". Nama depannya, Florence merujuk kepada kota kelahirannya, Firenze dalam bahasa Italia atau Florence dalam bahasa Inggris. 3) (Wikipedia)

Florence dilahirkan dalam keluarga berada dan tumbuh sebagai wanita yang menawan dan periang yang mempunyai masa depan yang cerah. Bagaimanapun penderitaan yang dilihatnya semasa peperangan di semenanjung Krim di Rusia tahun 1858, menyebabkan hati Florence Nightingale tersentuh melihat penderitaan tentara yang luka dan dibiarkan saja dalam rumah sakit yang kotor. 3) (Wikipedia). Florence Nightingale dikenal sebagai perawat dan teoris pertama yang memiliki body of knowledge keperawatan. Nigtingale menekankan fokus intervensi keperawatan adalah membuat lingkungan yang kondusif bagi manusia untuk hidup sehat. Sebagian besar dari pemikiran Nightingale masih relevan dengan pendidikan keperawatan di Indonesia pada masa sekarang maupun yang akan datang. 4) (A.Yani, 2004)

Tulisan ini bermaksud mengeksplorasi lebih jauh studi litelatur sejarah islam dalam bidang keperawatan dan mengenalkan kita tentang tokoh perawat islam. Tentu saja perkembangan keperawatan di masa Rufaidah binti Sa'ad (thn 570 – 632 SM ), dengan perkembangan keperawatan era Florence Nightingale, dan perkembangan keperawatan era tahun 2000 akan tetap berbeda seiring dengan tuntutan pelayanan kesehatan. Kedua tokoh keperawatan tersebut muncul di masa-masa peperangan, sedangkan saat ini keperawatan bergerak maju dalam suasana damai, namun dengan kompleksitas tuntutan asuhan keperawatan dan beragam penyakit infeksi dan penyakit degeneratif (double burden disease).

* Mengenal Rufaidah binti Sa'ad (Ruafaidah Al-Asalmiya)

Prof. Dr. Omar Hasan Kasule, Sr, 1998 dalam studi Paper Presented at the 3rd International Nursing Conference "Empowerment and Health: An Agenda for Nurses in the 21st Century" yang diselenggarakan di Brunei Darussalam 1-4 Nopember 1998, menggambarkan Rufaidah adalah perawat profesional pertama dimasa sejarah islam. Beliau hidup di masa Nabi Muhammad SAW di abad pertama Hijriah/abad ke-8 Sesudah Masehi, dan diilustrasikan sebagai perawat teladan, baik dan bersifat empati. Rufaidah adalah seorang pemimpin, organisatoris, mampu memobilisasi dan memotivasi orang lain. Dan digambarkan pula memiliki pengalaman klinik yang dapat ditularkan kepada perawat lain, yang dilatih dan bekerja dengannya. Dia tidak hanya melaksanakan peran perawat dalam aspek klinikal semata, namun juga melaksanakan peran komunitas dan memecahkan masalah sosial yang dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit. Rufaidah adalah public health nurse dan social worker, yang menjadi inspirasi bagi profesi perawat di dunia Islam. 5)
Rufaidah binti Sa'ad memiliki nama lengkap Rufaidah binti Sa'ad Al Bani Aslam Al Khazraj, yang tinggal di Madinah, dia lahir di Yathrib dan termasuk kaum Ansar (golongan yang pertama kali menganut Islam di Madinah). Ayahnya seorang dokter, dan dia mempelajari ilmu keperawatan saat bekerja membantu ayahnya. Dan saat kota Madinah berkembang, Rufaidah mengabdikan diri merawat kaum muslim yang sakit, dan membangun tenda di luar Masjid Nabawi saat damai. Dan saat perang Badr, Uhud, Khandaq dan Perang Khaibar dia menjadi sukarelawan dan merawat korban yang terluka akibat perang. Dan mendirikan Rumah sakit lapangan sehingga terkenal saat perang dan Nabi Muhammad SAW sendiri memerintahkan korban yang terluka dirawat olehnya. Pernah digambarkan saat perang Ghazwat al Khandaq, Sa'ad bin Ma'adh yang terluka dan tertancap panah di tangannya, dirawat oleh Rufaidah hingga stabil/homeostatis. 5)(Omar Hassan, 1998)
Rufaidah melatih pula beberapa kelompok wanita untuk menjadi perawat, dan dalam perang Khaibar mereka meminta ijin Nabi Muhammad SAW, untuk ikut di garis belakang pertempuran untuk merawat mereka yang terluka, dan Nabi mengijinkannya. Tugas ini digambarkan mulia untuk Rufaidah, dan merupakan pengakuan awal untuk pekerjaaannya di bidang keperawatan dan medis.
Konstribusi Rufaidah tidak hanya merawat mereka yang terluka akibat perang. Namun juga terlibat dalam aktifitas sosial di komuniti. Dia memberikan perhatian kepada setiap muslim, miskin, anak yatim, atau penderita cacat mental. Dia merawat anak yatim dan memberikan bekal pendidikan. Rufaidah digambarkan memiliki kepribadian yang luhur dan empati sehingga memberikan pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasiennya dengan baik pula. Sentuhan sisi kemanusiaan adalah hal yang penting bagi perawat, sehingga perkembangan sisi tehnologi dan sisi kemanusiaan (human touch) mesti seimbang. 5). Rufaidah juga digambarkan sebagai pemimpin dan pencetus Sekolah Keperawatan pertama di dunia Isalam, meskipun lokasinya tidak dapat dilaporkan (Jan, 1996), dia juga merupakan penyokong advokasi pencegahan penyakit (preventif care) dan menyebarkan pentingnya penyuluhan kesehatan (health education) 2)
Sejarah islam juga mencatat beberapa nama yang bekerja bersama Rufaidah seperti : Ummu Ammara, Aminah, Ummu Ayman, Safiyat, Ummu Sulaiman, dan Hindun. Beberapa wanita muslim yang terkenal sebagai perawat adalah : Ku'ayibat, Aminah binti Abi Qays Al Ghifari, Ummu Atiyah Al Ansariyat dan Nusaibat binti Ka'ab Al Maziniyat 6). Litelatur lain menyebutkan beberapa nama yang terkenal menjadi perawat saat masa Nabi Muhammad SAW saat perang dan damai adalah : Rufaidah binti Sa'ad Al Aslamiyyat, Aminah binti Qays al Ghifariyat, Ummu Atiyah Al Anasaiyat, Nusaibat binti Ka'ab Al Amziniyat, Zainab dari kaum Bani Awad yang ahli dalam penyakit dan bedah mata. 8)
Ummu Ammara juga dikenal juga sebagai Nusaibat binti Ka'ab bin Maziniyat, dia adalah ibu dari Abdullah dan Habi, anak dari Bani Zayd bin Asim. Nusaibat dibantu suami dan anaknya dalam bidang keperawatan. Dia berpartisipasi dalam Perjanjian Aqabat dan perjanjian Ridhwan, dan andil dalam perang Uhud dan perang melawan musailamah di Yamamah bersama anak dan suaminya. Dia terluka 12 kali, tangannya terputus dan dia meninggal denan luka2nya. Dia terlibat dalam perang Uhud, merawat korban yang luka dan mensuplai air dan juga digambarkan berperang menggunakan pedang membela Nabi.

* Masa Sejarah Perkembangan Islam dalam Keperawatan
Masa sejarah perkembangan islam dalam keperawatan, tidak dapat dipisahkan dalam konteks perkembangan keperawatan di Arab Saudi khususnya, dan negara-negara di timur tengah umumnya. Berikut ini akan lebih dijelaskan tentang sejarah perkembangan keperawatan di masa Islam dan di Arab Saudi khususnya.

1. Masa penyebaran Islam/ The Islamic Period (570 – 632 M)
Dokumen tentang keperawatan sebelum-islam (pre-islamic period) sebelum 570 M sangat sedikit ditemukan. Perkembangan keperawatan di masa ini, sejalan dengan perang kaum muslimin/jihad (holy wars), memberikan gambaran tentang keperawatan dimasa ini. Sistem kedokteran masa lalu yang lebih menjelaskan pengobatan dilakukan oleh dokter ke rumah pasien dengan memberikan resep, lebih dominan. Hanya sedikit sekali lilature tentang perawat, namun dalam periode ini dikenal seorang perawat yang bersama Nabi Muhammad SAW telah melakukan peran keperawatan yaitu Rufaidah binti Sa'ad/Rufaidah Al-Asamiya (Tumulty 2001, Al Osimy, 1994) 2)

2. Masa Setelah Nabi/Post –Prophetic Era (632 – 1000 M).
Sejarah tentang keperawatan setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW jarang sekali (Al Simy, 1994). Dokumen yang ada lebih didominasi oleh kedokteran dimasa itu. Dr Al-Razi yang digambarkan sebagai seorang pendidik, dan menjadi pedoman yang juga menyediakan pelayanan keperawatan. Dia menulis dua karangan tentang "The Reason Why Some Persons and the Common People Leave a Physician Even if He Is Clever" dan "A Clever Physician Does Not Have the Power to Heal All Diseases, for That is Not Within the Realm of Possibility." Di masa ini ada perawat diberi nama "Al Asiyah" dari kata Aasa yang berarti mengobati luka, dengan tugas utama memberikan makanan, memberikan obat, dan rehidrasi.

3. Masa Late to Middle Ages (1000 – 1500 M)
Dimasa ini negara-negara Arab membangun RS dengan baik, dan mengenalkan perawatan orang sakit. Ada gambaran unik di RS yang tersebar dalam peradaban Islam dan banyak dianut RS modern saat ini hingga sekarang, yaitu pemisahan anatar ruang pasien laki-laki dan wanita, serta perawat wanita merawat pasien wanita dan perawat laki-laki, hanya merawat pasien laki-laki (Donahue, 1985, Al Osimy, 2004) 2).

4. Masa Modern (1500 – sekarang) Early Leaders in Nursing’s Development
Masa ini ditandai dengan banyaknya ekspatriat asing (perawat asing dari Eropa, Amerika dan Australia, India, Philipina) yang masuk dan bekerja di RS di negara-negara Timur Tengah. Bahkan dokumen tentang keperawatan di Arab, sampai tahun 1950 jarang sekali, namun di tahun 1890 seorang misionaris Amerika, dokter dan perawat dari Amerika telah masuk Bahrain dan Riyadh untuk merawat Raja Saudi King Saud. (Amreding, 2003) 2).


Dimasa ini ada seorang perawat Timur Tengah bernama Lutfiyyah Al-Khateeb, seorang perawat bidan Saudi pertama yang mendapatkan Diploma Keperawatan di Kairo dan kembali ke negaranya, dan di tahun 1960 dia membangun Institusi Keperawatan di Arab Saudi.

Meskipun keperawatan masih baru sebagai profesi di Timur tengah, sebenarnya telah dibangun di masa Nabi Muhammad SAW. Dimana mempengaruhi philosofi praktek, dan profesi keperawatan. Dan sejak tahun 1950 dengan dikenalkannya organized health care dan pembangunan RS di Arab Saudi, keperawatan menjadi lebih maju dan bukan hanya sekedar pekerjaan (job training) 7)

* Keperawatan, Islam, Masa Kini dan Mendatang

Dr. H Afif Muhammad dalam seminar perawat rohani Islam di Akper Aisyiyah, Bandung 31/8/2004 mengatakan, masalah sehat dan sakit adalah alami sebagai ujian dari Allah SWT, hingga manusia tidak akan bisa terbebas dari sakit. "Sehat kerap membuat orang lupa dan lalai baik dalam melaksanakan perintah-perintah Allah maupun mensyukuri nikmat sehatnya. Kita sering menyebut kondisi yang tidak menyenangkan seperti sakit sebagai musibah yang terkesan negatif, padahal musibah berkonotasi positif," jelasnya. 9)

Tugas seorang perawat, menurut H. Afif, menekankan pasien agar tidak berputus asa apalagi menyatakan kepada pasiennya tidak memiliki harapan hidup lagi. "Pernyataan tidak memiliki harapan hidup untuk seorang muslim tidak dapat dibenarkan. Meski secara medis tidak lagi bisa menanganinya, tapi kalau Allah bisa saja menyembuhkannya dengan mengabaikan hukum sebab akibat," katanya. Perawat juga memandu pasiennya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT hingga kondisinya semakin saleh yang bisa mendatangkan "manjurnya" doa. 9)

Dr. Ahmad Khan (lulusan suma cumlaude dari Duke University) yang menemukan Ayat-ayat Al Quran dalam DNA (Deoxy Nucletida Acid) berpesan semoga penerbitan buku saya "Alquran dan Genetik", semakin menyadarkan umat Islam, bahwa Islam adalah jalan hidup yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama dari ilmu politik, pendidikan atau seni. Semoga muslim menyadari bahwa tidak ada gunanya mempertentangkan ilmu dengan agama. Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan penulis berharap akan datang suatu generasi yang mendalami prinsip-prinsip ilmu keperawatan yang digali dari agama Islam. Hal ini dapat dimulai dari niat baik para pemegang kebijakan (decission maker) yang beragama Islam baik di institusi pendidikan atau pada level pemerintah. 10)
Di negara-negara timur tengah, konteks keperawatan sendiri banyak dipengaruhi oleh sejarah keperawatan dalam Islam, budaya dan kepercayaan di Arab, keyakinan akan kesehatan dari sudut pandang islam (Islamic health belief), dan nilai-nilai profesional yang diperoleh dari pendidikan keperawatan. Tidak seperti pandangan keperawatan di negara barat, keyakinan akan spiritual islam tercermin dalam budaya mereka.

Di Indonesia mungkin hal serupa juga terjadi, tinggal bagaimana keperawatan dan islam dapat berkembang sejalan dalam harmoni percepatan tuntutan asuhan keperawatan, kompleksitas penyakit, perkembangan tehnologi kesehatan dan informatika kesehatan. Agar tetap mengenang dan menteladani sejarah perkembangan keperawatan yang di mulai oleh Rufaida binti Sa'ad.

Terima kasih kepada Nur Martono yang telah menulis sejarah keperawatan dari sisi Islam.

dan bagi teman - teman yang muslim bisa memberi tambahan wawasan.

Nur Martono
Penulis, staf keperawatan, RS Amiri – Kuwait

Tuesday, October 14, 2008

Agar Tak Pikun, Lakukan Search Online



Di usia senja, pada umumnya kemampuan daya ingat otak menurun. Melakukan aktivitas yang dapat membuat otak sibuk dapat menjaga otak tetap sehat. Salah satunya adalah melakukan aktivitas searching di internet.

Para peneliti di University of California Los Angeles merekam aktivitas otak orang-orang yang sedang searching internet dengan pencitraan resonansi magnetik (MRI). Penelitian ini melibatkan 24 responden usia 55-76 tahun, separuh memiliki pengalaman berinternet dan separuhnya lagi tidak.

Dr. Gary Small, anggota tim penelitian tersebut mengatakan bahwa orang-orang yang akrab dengan internet, menggunakan lebih banyak bagian otak saat sedang melakukan pencarian di internet.

"Dari sini dapat diasumsikan bahwa hanya dengan searching di internet, kita dapat melatih otak, menjaganya tetap aktif dan sehat," ujar Small seperti dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (15/10/2008).

Small mengatakan, membaca buku menunjukkan aktivitas visual cortex otak pada responden. Namun pencarian di internet menunjukkan lebih banyak lagi aktivitas.

Ia pun curiga, bisa jadi orang yang akrab dengan internet akan mengalami aktivitas otak yang lebih dalam. Kegiatan yang memicu aktivitas otak seperti itu diyakini bisa membantu otak untuk tetap bugar.

sumber.detik.com

Sunday, October 12, 2008

Why….Iklan ini bermamfaat.

Mungkin anda bertanya kenapa saya merekomendasikan link tersebut, tapi kita akan lihat apa sih yang terdapat dalam asuhan keperawatan.com, ini saya persembahan untuk anda salah satu asuhan keperawatan yang ada di situs tersebut.


Perubahan perfusi jaringan perifer

Definisi
Keadaan dimana individu mengalami atau berisiko mengalami suatu penurunan dalam nutrisi dan pernapasan pada tingkat seluler perifer suatu penurunan dalam suplai darah kapiler.

Faktor yang berhubungan
Patofisiologis
Berhubungan dengan perlemahan aliran darah
(Gangguan vaskuler)
Arteriosklerosis
Hipertensi
Aneurisma
Trombosis arteri
Trombosis vena dalam
Penyakit vaskuler kolagen
Artritis reumatoid
Diabetes mellitus
Diskariasis darah (gangguan trombosit)
Gagal ginjal
Kanker/tumor
Varises
Penyakit burger’s
Krisis sel sabit
Sirosis alkoholisme
Tindakan
Berhubungan dengan imobilisasi
Berhubungan dengan adanya aliran invasif
Berhubungan dengan tekanan pada tempat/konstriksi (balutan, stocking)
Berhubungan dengan trauma pembuluh darah
Situasional (Personal, lingkungan)
Berhubungan dengan tekanan dari uterus yang membesar pada sirkulasi perifer
Berhubungan dengan tekanan dari abdomen yang membesar pada pelvik dan sirkulasi perifer
Berhubungan dengan pengumpulan venosa yang tergantung
Berhubungan dengan hipotermia
Berhubungan dengan efek vasokonstriksi dari tembakau
Berhubungan dengan penurunan volume yang bersirkulasi : dehidrasi

Data mayor
Penurunan atau tidak adanya denyut nadi
Perubahan warna kulit
Pucat (arteri)
Sianosis (Vena)
Hiperemi reaktif (arteri)
Perubahan suhu kulit
Lebih dingin (arteri)
Lebih hangat (vena)

Kriteria hasil
Individu akan :
1. Mengidentifikasi faktor-faktro yang meningkatkan sirkulasi perifer
2. Mengidentifikasi perubahan gaya hidup yang perlu
3. Mengidentifikasi cara medis, diet, pengobatan, aktivitas yang meningkatkan vasodilatasi
4. Melaporkan penurunan dalam nyeri
5. Menggambarkan kapan saat menghubungi dokter/tenaga kesehatan

Intervensi
1. Ajarkan individu untuk
a. Mempertahankan ekstremitas dalam posisi tergantung
b. Mempertahankan ekstremitas yang hangat (jangan mengunakan bantalan pemanas atau botolair panas, karena individu dengan penyakit vaskuler perifer dapat mengalami gangguan sensasi dan tidak akan dapat menentukan jika suhu panas merusak jaringan, penggunaan pemanas eksternal juga dapat meningkatkan kebutuhan metabolis dari jaringan melewati batas kapasitasnya.
c. Kurangi risiko trauma
- Ubah posisi sedikitnya setiap jam
- Hindari menyilangkan kaki
- Kurangi penekanan eksternal (mis; sepatu sempit)
- Hindari pelundung tumut dari kulit
- Dorong latihan rentang gerak

2. Rencanakan suatu program berjalan setiap hari
a. Instruksikan individu dalam alasan untuk program
b. Ajarkan individu untuk menghindari kelelahan
c. Instruksikan untuk menghindari peningkatan dalam latihan sampai dikaji oleh dokter terhadap masalah jantung
d. Pastikan kembali individu yang berjalan tidak melukai pembuluh darah atau otot.

3. Ajarkan faktor yang meningkatkan aliran darah vena
a. Tinggikan ekstremitas diatas jantung, kecuali ada kontraindikasi mis; penyakit jantung, gangguan pernapasan.
b. Hindari berdiri atau duduk dengan tungkai bawah tergantung untuk jangka waktu lama.
c. Pertimbangkan penggunaan balutan atau stocking elastis dibawah lutut untuk mencegah statis vena.
d. Kurangi atau lepaskan kompresi vena eksternal yang mengganggu aliran vena.
- Hindari bantal di belakang lutut atau penyangga lutut tempat tidur.
- Hindari penyilangan tungkai bawah
- Ubah posisi, gerakkan ekstremitas atau menggoyangkan jari tangan kaki setiap jam
- Hindari penggunaan ikat kaos kaki dan stocking tipis diatas lutut.

4. Ukur lingkaran dasar dari betis dan paha jika individu berisiko trombosis vena dalam atau jika hal ini dicurigai

5. Ajarkan individu untuk

a. Hindari perjalanan panjang menggunakan mobil atau pesawat, bila tidak bisa dihindari bangun dan berjalan sedikitnya setiap jam.
b. Pertahankan kekeringan kulit terlumasi (kulit pecah menghilangkan hambatan fisik terhadap infeksi)
c. Gunakan pakaian hangat selama cuaca dingin
d. Gunakan kaos kaki katun atau wol
e. Hindari dehidrasi dalam cuaca panas
f. Berikan perhatian khusus terhadap kaki dan jari-jari kaki.
- Cuci kaki dan keringkan secara seksama setiap hari
- Tidak merandam kedua kaki
- Hindari sabun keras atau kimia termasuk iodine pada kaki
- Pertahankan kuku dalam keadaan terpotong dan halus
g. Amati kaki dan kedua tungkai bawah terhadap cedera dan penekanan
h. Gunakan kaus kaki bersih
i. Gunakan sepatu yang menopang, cocok, dan nyaman
j. Amati sepatu bagian dalam setiap hari terhadap garis kasar.

6. Ajarkan tentang modifikasi faktor-faktor risiko
a. Diet :
- Hindari makanan tinggi kolesterol
- Modifikasi masukan natrium untuk mengontrol hipertensi
- Rujuk ke ahli gizi
b. Teknik relaksasi untuk mengurangi efek strs
c. Berhenti merokok
d. Program latihan




Saya ngak ingin banyak komentar tentang asuhan keperawatan ini. Silahkan anda sendiri yang menilai. Bukankah semua keputusan ada di tangan anda. Sedangkan saya selalu berusaha untuk mencari dan mengumpulkan link yang bermamfaat untuk anda....itulah salah satu tujuan blog ini ada.

Saturday, October 11, 2008

Tips memilih Pendidikan yang baik ala NursingBrainriza

Tips ini hanya difokuskan pada sekolah kesehatan semata.

1. cari info sebanyak –banyaknya dari surat kabar baik local maupun nasional dan paling mudah via internet.

2. jangan terlalu percaya dengan brosur yang diberikan dikarenakan info yang diberikan tidak selalu akurat.

3. selalu memperhatikan fasilitas yang diberikan seperti ruang kuliah, perpustakaan dan yang paling penting Laboratorium klinik, dikarenakan laboratorium klinik merupakan suatu yang vital di sekolah kesehatan. Banyak institusi pendidikan biasanya tidak terlalu memperhatikan hal ini, karena untuk memiliki Lab klinik yang lengkap sangat menguras kantong. Bila ada pendidikan yang memiliki lab lengkap usahakan anda menjadi mahasiswa di institusi tersebut.

4. bila memungkinkan cek langsung gedung pendidikan institusi yang di inginkan, gedung pendidikan di Ruko sangat tidak nyaman untuk proses pendidikan dan biasanya ruko tersebut tidak permanent alias disewa oleh yayasan. Sebaiknya di hindari bila memungkinkan.

5. yang terakhir bila ada teman yang bersekolah di institusi yang di inginkan, tanyakan pengalamannya di institusi tersebut.
Ketika STIKES tumbuh laksana jamur musim hujan

Sungguh memprihatinkan, itu kata yang pantas di ucapkan…..dengan dalih ingin mencerdaskan bangsa banyak yayasan mendirikan sekolah kesehatan khususnya keperawatan tanpa memikirkan mutu lulusan. Saat ini mutu lulusan S1 keperawatan membuat kita sedih, gemas, ketika lulusan S1 keperawatan tidak kompeten saat menghadapi “dunia nyata” sehinggga Depkes terpaksa memerintahkan D3 keperawatan untuk membuka D4 keperawatan.
Yang paling menyesakkan dada adalah S1 keperawatan sama dengan D4 keperawatan. Pdahal bila di lihat kurikulum pendidikannya jelas berbeda, S1 keperawatan di wajibkan mengikuti jenjang profesi sedangkan D4 keperawatan mungkin tidak ada jenjang profesi. Ini merupakan problem pendidikan di Indonesia yang jelas – jelas tidak terstandar dengan baik.

Kembali ke institusi pendidikan, dapat kita lihat pendidikan S1 keperawatan lebih banyak dari S1 kedokteran. Di Aceh Sekolah kedokteran 1 milik negeri dan 1 lagi dikelola oleh yayasan. Sedangkan S1 keperawatan 1 milik negeri jangan ditanya berapa jumlah yang di kelola oleh swasta. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana daya serap tiap lulusan ? apakah yayasan tersebut memikirkan lulusannya…. Jawabannya tidak, karena mereka hanya memikirkan pundi – pundi uang semata. Hanya segelintir yang memikirkan kwalitas lulusan. Ketika lulusan tersebut lulus apakah pantas memberikan keperawatan ? pengalaman saya membuktikan bahwa hanya segelinir lulusan yang tau apa sebenarnya pekerjaan perawat sedangkan yang lain hanya Tuhan yang Maha Tahu.

Siapa yang bertanggung jawab dengan keadaan tersebut , apakah kita perlu memanggil KPK untuk mengusutnya, atau kita mesti menyalahkan pemerintah dalam hal ini DIKTI dan Depkes atau malah organisasi profesi yang diwakili oleh PPNI. Kalau saya yang diminta tanggapannya…maka jawabannya mudah, salahkan diri kita sendiri. Kenapa kita mesti menyalahkan diri sendiri. Hal ini dikarenakan kita telah sasaran , sudah banyak surat kabar memberikan tips bagaimana memilih institusi pendidikan yang baik. Seharusnya kita memberikan waktu luang untuk membaca surat kabar tersebut agar tidak salah sasaran.

Saran saya untuk calon mahasiswa perawat adalah selalu memperhatikan kwalitas pendidikan yang ingin dimasuki. Bila anda tidak berhasil tahun ini bukankah masih ada tahun depan…..jadi selama kita hidup teruslah berjuang, karena kita hidup memang untuk diperjuangkan.
Bagaimana Mengontrol Asma


Pada tahun 2005, WHO memperkirakan 255 meninggal akibat serangan asma diseluruh dunia dan angka ini akan meningkat sebanyak 20 % pada sepuluh tahun mendatang.
Kata “asthma” berasal dari bahasa yunani yang berarti “ sukar bernafas”. Berarti ashma merupakan gangguan secara kronik pada saluran nafas yang menimbulkan gejala sesak nafas, mengi dan batuk. Hal ini disebabkan oleh penyempitan dari saluran nafas akibat kontraksi otot – otot yang melingkari saluran pernafasan, selain mengkerut juga terjadi peradangan di sekitar selaput lender saluran akibatnya produksi lendir menjadi meningkat, sering kali kelebihan produksi ini kita kenal dengan sebutan Dahak atau latinya disebut Sputum.

Biasanya saluran pernafasan yang di miliki oleh penderita ashma memiliki sifat sangat peka terhadap rangsangan, tetapi kekhasan ini bukan satu –satunya penyebabterjadinya ashma tetapi ada yang disebut dengan factor pencetus seperti allergen, infeksi, olahraga, polutan dan stress.

Asma dapat di control dengan Asthma control test ( ACT ). Tes ini mencakup variable – variable : keterbatasan dalam beraktifitas, sesak nafas, gangguan tidur malam hari, penggunaan obat pelega, serta tingkat control pasien. Bila pasien hanya mendapat kan nilai 5 berarti tidak terkontrol, sedangkan 25 berarti terkontrol total.

Apa tanda – tanda kondisi asma terkontrol :
1. tidak ada gejala harian asma
2. tidak ada gejala asma di malam hari
3. tidak membutuhkan obat lagi
4. fungsi paru normal
5. tidak ada kebutuhan kunjungan ke IGD
6. tidak ada kekambuhan ( eksaserbasi )
7. tidak ada keterbatasan aktifitas.


Disadur dari kompas 9 oktober 2008
Iklan yang Bermamfaat.

Saya tanpa sengaja menemukan link ini(banner bewarna biru), dan telah mendaftar pada asuhan keperawatan.com dengan tujuan untuk melihat apa yang ditawarkan sesuai dengan janjinya atau semua itu hanya manis di mulut tetapi menyakitkan di hati. setelah saya mendaftar dan saya dapat loG In, AMAZING itu yang dapat di katakan....WHY....karena saya menemukan sangat banyak diagnosa keperawatan yang tinggal saya edit dan beberapa file flash yang sangat berguna bagi saya. anda bisa membayangkan bahwa membuat asuhan keperawatan merupakan pekerjaan yang paling membuat jenuh,tetapi dengan adanya komputer semua kelihatan mudah dikarenakan kita tinggal copi paste.jadi kita tinggal ambil file doc.dari asuhan keperawatan.com dan sesuaikan dengan kondisi pasien kita. mudah bukan....

di zaman sekarang memang tidak ada yang gratis tetapi dengan asuhan keperawatan.com uang yang kita keluarkan seolah tidak ada apa - apanya.

mungkin ada beberapa kalimat yang perlu di edit tetapi itu bukan menjadi masalah di dibandingkan anda harus mengetik dari awal.


kesimpulan yang dapat saya ambil adalah:
saya sangat merekomendasikan link ini bagi mahasiswa perawat atau perawat.

semoga link ini bermamfaat bagi anda.

Friday, October 3, 2008

PDCA Cycle (Plan, Do, Check, and Action)
June 30, 2008 — Ya2N^_^



Konsep PDCA cycle pertama kali diperkenalkan oleh Walter Shewhart pada tahun 1930 yang disebut dengan “Shewhart cycle“. Selanjutnya konsep ini dikembangkan oleh Dr. Walter Edwards Deming yang kemudian dikenal dengan ” The Deming Wheel”. PDCA cycle berguna sebagai pola kerja dalam perbaikan suatu proses atau sistem.

—Ada beberapa tahap yang dilakukan dalam PDCA cycle, yaitu:

a. Plan

1. Mengidentifikasi output pelayanan, siapa pengguna jasa pelayanan, dan harapan pengguna jasa pelayanan tersebut melalui analisis suatu proses tertentu.

2. Mendeskripsikan proses yang dianalisis saat ini

Pelajari proses dari awal hingga akhir, identifikasi siapa saja yang terlibat dalam prose tersebut.
Teknik yang dapat digunakan : brainstorming
3. Mengukur dan menganalisis situasi tersebut

Menemukan data apa yang dikumpulkan dalam proses tersebut
Bagaimana mengolah data tersebut agar membantu memahami kinerja dan dinamika proses
Teknik yang digunakan : observasi
Mengunakan alat ukur seperti wawancara
4. Fokus pada peluang peningkatan mutu

Pilih salah satu permasalahan yang akan diselesaikan
Kriteria masalah : menyatakan efek atas ketidakpuasan, adanya gap antara kenyataan dengan yang diinginkan, spesifik, dapat diukur.
5. Mengidentifikasi akar penyebab masalah

Menyimpulkan penyebab
Teknik yang dapat digunakan : brainstorming
Alat yang digunakan : fish bone analysis ishikawa
6. Menemukan dan memilih penyelesaian

Mencari berbagai alternatif pemecahan masalah
Teknik yang dapat digunakan : brainstorming

b. Do

1. Merencanakan suatu proyek uji coba

Merencanakan sumber daya manusia, sumber dana, dan sebagainya.
Merencanakan rencana kegiatan (plan of action)
2. Melaksanakan Pilot Project

Pilot Project dilaksanakan dalam skala kecil dengan waktu relatif singkat (± 2 minggu)

c. Check

1. Evaluasi hasil proyek

Bertujuan untuk efektivitas proyek tersebut
Membandingkan target dengan hasil pencapaian proyek (data yang dikumpulkan dan teknik pengumpulan data harus sama)
Target yang ingin dicapai 80%
Teknik yang digunakan: observasi dan survei
Alat yang digunakan: kamera dan kuisioner
2. Membuat kesimpulan proyek

Hasil menjanjikan namun perlu perubahan
Jika proyek gagal, cari penyelesaian lain
Jika proyek berhasil, selanjutnya dibuat rutinitas
d. Action

1. Standarisasi perubahan

Pertimbangkan area mana saja yang mungkin diterapkan
Revisi proses yang sudah diperbaiki
Modifikasi standar, prosedur dan kebijakan yang ada
Komunikasikan kepada seluruh staf, pelanggan dan suplier atas perubahan yang dilakukan.
Lakukan pelatihan bila perlu
Mengembangkan rencana yang jelas
Dokumentasikan proyek
2. Memonitor perubahan

Melakukan pengukuran dan pengendalian proses secara teratur
Alat yang digunakan : …….

sumber.http://yayanakhyar.wordpress.com
Tata Tulis/ Kepustakaan Van Couver
April 25, 2008 — Ya2N^_^



Riwayat Timbulnya Gaya Vancouver


Sekelompok editor jurnal kedokteran berbahasa Inggris berkumpul di Vancouver, British Columbia, Kanada, pada 1978, untuk membicarakan petunjuk umum format manuskrip yang akan diterbitkan pada jurnal tersebut. Kelompok ini kemudian disebut sebagai “Vancouver Group”. Kelompok ini berkembang, kemudian secara resmi disebut sebagai “the International Committee of Medical Journal Editors”. Petunjuk umum tentang penulisan naskah yang disusun oleh grup ini dikenal sebagai “Uniform Requirements for Manuscripts Submitted to Biomedical Journal”. Di dalamnya mengandung petunjuk mengenai tata cara penulisan daftar rujukan. Tata cara ini dikenal sebagai gaya Vancouver atau “Vancouver style”. Kelompok ini bertemu setiap tahun. Pada Januari 1997 telah diterbitkan “Uniform Requirements for Manuscripts Submitted to Biomedical Journals” edisi kelima.

Tujuan Membuat Daftar Rujukan
Rujukan diperlukan sebagai sumber informasi dalam proses penelitian, baik dalam menyusun latar belakang penelitian maupun metode serta dalam pembahasan hasil. Dalam bagian-bagian ini kita memerlukan hasil-hasil penelitian orang lain sebagai rujukan. Semua data tentang sumber informasi ini ditulis dalam daftar rujukan.Tujuan membuat daftar rujukan ini adalah:
(1) Memberikan penghormatan secukupnya kepada sumber informasi yang telah kita kutip. (2) Memungkinkan pembaca untuk menelusuri sumber asli dari rujukan itu, baik untuk tujuan verifikasi maupun sebagai sumber informasi yang lebih lengkap.


Jenis Gaya Penulisan Daftar Rujukan
Pada dasarnya, terdapat 3 gaya penulisan daftar rujukan:

Sistem nama dan tahun, dalam daftar rujukan nama pengarang disusun menurut abjad. Gaya ini disebut gaya Harvard (Harvard style).
Sistem nomor, dalam daftar rujukan nama pengarang disusun menurut urutan pemunculan dalam naskah. Sistem ini terkenal sebagai gaya Vancouver (Vancouver style).
Sistem nomor tetapi daftar rujukan disusun menurut abjad. Sebetulnya, sistem ini merupakan gabungan antara kedua sistem di atas.
Masing-masing sistem mempunyai keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Gaya Harvard terutama memberi kejelasan mengenai sumber dan tahun informasi, tetapi banyak mengambil tempat dalam naskah. Sedangkan gaya Vancouver bersifat sangat ringkas. Gaya Harvard banyak dipakai dalam tesis, disertasi serta laporan penelitian, tetapi jurnal biomedik sebagian besar memakai gaya Vancouver.

Unsur-unsur Daftar Rujukan
Daftar rujukan mengandung unsur-unsur sebagai berikut:

Penulis
Mencakup penulis utama dan penulis pendamping (coauthor). Jika penulis lebih dari 6, maka hanya ditulis 6, kemudian dibelakangnya ditulis et al. (berasal dari et ali). Nama keluarga (family name) ditulis pertama kemudian diikuti singkatan nama pertama dan nama tengah. Untuk etnis yang tidak mempunyai nama keluarga, nama terakhir dianggap sebagai nama keluarga. Gelar kesarjanaan tidak perlu ditulis.

Judul
Mencakup judul, subjudul makalah dalam jurnal, bab atau bagian buku dan judul, subjudul majalah, buku atau monografi.

Fakta-fakta penerbitan
Mencakup tempat (kota), penerbit, waktu penerbitan (datum), dan jika perlu volume dan atau edisi (kecuali edisi pertama). Tempat penerbitan (kota) dituliskan nama lengkap resmi kota tempat buku tersebut diterbitkan. Jika lebih dari satu kota, tulis yang pertama saja. Untuk kota yang tidak terkenal, tuliskan juga negaranya. Nama penerbit dituliskan tepat menurut gaya yang dipakai penerbit. Datum penerbitan adalah datum hak cipta (copyright date). Tuliskan datum terakhir bila terdapat lebih dari satu datum. Untuk majalah maka perlu dituliskan volume majalah. Untuk majalah dengan nomor halaman yang berurutan dalam satu volume maka nomor majalah (issue) dan tanggal penerbitan majalah tidak usah disebutkan. Nomor halaman yang dikutip ditulis halaman awal dan halaman akhir. Hilangkan angka yang tidak memberi tambahan informasi. Monograf halaman tidak perlu ditulis.

Cara Penulisan Daftar Rujukan Menurut Gaya Vancouver
Rujukan diberi nomor sesuai dengan pemunculannya untuk pertama kali dalam naskah. Sumber rujukan ditulis dalam naskah memakai angka (Arab) dalam kurung (parentheses). Nomor rujukan pada keterangan gambar atau tabel urutannya sesuai dengan pemunculannya dalam naskah.
Judul jurnal disingkat sesuai dengan singkatan menurut Index Medicus. Daftar singkatan ini dapat juga diakses pada library’s web site (http://www.nlm.nih.gov).
Hindarkan memakai abstrak sebagai rujukan. Naskah yang telah diterima oleh suatu majalah, tetapi belum diterbitkan diberi tanda “in press” atau “forthcoming”. Penulis harus mendapat izin tertulis untuk dapat melakukan kutipan serta kepastian tentang penerbitannya. Naskah yang sudah dikirim ke suatu majalah, tetapi belum mendapat kepastian tentang diterima atau tidak, disebutkan sebagai “unpublished observations”. Naskah ini jika sangat penting dapat dipakai sebagai bahan rujukan dengan izin tertulis dari penulis naskah tersebut1.
Hindari memakai sumber “personal communication” atau “hubungan pribadi” kecuali jika merupakan informasi esensial. Harus didapatkan keterangan/izin tertulis dari sumber tentang akurasi isi komunikasi tersebut.Semua rujukan harus diverifikasi oleh penulis dari dokumen asli1. Contoh-contoh Penulisan Daftar Rujukan Menurut kepustakaan Gaya Vancouver.

Di bawah ini diberikan contoh cara penulisan daftar rujukan dalam berbagai bentuk yang sesuai dengan gaya Vancouver edisi tahun 19971:

Artikel jurnal baku (standard journal article)
a. Pengarang 6 atau kurang:
Mandrelli F, Annino L, Rotoli B. The GIMEMA ALL 0813 trial: analysis of 10-year follow-up. Br J Haematol 1996;92:665-72.

b. Pengarang lebih dari 6:
Owens DK, Sanders GD, Harris RA, McDonald KM, Heidenreich PA, Dembitzer AD, et al. Cost-Effectiveness of Implantable Cardioverter Defibrillators Relative to Amiodarone for Prevention of Sudden Cardiac Death. Ann Intern Med 1997;126:1-12.

c. Organisasi sebagai pengarang
The Cardiac Society of Australia and New Zealand. Clinical exercise stress testing. Safety and performance guidelines. Med J Aust 1996;164:282-4.

d. Pengarang tidak disebutkan
Cancer in South Africa [editorial]. S Afr Med J 1994;84:15.

e. Volume dengan suplemen
Aulitzky WE, Despres D, Rudolf G, Aman C, Peschel C, Huber C. Recombinant Interferon Beta in Chronic Myelogenous Leukemia. Semin Hematol 1993;30 Suppl 3:14-6.

f. Volume dengan bagian (part)
Ozben T, Nacitarhan S, Tuncer N. Plasma and urine sialic acid in non-insulin dependent diabetes mellitus. Ann Clin Biochem 1995;32(Pt 3):303-6.

g. No penerbitan majalah (issue) tanpa nomor volume
Turan I, Wredmark T, Fellander-Tsai L. Arthroscopic ankle arthrodesis in rheumatoid arthritis. Clin Orthop 1995;(320):110-4

h. Tidak ada nomor penerbitan majalah (issue) maupun nomor volume
Browell DA, Lennard TW. Immunologic status of cancer patient and the effects of blood transfusion on antitumor responses. Curr Opin Gen Surg 1993:325-33.

i. Tipe artikel yang perlu disebutkan
Enzensberger W, Fisher PA. Metronome in Parkinson’s disease [letter]. Lancet 1996;347:1337.
Clement C, De Bock R. Hematological complications of hantavirus nephropathy (HVN) [abstract]. Kidney Int 1992:42:1285.

Buku dan monograf lain
a. Pengarang pribadi (personal author)
Armitage P, Berry G. Statistical Methods in Medical Research. 2nd ed. Oxford (UK): Blackwell Science;1994.

b. Organisasi sebagai pengarang
Institute of Medicine (US). Looking at the future of the Medicaid programs. Washington:The Institute;1992.

Buku ajar dengan editor dan bab yang mempunyai pengarang tersendiri
a. Editor lebih dari 6
Hillman S. Iron Deficiencies and Other Hypoproliverative Anemias. In: Fauci AS, Braunwald E, Isselbacher KJ, Wilson JD, Martin JB, Kasper DL, et al., editors. Harrison’s Principle of Internal Medicine. 14th ed. New York: McGraw-Hill; 1998. p.634-7.

b. Editor sampai dengan 6
Lee GR. Iron Deficiency and Iron - Deficiency Anemia. In: Lee GR, Foerster J, Lukens J, Paraskevas F, Greer JP, Rodgers GM, editors. Wintrobe’s Clinical Hematology. 10th ed. Baltimore: Williams & Wilkins; 1999. p. 979 - 1010.

Catatan: gaya Vancouver sebelumnya memakai titik koma, bukan p sebelum nomor halaman.

Prosiding pertemuan ilmiah
Kimura J, Shibasaki H, editors. Recent advances in clinical neurophysiology. Proceedings of the 10th International Congress of EMG and Clinical Neurophysiology: 1995 Oct 15-19; Kyoto, Japan. Amsterdam:Elsevier; 1996.

Yang tidak diterbitkan oleh penerbit resmi
Bakta IM. Aspek Imunologi anemia aplastik. Naskah Lengkap Kongres Nasional Ke-VIII Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia; 11 - 13 Oktober 1997; Surabaya, Indonesia.

Makalah dalam suatu pertemuan ilmiah
Bengstsson S, Solheim BG, Enforcement of data protection, privacy and security in medical informatics. In: Lun KC, Degoulet P, Piemme TE, Rienhoff O, editors. MEDINFO 92. Proceedings of the 7th World Congress on Medical Informatics; 1992 Sep 6-10; Geneva, Switzerland. Amsterdam: North-Holland; 1992. p. 1561-5.

Laporan teknis dan Ilmiah
Smith P, Golladay K. Payment for durable medical equiptment billed during skilled nursing facility stays. Final report. Dallas (TX): Dept. of Health and Human Services (US). Office of Evaluation and Inspections; 1994 Oct. Report No.: HHSI-GOEI69200860.
WHO ScientificGroup. Intestinal protozoan and helminthic infection. Geneva: World Health Organization; 1981. Technical Report Series No. 666.

Disertasi dan tesis
Kaplan SJ. Post-hospital home health care: the elderly access and utilization. [dissertation]. St Louis (MO): Washington Univ.; 1995.
Sutarga IM. Faktor-faktor risiko terjadinya anemia ibu hamil di wilayah Puskesmas Abiansemal II Kecamatan Abiansemal Kab, Dati II Badung, Bali [thesis]. Surabaya: Universitas Airlangga; 1994.

Bahan publikasi lain
Artikel surat kabar
Mullery S. Doctors must figth child labor.Asian Medical News September 1996; Sect. A:1 (col.1-3).
Joesoef D. Mendambakan Utopia. Kompas 1998 Jan 8;Sect. A:4(col.5). Artikel jurnal dalam format elektronik
Morse SS. Factors in the emergence of infectious diseases. Emerg Infect Dis [serial online] 1995 Jan-Mar [cited 1996 Jun 5];1(1):[24 secreens]. Available from: URL: http://www.cdc.gov/ncidod/EID/eid.htm.


Monograf dalam format elektronik
CDI, clinical dermatology illustrated [monograph on CD-ROM]. Reeves JRT, Mailbach H. CMEA Multimedia Group, producers. 2nd ed. Version 2.0 San Diego: CMEA; 1995.

File komputer
Hemodynamics III. The ups and downs of hemodynamics [computer program]. Version 2.2. Orlando (FL): Compuiterized Educational Systems; 1993.

Bahan yang akan dipublikasikan
In press
Leshner AI. Molecular mechanisms of coccaine addiction. N Eng J Med. In press 1996.

Posted in Others. Tags: Gaya penulisan, Kepustakaan, Tata Tulis, Van Couver.

sumber.http://yayanakhyar.wordpress.com