Saturday, February 3, 2007

SILENT THIEF ITU ADALAH GLAUCOMA


Glaucoma sering dikenal sebagai silent thief karena dengan perlahan –lahan dapat mencuri penglihatan kita, sebelum kita menyadarinya. Dari beberapa jenis glaucoma, sudut terbuka primer merupakan glaucoma yang paling banyak diderita oleh pasien tanpa adanya peringatan.

Survey yang telah dilakukan oleh suatu departemen dalam hal ini DEPKES RI tahun 1992 menunjukkan angka kebutaan di Indonesia mecapai 1,5% dari seluruh penduduk. Glaucoma menduduki peringkat kedua dalam perebutan medali (0,2%)setelah di telingkung oleh katarak sebagai penyebab kebutaan di negara kita ini.

Professor Harry Quigley dari universitas John Hopkins, memperkirakan 65 juta orang diseluruh dunia menderita glaucoma ( 44 juta sudut terbuka dan 21 juta sudut tertutup). Sebanyak 10 juta menderita kebutaan pada kedua matanya. Orang asia mengalami glaucoma lebih besar yaitu 60% dari glaucoma seluruh dunia. Alasannya belum jelas tetapi diperkirakan karena bentuk anantomik mata; mata yang lebih kecil,sudut yang sempit dan anterior yang dangkal.

Tanda dan gejala dari glaucoma biasanya dapat berbeda – beda, tergantung glaucoma apa yang diderita oleh pasien. Secara umum tanda dan gejala meliputi kaburnya penglihatan, lingkaran hitam disekiar cahaya, mata memerah, nyeri pada mata yang hebat, mual dan muntah.

Jenis – jenis glaucoma yang telah berhasil di idenifikasi oleh para Ahli :

1. glaucoma sudut tertutup primer
2. glaucoma sudut terbuka primer
3. glaucoma sudut terbuka sekunder
4. gaucoma sudut tertutup sekunder
5. tekanan rendah.

Faktor resiko dari penyakit glaucoma ini :

1. usia
orang yang berusia diatas 60 tahun, beresiko untuk mendapatkan penyakit ini

2. Ras
Orang asia – amerika beresiko menderita glaucoma sudut tertutup, jepang – amerika lebih mudah terserang glaucoma tekanan rendah, sedang hispanik juga beresiko tinggi dengan alas an yang tidak jelas, orang kulit hitam lebih tinggi mengalami glaucoma dibandingkan kulit putih, dan lebih besar mengalami kebutaan permanent.

3. riwayat keluarga
orang yang memiliki riwayat keluarga dengan glaucoma memliki resiko lebih tinggi mengalami glaucoma.

4. kondisi medis
diabetes memiliki resiko untuk berkembang menjadi glaucoma

5. cidera fisik
trauma berat pada mata, dapat memindahkan posisi lensa dan dapat menutup sudut drainase.

Biasanya skrining dan diagnosis yang sering dilakukan adalah dengan menggunakan alat tonometry yang berfungsi untuk menilai tekanan bola mata ( normal tekanan intraokuler : 14 – 20,8 mmHg), pemeriksaan dengan alat opthalmoscope untuk melihat kerusakan saraf optik,selanjutnya tes lapang pandang ( visual field ) untuk menilai gangguan pada lapang pandang, pachymetry berguna untuk menilai ketebalan dari tiap – tiap cornea.

Untuk penanganan pada glaucoma, biasanya dilakukan secara topikal dengan cara tetes mata dan tindakan pembedahan.

Mari kita lihat apa saja tetes mata yang diberikan medis untuk pasien dengan penyakit glaucoma.

1. Beta bloker, berfungsi untuk mengurangi produksi aquos humor. Ex. Levobunolol (Betagan),Timolol ( betimol,timoptic). Dll. Efek samping: kesulitan bernafas,melambatnya denyut nadi,td menjadi turun,impotensi,fatigue, kelemahan sampai hilangnya memory.

2. Alpha – adregenic agents, mengurangi produksi aquos humor, Ex. Apraclonidine (Iopidine)dan brimonidine ( Alphagan).efek samping yang timbul adalah naiknya tekanan darah, pusing, mata merah, gatal atau bengkak, mulut kering dan reaksi alergi.

3. Carbonic anhydrase inhibitor, termasuk didalamnya adalah dorzolami(trusopt), fungsinya untuk mengurangi produksi aquos humor, efek sampingyang muncul dapat seperti kecing yang berlebihan, sensasi yang mengelikan pada jari dan tangan.

4. Analog prostaglandin, memperlancar aliran aquos humor. Senyawa yang dipakai adalah latanoprost (xalatan), efek samping dapat timbul kepedihan pada mata dan pengelapan pada iris.

5. miotik, seperti pilocarpine (pilocar) dapat dipakai untuk meningkatkan aliran dari aquos humor, efek samping yang timbul dapat seperti pening, penglihatan kabur,reaksi alergi,hidung tersumbat,peningkatan saliva.

Tindakan pembedahan yang dilakukan pada glaucoma adalah dengan menggunakan laser, trabekulektomy, implan saluran.

Dengan mengetahui penangganan pasien tersebut kita sebagai perawat dapat memberikan informasi yang lebih jelas kepada pasien terhadap obat – obatan yang dipakai dan efek samping yang timbul ketika obat tersebut dipakai.

Yang mesti diberitahukan kepada pasien bahwa penyakit glaucoma tidak dapat disembuhkan dan kerusakan yang timbul biasanya tidak dapat diperbaiki, tapi dengan perawatan yang baik di dukung dengan tenaga keperawatan yang bekerja secara profesional maka glaucoma ini dapat dikontrol agar jangan sampai terjadinya progresi glaucoma.

Mata yang indah dambaan kita semua, apa jadinya bila jendela dunia ini rusak?..... anda pasti bisa membayangkannya sendiri.

No comments: