Friday, May 30, 2008

Musik sebagai obat



Hampir setiap orang menggunakan musik pada saat santai atau mungkin untuk mendapatkan energi. Tapi disiplin terapi musik menggunakan musik lebih jauh, dari memerangi depresi sampai melawan kanker.

Cheryl Dileo, seorang profesor terapi musik dan direktur Arts and Quality Life research Center di Temple University mengatakan bahwa terapi musik adalah praktek berbasis bukti yang dapat mengubah secara fisik, fisiologi, sosial dan daerah kognitif melalui pengalaman musik dan hubungan yang berkembang antara klien dan pemberi terapinya.

Nyalakan radio pada stasiun favorit untuk menghilangkan mood jelek tidak sebaik terapi musik, jelas Dileo. Bantuan diri melalui musik bukanlah terapi musik, walqaupun banyak orang menggunakan musik untuk diri mereka masing-masing, contohnya relakasasi untuk memperbaiki mood mereka atau teman olahraga.

Terapi musik melibatkan proses antar personal melalui seorang ahli terapi terlatih yang menggunakan pengetahuan dan keterampilannya untuk memenuhi kebutuhan klien yang diujinya. Walaupun banyak orang mengetahui secara intuisi bagaimana menggunakan musik bagi mereka, ketika digunakan dalam proses terapi musik oleh ahli terapi terlatih, dapat menjadi lebih berdaya dalam mencapai hasil positif dari fisik, fisiologi, kognitif dan sosial.

Menurut Dileo, penggunaan terapi musik sudah bnyak sekali. Terapi musik dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan pada pasien di rumah sakit yang menjalani prosedur medik yang sulit. Juga dapat membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan mood. Terapi musik juga dapat membantu pasien depresi mengekspresikan perasaan mereka. Terapi musik telah digunakan untuk menjaga pasien alzheime tetap kalem dan membantu meningkatkan ingatan mereka di Institute for Music and Neurologic Function di Beth Abraham family of Health Services, New York City. Di Children’s Memorial Hospital Chicago, ahli terapi musik terdaftar Elisabeth Pociask menggunakan terapi musik untuk membantu orangtua baru menenangkan bayi mereka.

Dileo mengatakan bahwa ahli terapi musik harus disertifikasi, yang artinya mereka harus menghadiri program kuliah 4 tahun dan menyelesaikan supervisi internal dan lulus ujian nasional. Namun demikian, program musik non formal dapat membantu. Katherine Puckett, direktur nasional mind-body medicine di Cancer Treatment Centers of America mengetakan bahwa ketika mereka tidak mempunyai ahli terapi musik sebagai staf, pusat ini menggunakan musik hanya untuk membantu pasien-pasien mereka. Menenangkan tubuh dapat membantu menghilangkan nyeri fisik dan orang lebih sedikit memerlukan pengobatan.

Cancer Treatment Centers of America menjaga perpustakaan musik tersedia bagi pasien dan mereka mempunyai kegiata khusus yang membantu pelepasan emosi bagi pasien-pasien. Beberapa orang dapat melepaskan emosi melalui berbicara, tapi beberapa orang perlu pelepasan non verbal. Pucket mengatakan bahwa orang-orang merespon musik. Musik menenangkan, membuat nyaman dan menyejukan.



kalbe.co.id

No comments: