Sunday, March 11, 2007

Asuhan keperawatan pada pasien dengan ventilator mekanik

Secara umum ventilator mekanik diberikan pada seseorang yang mengalami gagal pernafasan. Tetapi sering juga ventilator digunakan pada indikasi yang lain seperti : seseorang yang mendapat obat pelumpuh otot atau sedasi yang berat, untuk menurunkan TIK,menurunkan kebutuhan oksigen baik sistematik atau miocard.

Untuk memahami penggunaan ventilator pada pasien memang dibutuhkan waktu dan pengalaman. Ini disebabkan tehnologi yang terus berkembang dan perawat di tuntut terus untuk selalu mengikuti perkembangan tersebut.

Biasanya ventilator mekanik digolongkan kedalam 3 golongan:
1. volume cycle : bila volume tidal yang diset telah tercapai maka fase inspirasi selesai, berubah ke fase ekspirasi.
2. pressure cycle : bila tekanan yang diset telah tercapai maka fase inspirasi selesai, berubah ke fase ekspirasi.
3. time cycle : bila waktu yang diset telah tercapai maka fase inspirasi selesai, berubah ke fase ekspirasi.

Ventilator mekanik biasanya sering mengabungkan beberapa parameter tersebut, seperti : volume cycle dan pressure cycle.

Sebuah mesin ventilator, didalamnya ada modes – modes pernafasan untuk menentukan interaksi pasien dengan siklus pernafasan. Pemilihan modes ventilator tergantung dari patafisiologi yang menyebabkan gagal nafas akut, dll.

Modes – modes pernafasan ini sangat banyak, dilain pihak penamaannya modes ini sering membingungkan antara satu merk ventilator dengan merk ventilator yang lain.
Saya hanya membahas 3 modes dari ventilator tersebut.

1. IPPV : intermittent positif pressure ventilation (pada mesin merk Dragger ) atau CMV ( control mechanical ventilation ) pada mesin merk yang lain. Dari penamaan kelihatan banget dah bikin puyeng, padahal kalo dilihat cara kerjanya sih sama aja. Kalau saya tidak salah, penulisan modes ini berhubungan dengan hak paten. Artinya bila suatu pabrikan telah menulis CMV maka produsen lain tidak boleh menulis lagi modes tersebut…….IPPV merupakan bentuk pernafasan dimana semua pernafasan pasien dikontrol penuh oleh mesin, pada modes ini biasanya otot pernafasan pasien dilumpuhkan dan pasien tentu saja di tidurkan.

2. SIMV : synchronized intermittent mandatory ventilation. Adanya pernafasan spontan pasien diantara pernafasan yang diberikan oleh mesin. Kalau di sederhanakan pasien sudah bisa bernafas spontan tetapi masih diberi bantuan nafas oleh mesin. Biar ngak bingung ini contohnya : kalo di mesin kita set pernafasan 10 x/m. tetapi di frekwensi total pernafasan tertulis 18 x/m, berarti pasien telah bernafas spontan 8 x/m sisanya pernafasan yang dibantu oleh mesin.

3. CPAP : continuous positive airway pressure. Modes ini di gunakan untuk memperbaiki oksigenisasi ketika pasien telah adekuat pernafasannya dan juga tidak ada kelemahan pada otot pernafasan. Di sini pasien telah sepenuhnya bernafas spontan. Yang harus di ingat jangan men- set modes ini pada pasien yang apnue.

Biasanya komplikasi dari ventilator mekanik ini dihubungkan dengan :

1. artificial airway : mudah terjadi sinusitis, otitis media, laryngeal stenosis, spasme laring atau edema setelah ektubasi dan paralysis pita suara.

2. ventilator management : tidak tepatnya setting dari tekanan dan volume pada mesin ventilator dapat menyebabkan barotraumas atau volutrauma.

3. sekresi management : dengan adanya artificial airway ( jalan nafas buatan ) dan ventilator mekanik, ini akan menghambat kemampuan pasien untuk mengeluarkan secret ( dengan cara batuk ).

4. infeksi : pasien yang terpasang ventilator mekanik akan meningkatkan resiko terjadinya infeksi yang bersumber dari ETT ( endotracheal tube), sinusitis, dan dari kontaminasi suction cateter.

5. perubahan fisiologis tubuh. Karena ventilator mekanik memberikan tekanan positif maka akan meningkatkan intrathoracic pressure, menurunkan preload jantung. Adanya perubahan yang merugikan pada fungsi otot – otot pernafasan pada pemakaian ventilator mekanik lebih dari 72 jam.

Rasanya tidak lengkap kalo yang namanya asuhan keperawatan tidak memiliki diagnosa keperawatan. Berdasarkan literature yang saya baca ini lah beberapa diagnosa yang muncul pada pasien dengan ventilator mekanik :
1. tidak efektifnya bersihan jalan nafas b/d kelemahan otot, seket yang kental, depressed neurologis status, adanya jalan nafas buatan.

2. tidak efektifnya pola nafas b/d proses penyakit, depressed neurologis status, adminitrasi obat analgetik dan sedasi.

3. kerusakan pertukaran gas b/d proses penyakit, inappropriate ventilator setting, bersihan jalan nafas, obat - obat yang menekan pernafasan.

4. resiko infeksi b/d adanya jalan nafas buatan, tidak efektif bersihan jalan nafas, adanya prosedur invasif.

2 comments:

Anonymous said...

Salam kenal....
Saran abizz judul sebaiknya ada "nama contributors" tulis, sehingga bisa dipake sbg rujukan untuk daftar pustaka
... sayang kalo cuma ditulis ANONIM di pustaka

box e-book said...

salam kenal...good your asuhan keperawatan, bila ada yang ingin mencari askep bisa disini ilmukeperawatan.com informasi saja dari hasil googling